Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » 60% Investor Kripto RI Usia Muda, Gen Z Paling Agresif Bertransaksi

60% Investor Kripto RI Usia Muda, Gen Z Paling Agresif Bertransaksi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar

Solo, 15 April 2026 — Pertumbuhan penggunaan aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren positif, dengan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial muda, menjadi penggerak utama adopsi nasional. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Roadshow Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang digelar di Universitas Sebelas Maret, Solo, pada tanggal 14 April 2026, hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), dan Tokocrypto.

Berdasarkan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, sebanyak 93% responden telah familiar dengan aset kripto, dengan lebih dari separuhnya merupakan Gen Z yang aktif menjadikan kripto sebagai bagian dari percakapan finansial sehari-hari di media digital dan komunitas online. Fenomena ini menegaskan peran generasi muda sebagai motor utama dalam pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia.

Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Aset Keuangan Digital (IAKD) Otoritas Jasa Keuangan, Dino Milano Siregar, menilai tingginya partisipasi generasi muda di pasar kripto belum sepenuhnya mencerminkan tingkat literasi finansial yang matang. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Gen Z tidak selalu didasarkan pada pertimbangan investasi yang rasional, melainkan juga dipengaruhi oleh dinamika sosial di ruang digital.

“Partisipasi yang tinggi ini perlu kita lihat secara lebih kritis. Tidak semua didorong oleh pemahaman yang kuat, tetapi juga oleh faktor social learning, peer influence, hingga fear of missing out atau FOMO yang sangat kuat di kalangan generasi muda,” ujar Dino.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi regulator dan pelaku industri untuk memperkuat edukasi. “Di sinilah pentingnya peran literasi. Kita ingin memastikan bahwa generasi muda tidak hanya ikut tren, tetapi juga memahami risiko, memiliki strategi, dan mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak,” tambahnya.

Gen Z Cenderung Lebih Aktif di Kripto

Business Development & Research Lead Tokocrypto, Indriana, mengungkapkan bahwa dari sisi platform, Gen Z menunjukkan karakteristik yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. “Gen Z cenderung lebih aktif dan memiliki risk appetite yang lebih tinggi. Mereka cepat dalam mengambil keputusan, terutama saat melihat peluang dari tren pasar. Namun di sisi lain, mereka juga mulai menunjukkan perkembangan positif dengan meningkatnya literasi, seperti diversifikasi aset dan pengelolaan portofolio yang lebih strategis,” ujarnya.

Data internal Tokocrypto menunjukkan bahwa sebanyak 26,9% investor berada pada rentang usia 18–24 tahun dan 35,1% di usia 25–30 tahun. Artinya, lebih dari 60% pengguna platform didominasi generasi muda. Selain memiliki frekuensi transaksi yang tinggi, Gen Z juga dikenal sebagai digital-native yang mengandalkan media sosial, komunitas, dan influencer dalam mengambil keputusan investasi.

Indriana menambahkan bahwa peran platform exchange tidak hanya sebatas sebagai fasilitator transaksi, tetapi juga sebagai penggerak edukasi.

“Kami melihat edukasi sebagai fondasi penting untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Melalui berbagai inisiatif seperti Tokocrypto Academy, Weekly Research, webinar, hingga workshop dan kolaborasi dengan kampus, kami ingin memastikan pengguna tidak hanya ikut tren, tetapi juga memahami risiko dan strategi investasi,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi, Tokocrypto juga mengembangkan program edukasi berbasis komunitas seperti OBRAS (Obrolan Komunitas) yang telah menjangkau lebih dari 50 kota dengan total partisipasi lebih dari 200 ribu orang sepanjang 2025. Program ini menjadi salah satu bentuk pendekatan inklusif untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap aset kripto, termasuk di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau edukasi.

Selain edukasi, fitur-fitur pendukung seperti Dollar Cost Averaging (DCA), staking, dan convert juga dihadirkan untuk membantu pengguna membangun strategi investasi jangka panjang yang lebih disiplin. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi perilaku spekulatif dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih terukur.

Fenomena Dominasi Gen Z di Industri Kripto

Fenomena dominasi Gen Z dalam adopsi kripto juga tercermin secara global. Studi Protocol Theory menunjukkan bahwa generasi muda di Amerika Serikat memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi terhadap kripto dibandingkan institusi keuangan tradisional, dengan 22% Gen Z lebih mempercayai kripto dalam menjaga aset mereka, dibandingkan hanya 13% pada Gen X dan 5% pada baby boomers. Preferensi ini didorong oleh kebutuhan akan kontrol, transparansi, dan akses terhadap aset digital.

Menanggapi tren tersebut, Indriana, menilai bahwa pola ini juga mulai terlihat di Indonesia, terutama dari cara Gen Z memandang kepemilikan aset. “Gen Z cenderung ingin memiliki kendali langsung atas aset mereka dan lebih transparan dalam memantau pergerakannya. Ini yang membuat kripto menjadi menarik, karena memberikan rasa kontrol dan akses yang sebelumnya tidak mereka dapatkan di sistem keuangan konvensional,” ujarnya.

Di sisi lain, laporan World Economic Forum juga menyoroti bahwa tekanan ekonomi seperti stagnasi pendapatan dan meningkatnya biaya hidup mendorong sebagian Gen Z untuk mencari alternatif investasi yang lebih berisiko, termasuk kripto . Hal ini menunjukkan bahwa selain faktor teknologi, kondisi ekonomi juga berperan dalam membentuk perilaku investasi generasi muda.

Indriana menambahkan bahwa kombinasi faktor teknologi dan ekonomi ini perlu diimbangi dengan pendekatan edukasi yang tepat. “Ketertarikan yang tinggi perlu diimbangi dengan pemahaman yang kuat. Tanpa literasi yang cukup, keputusan investasi bisa menjadi terlalu reaktif terhadap tren, bukan berdasarkan strategi jangka panjang,” katanya.

Melalui diskusi panel dalam rangkaian BLK 2026, para pelaku industri berupaya mengeksplorasi secara kritis apakah tingginya partisipasi Gen Z di pasar kripto mencerminkan literasi finansial yang kuat, atau justru lebih dipengaruhi oleh dinamika sosial dan tren digital. Ke depan, kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan institusi pendidikan dinilai menjadi kunci dalam memastikan pertumbuhan ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hisense Perpanjang Kemitraan Jangka Panjang dengan UEFA sebagai Mitra Resmi UEFA EURO 2028

    Hisense Perpanjang Kemitraan Jangka Panjang dengan UEFA sebagai Mitra Resmi UEFA EURO 2028

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Hisense akan melanjutkan kemitraannya dengan UEFA sebagai Mitra Resmi UEFA EURO 2028. Kemitraan ini menandai keempat kalinya secara berturut-turut Hisense mendukung Kejuaraan Eropa UEFA BERLIN, 3 September 2026 — Hisense sebagai merek elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga global, mengumumkan di IFA 2026 bahwa perusahaan akan melanjutkan kemitraannya dengan UEFA sebagai Mitra Resmi UEFA EURO […]

  • Inspeksi Visual dan Thermal Jarak Jauh dengan DJI Zenmuse H30T

    Inspeksi Visual dan Thermal Jarak Jauh dengan DJI Zenmuse H30T

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Inspeksi aset industri dari jarak aman membutuhkan sistem yang bisa menghasilkan data visual dan thermal beresolusi tinggi tanpa mengharuskan tim berada di dekat aset. Flare stack, menara transmisi, dan fasilitas produksi aktif adalah contoh aset yang tidak bisa diinspeksi secara langsung tanpa risiko keselamatan yang signifikan. DJI Zenmuse H30T hadir sebagai payload inspeksi multi-sensor yang […]

  • Surat Berharga Multifinance Turun, BRI Finance Tetap Jaga Fleksibilitas Pendanaan

    Surat Berharga Multifinance Turun, BRI Finance Tetap Jaga Fleksibilitas Pendanaan

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Oktober 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penerbitan surat berharga multifinance turun 12,71% menjadi Rp62,19 triliun. Di tengah dinamika suku bunga, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan penurunan kebutuhan pendanaan perusahaan pembiayaan. Kebutuhan pendanaan tetap berjalan seiring dengan kebutuhan ekspansi dan refinancing. PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mengungkap sejumlah alternatif sumber pendanaan […]

  • Metland Menteng Buka Show Unit Cluster Conifera

    Metland Menteng Buka Show Unit Cluster Conifera

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sebagai bagian dari strategi pemasaran dan pengenalan produk hunian terbaru, Metland Menteng membuka show unit Cluster Conifera (8/2). Peluncuran ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung konsep, desain, serta kualitas hunian yang ditawarkan, sekaligus memperkuat posisi Metland Menteng dalam menjawab kebutuhan masyarakat urban akan hunian yang fungsional dan bernilai jangka panjang. “Melalui Cluster […]

  • Cara Memanfaatkan Promo QRIS untuk Menghemat Pengeluaran Harian

    Cara Memanfaatkan Promo QRIS untuk Menghemat Pengeluaran Harian

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Promo QRIS bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk menghemat pengeluaran harian, terutama jika digunakan secara bijak untuk kebutuhan yang memang sudah direncanakan sebelumnya. Saat ini, berbagai merchant dan penyedia layanan pembayaran rutin menawarkan promo QRIS berupa diskon, cashback, hingga potongan harga untuk transaksi tertentu. Di tengah kenaikan biaya hidup dan kebutuhan yang terus bertambah, […]

  • Termasuk dalam 4 Profil Pelajar Manakah Siswa Anda? Mengungkap Perilaku Tersembunyi Saat Ujian Melalui Data Digital

    Termasuk dalam 4 Profil Pelajar Manakah Siswa Anda? Mengungkap Perilaku Tersembunyi Saat Ujian Melalui Data Digital

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Dalam sebuah studi yang menargetkan sebuah sekolah negeri di Indonesia, SPRIX Education Foundation melaksanakan TOFAS, sebuah tes perhitungan berbasis komputer. Dengan menganalisis data log digital secara real-time (waktu nyata), seperti kecepatan menjawab dan akurasi seiring berjalannya waktu, kami mengungkap bagaimana siswa berinteraksi dengan soal-soal ujian. Melalui penelitian ini, kami telah mengidentifikasi empat profil perilaku yang […]

expand_less