Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV Regional III Perkuat Konsolidasi untuk Produksi 2026

Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV Regional III Perkuat Konsolidasi untuk Produksi 2026

  • account_circle Vrit Time
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

Pekanbaru – Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso bersama Operation Head Sori Ritonga dan Business Support Head Achmedi Akbar langsung mengawali masa kepemimpinannya dengan memperkuat konsolidasi internal guna mengoptimalkan kinerja produksi pada tahun 2026. Langkah tersebut ditandai melalui rapat perdana bersama seluruh jajaran manajemen yang digelar di Region Office PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Belum lama ini.

Rapat yang diikuti seluruh Kepala Bagian, Group Manager, Manager kebun dan pabrik kelapa sawit (PKS) di lingkungan PTPN IV Regional III itu dipimpin langsung oleh Bambang Budi Santoso dan didampingi Operation Head Sori Ritonga serta Business Support Head Achmedi Akbar.

Konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi Bambang yang baru saja dilantik sebagai Region Head PTPN IV Regional III usai serah terima jabatan pada hari yang sama. Ia menggantikan Ahmad Gusmar Harahap yang resmi memasuki masa purnatugas setelah menuntaskan pengabdian di entitas tersebut selama setahun penuh.

Dalam rapat tersebut, Bambang mengatakan bahwa kinerja moncer selama 2025 menjadi baseline yang jelas untuk menentukan performa di tahun mendatang. Dia juga mengatakan bahwa kekuatan PTPN IV Regional III adalah pada validitas data, tracking database, sehingga inisiatif penting seperti penguatan pemanfaatan statistik untuk perencanaan dan produksi bisa dioptimalkan.

“Insya Allah, kita jadikan realisasi 2025 menjadi target baseline minimal 2026. Kondisi saat ini, PTPN IV Regional III memiliki data yang kuat dan valid, bahkan ketelusuran hingga lima tahun terakhir. Seperti kemarin Pak Jatmiko (Dirut PTPN IV PalmCo) mengapresiasi PBB (perhitungan bunga buah) kita. Itulah keunggulan PTPN IV Regional III,” kata dia.

“Kita di sini memiliki budaya kerja yang positif serta kolaboratif, dan juga hubungan industrial juga alhamdulillah sangat baik. Tugas kita ke depan adalah memastikan setiap keputusan produksi berbasis data, presisi, dan berkelanjutan,” lanjut Bambang dalam arahannya.

Dalam rapat tersebut, manajemen memetakan akar persoalan yang memengaruhi produksi, mulai dari kondisi tanah serta optimalisasi pemanfaatan limbah sebagai sumber nutrisi organik tanaman.

Menjawab tantangan itu, PTPN IV Regional III menetapkan tiga strategi utama produksi 2026. Pertama adalah transformasi pengelolaan bahan organik melalui pengembangan Pembenah Tanah Cair (Liquid Soil Amendment).

Uji coba menunjukkan pembenah tanah cair mampu menyediakan unsur hara serta meningkatkan aktivitas biologi tanah. Dengan aplikasi yang lebih mudah dan luas, program ini diharapkan dapat memperbaiki kesehatan tanah secara bertahap, meningkatkan efisiensi serapan hara, serta menekan ketergantungan pupuk kimia yang selama ini menjadi beban biaya produksi.

Strategi kedua yang menjadi sorotan utama dalam rapat adalah penguatan formula statistik kebun berbasis analitik data dan machine learning. Strategi ini dinilai sebagai kunci peningkatan akurasi produksi pada 2026.

Selama ini, penyusunan proyeksi produksi dan rekomendasi pemupukan masih bersifat umum dan dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan deviasi antara rencana dan realisasi produksi. Melalui formula statistik, forecasting akan dilakukan hingga tingkat blok.

“Dengan model statistik, kita bisa membaca potensi produksi per blok secara objektif. Ini bukan sekadar angka, tetapi dasar pengambilan keputusan produksi dan pemupukan yang presisi,” jelas Operation Head Sori Ritonga.

Melalui pendekatan yang diusung Bagian Tanaman di bawah komando Daniel Triandio ini, rekomendasi pupuk tidak lagi bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap blok, termasuk umur tanaman, produktivitas historis, dan karakteristik lahan. Dengan demikian, efisiensi biaya dan peningkatan produksi dapat berjalan seiring.

Implementasi formula statistik pada 2026 akan diawali dengan Training of Trainer, pembersihan data (data cleansing), serta penyusunan forecasting produksi dari tingkat afdeling hingga regional. Hasil analisis ini juga akan menjadi fondasi penyusunan RKAP 2027 yang lebih akurat.

Strategi ketiga adalah pembangunan database dan penyusunan RKAP berbasis afdeling. Seluruh Asisten Afdeling akan menginventarisasi data detail setiap blok kebun, mulai dari tahun tanam, kondisi tanaman, aset, hingga catatan gangguan hama dan penyakit.

Database ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat perencanaan bottom-up, sekaligus memastikan bahwa setiap target produksi memiliki dasar data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain tiga strategi utama tersebut, Regional III juga melanjutkan penguatan program agro-ekologi seperti Hatch and Carry serta penanaman beneficial plant sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem kebun dan mendukung produktivitas jangka panjang.

Pada 2025, pelepasliaran Elaeidobius kamerunicus tercatat mencapai 146,95 persen dari rencana, sementara penanaman beneficial plant masih perlu ditingkatkan. Adapun dari sisi investasi, Regional III menyiapkan 491.431 batang bibit untuk mendukung program tanaman ulang dan tanaman konversi. Pada 2026, rencana Tanam ulang mencapai 2.927,59 hektare di delapan kebun, serta TK seluas 509 hektare di Kebun Air Molek I.

Business Support Head Achmedi Akbar menekankan pentingnya percepatan perizinan, ketepatan tender, serta pengawasan ketat agar program TU/TK berjalan sesuai target. Evaluasi progres akan dilakukan secara rutin, baik mingguan maupun dua mingguan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Melalui konsolidasi menyeluruh ini, Bambang Budi Santoso menegaskan komitmennya untuk membawa PTPN IV Regional III, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara menuju transformasi pertanian presisi yang berkelanjutan. Ia optimistis, dengan fondasi kinerja 2025 dan strategi yang lebih tajam, Regional III mampu meningkatkan daya saing pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Vrit Time

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Daop 2 Bandung Siapkan 24 Perjalanan KA Jarak Jauh Reguler untuk Angkutan Lebaran 2026

    KAI Daop 2 Bandung Siapkan 24 Perjalanan KA Jarak Jauh Reguler untuk Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 43
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyatakan kesiapan dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2026 dengan menyiapkan 24 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) reguler setiap hari. Kesiapan ini dilakukan untuk mengakomodir tingginya minat masyarakat yang akan menggunakan transportasi kereta api pada masa mudik dan arus balik Lebaran. Dalam pengoperasiannya, KAI Daop 2 Bandung […]

  • Hari Terakhir Periode Libur Imlek, Volume Penumpang KA di Stasiun Pekalongan Capai Empat Ribu Lebih

    Hari Terakhir Periode Libur Imlek, Volume Penumpang KA di Stasiun Pekalongan Capai Empat Ribu Lebih

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    KAI Daop 4 Semarang mencatat per pukul 08.00 WIB jumlah penumpang di Stasiun Pekalongan pada hari Selasa (17/2) mencapai 4.009 penumpang. KAI Daop 4 Semarang mencatat per pukul 08.00 WIB jumlah penumpang di Stasiun Pekalongan pada hari Selasa (17/2) mencapai 4.009 penumpang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.326 penumpang berangkat atau naik dan 1.683 penumpang datang […]

  • Kebijakan DP 0% Berlaku, BRI Finance Sambut Positif  Dengan Terapkan Strategi Selektif

    Kebijakan DP 0% Berlaku, BRI Finance Sambut Positif Dengan Terapkan Strategi Selektif

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 32
    • 0Komentar

    JAKARTA, 21 Januari 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35 Tahun 2025 berupa izin relaksasi uang muka (Down Payment/DP) 0% bagi perusahaan pembiayaan yang memenuhi kriteria tertentu. PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), sebagai bagian dari BRI Group, menyambut positif diterbitkannya peraturan tersebut. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menstimulasi permintaan di pasar otomotif, terutama bagi konsumen yang memiliki […]

  • Proyek Koperasi Merah Putih Dimulai, Kebutuhan Besi Mulai Diperebutkan di Seluruh Indonesia

    Proyek Koperasi Merah Putih Dimulai, Kebutuhan Besi Mulai Diperebutkan di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Program pembangunan Koperasi Merah Putih mulai berjalan di berbagai wilayah Indonesia. Seiring dimulainya pembangunan fasilitas koperasi, gudang distribusi, dan infrastruktur pendukung lainnya, kebutuhan material konstruksi terutama baja struktural meningkat tajam. Dalam beberapa minggu terakhir, banyak kontraktor dan pengelola proyek mulai mengamankan kebutuhan material lebih awal. Hal ini terjadi karena pembangunan dilakukan hampir bersamaan di banyak […]

  • Januari 2026 Mengawali Tren Positif Pertumbuhan Layanan Ritel KAI Logistik

    Januari 2026 Mengawali Tren Positif Pertumbuhan Layanan Ritel KAI Logistik

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Melalui layanan ritel KALOG Express, perusahaan mencatatkan peningkatan volume angkutan kurir sebesar 35%, dari 4.880 ton pada Januari 2025 menjadi 6.587 ton di Januari 2026. Capaian tersebut menjadi indikator awal atas prospek pertumbuhan layanan ritel KAI […]

  • IEF 2026: Logistik Jadi Tulang Punggung Perdagangan Digital

    IEF 2026: Logistik Jadi Tulang Punggung Perdagangan Digital

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sesi IEF Talks Panel 2 bertema “Delivering Digital Commerce: The Logistics Layer” berlangsung di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta, membahas bagaimana logistik harus bertransformasi untuk mendukung ekosistem digital berbasis ION. Tanpa logistik kuat, e-commerce tak efektif Keynote disampaikan oleh Ratnesh Verma (Founder & CEO, PIDGE). “Digital commerce hanya akan sekuat rantai logistiknya. Jika pengiriman mahal dan […]

expand_less