Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Hilirisasi Mineral Jadi Kontributor Utama Investasi, Industrialisasi Perlu Jadi Fokus

Hilirisasi Mineral Jadi Kontributor Utama Investasi, Industrialisasi Perlu Jadi Fokus

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Hilirisasi mineral kembali menjadi kontributor terbesar dalam realisasi investasi nasional sepanjang 2025. Dari total investasi nasional sebesar Rp1.931,2 triliun, sektor hilirisasi menyumbang 30,2% atau sekitar Rp584,1 triliun, menjadikannya pendorong utama pertumbuhan investasi Indonesia.

Kontribusi terbesar berasal dari sektor mineral, dengan total Rp373,1 triliun, yang terdiri dari Nikel Rp185,2 triliun, Tembaga Rp65,9 triliun, Bauksit Rp53,1 triliun, Besi baja Rp39,2 triliun, Timah Rp11,3 triliun, dan mineral lainnya sebesar Rp18,4 triliun.

Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan sektor lain seperti perkebunan dan kehutanan Rp144,5 triliun, migas Rp60 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp6,4 triliun. Data tersebut menegaskan bahwa hilirisasi mineral telah menjadi tulang punggung investasi nasional.

Kendati demikian hilirisasi dinilai masih perlu melangkah ke tahap industrialisasi. Meski capaian investasi tersebut sangat positif, para ekonom menilai Indonesia kini memasuki fase baru yang lebih menantang: mengubah hilirisasi menjadi industrialisasi menyeluruh.

Pengamat ekonomi energi dari UGM, Fahmy Radhi, menilai hilirisasi saat ini masih didominasi oleh pembangunan smelter, sehingga nilai tambah lanjutan belum sepenuhnya tercapai.

“Pemerintah tidak cukup hanya mengejar besaran investasi. Yang lebih penting adalah memastikan investasi tersebut membangun ekosistem industrialisasi yang lengkap dari hulu hingga hilir,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, pemerintah masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kualitas investasi melalui penguatan rantai pasok, diversifikasi produk, dan peningkatan teknologi industri.

Fahmy juga mencontohkan proyek hilirisasi alumina–aluminium yang dikembangkan oleh anak usaha MIND ID: PT Inalum, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), sebagai contoh hilirisasi yang mulai mengarah pada industrialisasi yang lebih matang.

Indonesia Harus Mampu Menciptakan Produk Akhir

Pengamat Ekonomi INDEF, Ahmad Heri Firdaus, menegaskan bahwa tantangan besar berikutnya adalah membangun industri produk jadi (end products) agar nilai tambah hilirisasi dapat dinikmati di dalam negeri.

“Indonesia harus mampu memproduksi end product di dalam negeri. Perlu ada iklim usaha yang memberikan nilai plus kepada investor agar mereka bersedia berinvestasi hingga tahap produk jadi,” jelasnya.

Ahmad mengingatkan bahwa hilirisasi harus menghasilkan nilai tambah optimal, bukan berhenti pada produk setengah jadi atau intermediate goods.

Adapun, pemerintah siapkan 20 proyek hilirisasi baru. Menteri Investasi dan CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan 20 proyek hilirisasi strategis dengan potensi investasi sekitar US$26 miliar dan penciptaan hingga 600.000 lapangan kerja. Sebanyak enam proyek telah diresmikan pada Februari 2026, sementara sisanya masih dalam tahap konstruksi dan negosiasi investasi.

Dengan kontribusi 30,2% terhadap total investasi nasional, hilirisasi mineral diperkirakan masih akan menjadi pilar utama investasi pada 2026.

Pemerintah terus mengupyakan investasi besar ini mampu menjadi motor bagi penciptakan nilai tambah lanjutan, memperkuat ekosistem industri nasional,

membangun rantai pasok domestik, dan menghasilkan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

    5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Kebiasaan belanja online dan transaksi sehari-hari mengalami banyak perubahan sejak pembayaran digital semakin mudah diakses. Salah satu inovasi yang ikut mendorong perubahan tersebut adalah QRIS, sistem pembayaran berbasis QR Code yang kini digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia. Dulu, banyak orang masih mengandalkan uang tunai atau transfer manual saat berbelanja. Kini, cukup membuka aplikasi perbankan atau […]

  • Jalur KA Cibeber–Lampegan Tidak Dapat Dilalui Akibat adanya Gogosan, Demi Keselamatan, Perjalanan KA Siliwangi dibatalkan

    Jalur KA Cibeber–Lampegan Tidak Dapat Dilalui Akibat adanya Gogosan, Demi Keselamatan, Perjalanan KA Siliwangi dibatalkan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 19 April 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung menyampaikan bahwa jalur kereta api pada petak jalan antara Stasiun Cibeber dan Stasiun Lampegan untuk sementara waktu tidak dapat dilalui oleh perjalanan kereta api. Hal ini disebabkan adanya gogosan pada jalur rel tepatnya di Km 74+9/0 petak jalan Cibeber–Lampegan. Informasi […]

  • Robot Berkaki Empat Unitree untuk Inspeksi di Area Industri Ekstrem

    Robot Berkaki Empat Unitree untuk Inspeksi di Area Industri Ekstrem

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Inspeksi fasilitas industri di area berbahaya, medan tidak rata, atau lingkungan yang tidak aman bagi tenaga kerja membutuhkan solusi yang bisa bergerak mandiri di kondisi lapangan nyata. Kendaraan beroda tidak bisa menavigasi tangga, lereng curam, atau area dengan hambatan fisik yang kompleks. Unitree A2 hadir sebagai robot quadruped industri dengan kecepatan maksimal 6 m/s, kemampuan […]

  • Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Otista Kompak Berseragam Pakaian Nasional

    Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Otista Kompak Berseragam Pakaian Nasional

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja frontliner BRI Branch Office Otista tampil kompak dengan mengenakan pakaian nasional saat melayani nasabah. Penampilan seragam bernuansa budaya ini menghadirkan suasana berbeda di area layanan, sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Para frontliner mengenakan beragam busana adat dari berbagai daerah dengan tetap menjaga kerapian serta […]

  • Barantum, Solusi Vendor WhatsApp CRM untuk Bisnis Indonesia

    Barantum, Solusi Vendor WhatsApp CRM untuk Bisnis Indonesia

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Komunikasi dengan pelanggan kini berlangsung lebih cepat, terutama melalui WhatsApp. Namun, semakin banyaknya percakapan yang masuk juga membuat banyak bisnis kesulitan menjaga […]

  • BRI Region 6 Gelar Pendidikan ToT New Qlola bagi Jajaran RMFT Seluruh Unit Kerja Supervisi

    BRI Region 6 Gelar Pendidikan ToT New Qlola bagi Jajaran RMFT Seluruh Unit Kerja Supervisi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pemahaman pekerja terhadap pengembangan layanan digital perbankan, BRI Region 6/Jakarta 1 melaksanakan kegiatan Pendidikan Training of Trainer (ToT) New Qlola bagi jajaran Relationship Manager Funding and Transaction (RMFT) dari seluruh unit kerja supervisi Region 6/Jakarta 1. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung transformasi digital dan memperkuat kapabilitas […]

expand_less