Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV Regional III Perkuat Konsolidasi untuk Produksi 2026

Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV Regional III Perkuat Konsolidasi untuk Produksi 2026

  • account_circle Vrit Time
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar

Pekanbaru – Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso bersama Operation Head Sori Ritonga dan Business Support Head Achmedi Akbar langsung mengawali masa kepemimpinannya dengan memperkuat konsolidasi internal guna mengoptimalkan kinerja produksi pada tahun 2026. Langkah tersebut ditandai melalui rapat perdana bersama seluruh jajaran manajemen yang digelar di Region Office PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Belum lama ini.

Rapat yang diikuti seluruh Kepala Bagian, Group Manager, Manager kebun dan pabrik kelapa sawit (PKS) di lingkungan PTPN IV Regional III itu dipimpin langsung oleh Bambang Budi Santoso dan didampingi Operation Head Sori Ritonga serta Business Support Head Achmedi Akbar.

Konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi Bambang yang baru saja dilantik sebagai Region Head PTPN IV Regional III usai serah terima jabatan pada hari yang sama. Ia menggantikan Ahmad Gusmar Harahap yang resmi memasuki masa purnatugas setelah menuntaskan pengabdian di entitas tersebut selama setahun penuh.

Dalam rapat tersebut, Bambang mengatakan bahwa kinerja moncer selama 2025 menjadi baseline yang jelas untuk menentukan performa di tahun mendatang. Dia juga mengatakan bahwa kekuatan PTPN IV Regional III adalah pada validitas data, tracking database, sehingga inisiatif penting seperti penguatan pemanfaatan statistik untuk perencanaan dan produksi bisa dioptimalkan.

“Insya Allah, kita jadikan realisasi 2025 menjadi target baseline minimal 2026. Kondisi saat ini, PTPN IV Regional III memiliki data yang kuat dan valid, bahkan ketelusuran hingga lima tahun terakhir. Seperti kemarin Pak Jatmiko (Dirut PTPN IV PalmCo) mengapresiasi PBB (perhitungan bunga buah) kita. Itulah keunggulan PTPN IV Regional III,” kata dia.

“Kita di sini memiliki budaya kerja yang positif serta kolaboratif, dan juga hubungan industrial juga alhamdulillah sangat baik. Tugas kita ke depan adalah memastikan setiap keputusan produksi berbasis data, presisi, dan berkelanjutan,” lanjut Bambang dalam arahannya.

Dalam rapat tersebut, manajemen memetakan akar persoalan yang memengaruhi produksi, mulai dari kondisi tanah serta optimalisasi pemanfaatan limbah sebagai sumber nutrisi organik tanaman.

Menjawab tantangan itu, PTPN IV Regional III menetapkan tiga strategi utama produksi 2026. Pertama adalah transformasi pengelolaan bahan organik melalui pengembangan Pembenah Tanah Cair (Liquid Soil Amendment).

Uji coba menunjukkan pembenah tanah cair mampu menyediakan unsur hara serta meningkatkan aktivitas biologi tanah. Dengan aplikasi yang lebih mudah dan luas, program ini diharapkan dapat memperbaiki kesehatan tanah secara bertahap, meningkatkan efisiensi serapan hara, serta menekan ketergantungan pupuk kimia yang selama ini menjadi beban biaya produksi.

Strategi kedua yang menjadi sorotan utama dalam rapat adalah penguatan formula statistik kebun berbasis analitik data dan machine learning. Strategi ini dinilai sebagai kunci peningkatan akurasi produksi pada 2026.

Selama ini, penyusunan proyeksi produksi dan rekomendasi pemupukan masih bersifat umum dan dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan deviasi antara rencana dan realisasi produksi. Melalui formula statistik, forecasting akan dilakukan hingga tingkat blok.

“Dengan model statistik, kita bisa membaca potensi produksi per blok secara objektif. Ini bukan sekadar angka, tetapi dasar pengambilan keputusan produksi dan pemupukan yang presisi,” jelas Operation Head Sori Ritonga.

Melalui pendekatan yang diusung Bagian Tanaman di bawah komando Daniel Triandio ini, rekomendasi pupuk tidak lagi bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap blok, termasuk umur tanaman, produktivitas historis, dan karakteristik lahan. Dengan demikian, efisiensi biaya dan peningkatan produksi dapat berjalan seiring.

Implementasi formula statistik pada 2026 akan diawali dengan Training of Trainer, pembersihan data (data cleansing), serta penyusunan forecasting produksi dari tingkat afdeling hingga regional. Hasil analisis ini juga akan menjadi fondasi penyusunan RKAP 2027 yang lebih akurat.

Strategi ketiga adalah pembangunan database dan penyusunan RKAP berbasis afdeling. Seluruh Asisten Afdeling akan menginventarisasi data detail setiap blok kebun, mulai dari tahun tanam, kondisi tanaman, aset, hingga catatan gangguan hama dan penyakit.

Database ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat perencanaan bottom-up, sekaligus memastikan bahwa setiap target produksi memiliki dasar data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain tiga strategi utama tersebut, Regional III juga melanjutkan penguatan program agro-ekologi seperti Hatch and Carry serta penanaman beneficial plant sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem kebun dan mendukung produktivitas jangka panjang.

Pada 2025, pelepasliaran Elaeidobius kamerunicus tercatat mencapai 146,95 persen dari rencana, sementara penanaman beneficial plant masih perlu ditingkatkan. Adapun dari sisi investasi, Regional III menyiapkan 491.431 batang bibit untuk mendukung program tanaman ulang dan tanaman konversi. Pada 2026, rencana Tanam ulang mencapai 2.927,59 hektare di delapan kebun, serta TK seluas 509 hektare di Kebun Air Molek I.

Business Support Head Achmedi Akbar menekankan pentingnya percepatan perizinan, ketepatan tender, serta pengawasan ketat agar program TU/TK berjalan sesuai target. Evaluasi progres akan dilakukan secara rutin, baik mingguan maupun dua mingguan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Melalui konsolidasi menyeluruh ini, Bambang Budi Santoso menegaskan komitmennya untuk membawa PTPN IV Regional III, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara menuju transformasi pertanian presisi yang berkelanjutan. Ia optimistis, dengan fondasi kinerja 2025 dan strategi yang lebih tajam, Regional III mampu meningkatkan daya saing pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Vrit Time

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalap Checkout di Live Shopping? Belanja Boleh, Asal Jangan Impulsif

    Kalap Checkout di Live Shopping? Belanja Boleh, Asal Jangan Impulsif

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Belanja online kini bukan lagi sekadar aktivitas mencari kebutuhan. Kehadiran fitur live shopping membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih interaktif, menghibur, dan sering kali terasa seperti menonton acara langsung. Mulai dari produk kecantikan, fashion, peralatan rumah tangga, hingga makanan, semuanya bisa dibeli hanya dalam beberapa klik. Tidak heran jika banyak orang menghabiskan waktu mengikuti sesi live […]

  • BP Tapera Optimis Capai Target 2026

    BP Tapera Optimis Capai Target 2026

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BP Tapera optimis dengan adanya solusi terhadap tantangan yang terjadi di Tahun 2026, agar realisasi FLPP tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan. BP Tapera telah menyusun prognosa realisasi pada Juli ditargetkan mencapai 31.270 unit, kemudian meningkat menjadi 35.576 unit pada Agustus, 41.576 unit pada September, 47.576 unit pada Oktober, 49.575 unit pada November, hingga mencapai […]

  • Mobilitas Ramadan Meningkat, Pengguna LRT Jabodebek Tembus 126 Ribu Penumpang per Hari

    Mobilitas Ramadan Meningkat, Pengguna LRT Jabodebek Tembus 126 Ribu Penumpang per Hari

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mencatat peningkatan jumlah pengguna selama Ramadan 2026, dengan puncak 126.848 pengguna pada 9 Maret 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek pada bulan Ramadan 2026. Jumlah pengguna bahkan melampaui rekor tertinggi yang sebelumnya tercatat pada Januari 2026 yakni 123.276 pengguna LRT Jabodebek. Pada 4 Maret 2026, jumlah pengguna […]

  • Kelola Dana THR dengan Buka Akun di HSB Investasi, Bonus hingga Rp4,2 Juta

    Kelola Dana THR dengan Buka Akun di HSB Investasi, Bonus hingga Rp4,2 Juta

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Manfaatkan THR lebih produktif dengan peluang baru di dunia trading. HSB Investasi menghadirkan Bonus hingga Rp4,2 juta bagi kamu yang ingin memulai langkah finansial dengan lebih terencana, aman, dan terukur. Ramadan sering menjadi momentum bagi banyak orang untuk menata kembali kondisi keuangan sekaligus merencanakan langkah finansial ke depan. Selain digunakan untuk kebutuhan Lebaran, dana Tunjangan […]

  • AXIS Bersama EVOS Ramaikan Roblox Lewat Aktivasi #RamadanKitaBeda di Map Indo Chat

    AXIS Bersama EVOS Ramaikan Roblox Lewat Aktivasi #RamadanKitaBeda di Map Indo Chat

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Jakarta, 17 Maret 2026 — Perkembangan dunia gaming tidak hanya menghadirkan ruang kompetisi, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya komunitas digital. Melihat potensi tersebut, AXIS bersama EVOS Esports menghadirkan pengalaman Ramadan yang berbeda melalui aktivasi #RamadanKitaBeda di platform game global, Roblox. Salah satu aktivasi yang menjadi bagian dari kampanye ini adalah kolaborasi dengan map hangout Indo […]

  • Kenapa Arus Kas Penting untuk Menilai Kesehatan Bisnis

    Kenapa Arus Kas Penting untuk Menilai Kesehatan Bisnis

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Banyak investor pemula terjebak pada angka pendapatan besar atau pertumbuhan aset yang fantastis saat mengevaluasi sebuah perusahaan. Namun, indikator yang paling jujur dalam mencerminkan daya tahan sebuah bisnis sebenarnya terletak pada laporan arus kas. Arus kas yang sehat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membiayai operasional harian, membayar utang, hingga mendanai ekspansi tanpa harus terus-menerus bergantung pada […]

expand_less