Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar

Di tengah situasi ekonomi yang penuh dinamika, satu hal menjadi semakin jelas: masyarakat tidak lagi hanya mencari dana, tetapi juga cara yang lebih cerdas untuk mengelola aset mereka.

Di tengah tekanan ekonomi yang kian terasa, mulai dari pelemahan rupiah hingga kenaikan harga kebutuhan pokok, masyarakat Indonesia perlahan mengubah cara mereka mengelola keuangan. Jika sebelumnya pinjaman bank menjadi pilihan utama, kini semakin banyak yang mencari alternatif yang lebih cepat, fleksibel, dan tidak mengorbankan aset.

Data pencarian digital menunjukkan lonjakan minat terhadap topik seperti “harga emas hari ini”, “rupiah ke dolar”, hingga “cara mendapatkan dana cepat”. Fenomena ini mencerminkan satu hal yang sama: meningkatnya kebutuhan likuiditas di tengah ketidakpastian.

Namun menariknya, tidak semua orang memilih menjual aset mereka.

Sebagian justru mengambil langkah yang lebih strategis, yakni memanfaatkan aset yang dimiliki sebagai jaminan tanpa harus kehilangan kepemilikannya. Skema ini dikenal luas sebagai gadai, dan kini mulai kembali dilirik, terutama oleh kalangan yang memiliki aset bernilai tinggi.

Di pasar, aset seperti emas, jam tangan mewah, tas branded, hingga kendaraan premium dinilai memiliki karakteristik yang ideal sebagai sumber likuiditas. Selain nilainya relatif stabil, aset-aset ini juga memiliki pasar sekunder yang aktif, sehingga mudah untuk dinilai dan dicairkan.

Fenomena ini juga diamati oleh pelaku industri. Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyebut bahwa dalam beberapa waktu terakhir terjadi pergeseran cara pandang masyarakat terhadap aset.

“Dulu aset seperti jam tangan atau tas mewah lebih banyak diposisikan sebagai koleksi atau simbol gaya hidup. Sekarang, kami melihat semakin banyak yang mulai menyadari bahwa aset tersebut juga bisa menjadi alat untuk menjaga cashflow, tanpa harus dijual, jadi bisa melakukan gadai tas misalnya” ujar David.

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang tidak menentu membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial. Menjual aset di saat pasar tidak optimal sering kali dianggap kurang menguntungkan, sehingga opsi gadai menjadi alternatif yang lebih rasional.

“Dalam situasi seperti sekarang, banyak nasabah yang memilih untuk tetap mempertahankan asetnya. Gadai memberikan fleksibilitas karena mereka bisa mendapatkan dana cepat, tetapi tetap memiliki kesempatan untuk mengambil kembali aset tersebut,” lanjutnya.

Selain faktor fleksibilitas, kecepatan proses juga menjadi pertimbangan utama. Dibandingkan dengan pinjaman konvensional yang membutuhkan waktu dan persyaratan lebih kompleks, gadai dinilai lebih praktis, terutama untuk kebutuhan mendesak atau menjaga arus kas jangka pendek.

Tren ini juga sejalan dengan perkembangan global, di mana aset luxury mulai dipandang sebagai bagian dari strategi keuangan, bukan sekadar konsumsi. Di berbagai negara, pasar resale untuk barang-barang seperti jam tangan premium dan tas branded terus menunjukkan pertumbuhan, memperkuat posisi aset tersebut sebagai instrumen bernilai.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa setiap keputusan finansial tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Pemahaman terhadap risiko, tenor pinjaman, serta kemampuan pelunasan menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Di tengah situasi ekonomi yang penuh dinamika, satu hal menjadi semakin jelas: masyarakat tidak lagi hanya mencari dana, tetapi juga cara yang lebih cerdas untuk mengelola aset mereka.

Dan bagi sebagian orang, jawabannya bukan menjual, melainkan memanfaatkan apa yang sudah mereka miliki.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktif dan Kompetitif, Tim Futsal BRI Region 6/Jakarta 1 Ramaikan Berbagai Turnamen

    Aktif dan Kompetitif, Tim Futsal BRI Region 6/Jakarta 1 Ramaikan Berbagai Turnamen

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Aktif dan Kompetitif, Tim Futsal BRI Region 6/Jakarta 1 Ramaikan Berbagai Turnamen Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional

    Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Banjarbaru, 19 September 2026 – Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi semakin penting dalam memastikan pendidikan pertambangan tetap relevan dengan kondisi lapangan. Semangat tersebut menjadi bagian dari Temu Nasional Tahunan XII Forum Komunikasi Ketua Program Studi Teknik Pertambangan Seluruh Indonesia (FORKOPINDO) dan Workshop Mata Kuliah (WMK) yang berlangsung pada 4–9 September 2026 […]

  • Sempat Diragukan dan Dibully, Rendi Buktikan Diri Hingga Mewakili Bali di Ajang Nasional

    Sempat Diragukan dan Dibully, Rendi Buktikan Diri Hingga Mewakili Bali di Ajang Nasional

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Dari pengalaman bullying dan kegagalan berulang saat remaja, Rendi kini sukses berkarier sebagai Marketing Communication Manager di Grand Mercure Bali Seminyak sekaligus aktif dalam pemberdayaan anak muda melalui komunitas Incredible Youth. Tahun ini, Rendi resmi terpilih sebagai salah satu Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2026 dan akan mewakili Bali. Bali, 14 Mei 2026 – Lahir dan […]

  • Bahasa Inggris di Kampus: Mitos atau Realita?

    Bahasa Inggris di Kampus: Mitos atau Realita?

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Saat membahas modal paling penting untuk bekerja di perusahaan multinasional atau bahkan luar negeri, tentu salah satunya adalah kemampuan berbahasa Inggris. Buktinya, laporan dari Cambridge English menemukan bahwa sekitar 85% organisasi internasional di seluruh dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa kerja utama mereka. Kabar gembiranya, kamu bisa mengasah skill bahasa Inggris dengan sangat […]

  • IDstar dan Tencent Cloud Perkuat Kemitraan Strategis untuk Akselerasi Transformasi Cloud di Indonesia

    IDstar dan Tencent Cloud Perkuat Kemitraan Strategis untuk Akselerasi Transformasi Cloud di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    IDstar resmi memperkuat kemitraan strategis dengan Tencent Cloud guna mengakselerasi transformasi digital dan migrasi cloud bagi sektor enterprise di Indonesia. Kolaborasi ini telah diwujudkan melalui keberhasilan migrasi sistem skala besar pada salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di tanah air dengan mengerahkan hampir 200 profesional IT. Melalui sinergi ini, IDstar dan Tencent Cloud siap memperluas layanan […]

  • Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

    Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Kabupaten Tangerang, 15 Oktober 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso hari ini, Kamis, (15/10) menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Perdagangan dan PT Nestlé Indonesia. MoU tersebut ditandatangani Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, dan Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, sebagai salah satu rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) […]

expand_less