Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Strategi Pendanaan Adaptif, BRI Finance Stabilkan Cost of Fund pada Kuartal I-2026

Strategi Pendanaan Adaptif, BRI Finance Stabilkan Cost of Fund pada Kuartal I-2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar

Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah tren kenaikan suku bunga dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi yang masih membayangi industri jasa keuangan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi industri multifinance yang saat ini masih mengandalkan pendanaan dari sektor perbankan sebagai sumber utama pendanaan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga Maret 2026, pendanaan industri pembiayaan nasional masih didominasi oleh pinjaman perbankan dengan total mencapai Rp279,74 triliun atau setara 73,65% dari keseluruhan sumber pendanaan. Ketergantungan tersebut membuat industri multifinance menghadapi tantangan yang cukup besar ketika suku bunga bergerak naik dan pasar obligasi mengalami tekanan yield.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “BRI Finance secara aktif melakukan penyesuaian strategi pendanaan agar tetap adaptif terhadap dinamika suku bunga dan kondisi likuiditas pasar. Dukungan sinergi dengan Group BRI juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat stabilitas biaya dana perusahaan.”

Hingga Maret 2026, komposisi pendanaan BRI Finance berasal dari pendanaan perbankan sebesar Rp2,32 triliun atau 56,01% dari total pendanaan perusahaan. Selain itu, pendanaan dari obligasi tercatat sebesar Rp1 triliun atau 24,22%, sementara joint financing mencapai Rp818,7 miliar atau 19,77%.

Perseroan kemudian melakukan penyesuaian strategi pendanaan pada April 2026 seiring perkembangan kondisi pasar. Porsi pendanaan dari perbankan tercatat turun menjadi 52,72% atau sebesar Rp2,20 triliun. Di saat yang sama, kontribusi joint financing meningkat menjadi Rp973,9 miliar atau 23,29%, sedangkan porsi obligasi berada di level 23,99% atau sekitar Rp1 triliun.

Peningkatan porsi joint financing dilakukan karena skema tersebut dinilai mampu memberikan alternatif pendanaan dengan tingkat bunga yang lebih kompetitif. Perusahaan juga memanfaatkan pendanaan jangka pendek secara lebih optimal untuk menjaga fleksibilitas pengelolaan dana.

Selain melakukan diversifikasi sumber pendanaan, BRI Finance turut memperkuat pengelolaan likuiditas internal melalui optimalisasi arus kas dan efisiensi penggunaan dana. Perseroan juga terus meningkatkan kualitas penagihan guna mempercepat cash inflow serta menjaga posisi likuiditas tetap solid.

Dalam strategi penerbitan obligasi, BRI Finance juga menerapkan pendekatan yang lebih selektif dengan mempertimbangkan momentum pasar serta tenor yang dinilai paling optimal bagi perusahaan. “Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kesinambungan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan secara sehat di tengah tantangan industri yang terus bergerak dinamis,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahjong Makin Digemari, Hotel Ini Buka Kelas Belajar Akhir Pekan

    Mahjong Makin Digemari, Hotel Ini Buka Kelas Belajar Akhir Pekan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta, Juli 2026 – Dari coffee shop hingga komunitas hobi, Mahjong mulai menjadi salah satu aktivitas sosial yang semakin sering ditemui di Jakarta. Permainan tradisional yang berasal dari Tiongkok ini kini menarik perhatian generasi muda, pekerja profesional, hingga mereka yang sekadar mencari kegiatan baru untuk mengisi akhir pekan. Di media sosial, konten seputar Mahjong semakin […]

  • Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

    Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Juli 2026 — Harga Bitcoin bergerak fluktuatif setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima minggu di kisaran US$66.400–US$66.500 pada 21 Juli 2026. Namun, penguatan tersebut tertahan setelah BTC terkoreksi ke area US$65.600–US$65.700 pada 22 Juli 2026.  Koreksi terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia, dengan WTI menembus US$85 per barel dan Brent mendekati US$90 per barel. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadaptekanan inflasi global dan arah kebijakan suku bunga The Fed.  CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi Bitcoin tidak serta-merta menghapus peluang penguatan, tetapi pasar membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat dari faktor makro dan arus dana institusional.  “Koreksi setelah Bitcoin menyentuh level tertinggi lima minggu adalah hal yang wajar, terutama ketika pasar menghadapi tekanan dari harga minyak dan geopolitik. Peluang penguatan tetap terbuka, tetapi pasar membutuhkan dukungan yang lebih solid, baik dari stabilisasi makro, meredanya risiko energi, maupun keberlanjutan inflow institusional,” ujar Yudho.  Menurut Yudho, harga minyak kini menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam membaca arah Bitcoin jangka pendek. Selama tekanan energi dan eskalasigeopolitik masih berlangsung, volatilitas pasar kripto berpotensi tetap tinggi.  “Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi variabel yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika kenaikan harga energi berlanjut dan kembali mendorong kekhawatiran inflasi, ekspektasiterhadap arah suku bunga The Fed juga bisa berubah. Dampaknya dapat langsung terasa pada aset berisiko seperti Bitcoin,” jelasnya.  Menurut data riset Market Outlook FLOQ, level US$66.500 menjadi resistance jangka pendek Bitcoin setelah dua kali gagal ditembus sepanjang bulan ini. Sementara itu, area US$64.000 menjadisupport penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar.  Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Fokus  Data FLOQ mencatat eskalasi konflik AS-Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak. Selama tekanan geopolitik dan risiko pasokan energi belum mereda, hargaminyak diperkirakan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.  “Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi indikator penting untuk membaca arah Bitcoin. […]

  • Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 2 Bandung Perbaiki Geometri Perlintasan Sebidang di 47 Titik

    Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 2 Bandung Perbaiki Geometri Perlintasan Sebidang di 47 Titik

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Kamis, 2 Juli 2026 Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 2 Bandung Perbaiki Geometri Perlintasan Sebidang di 47 Titik Bandung (Jawa Barat), 2 Juli 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus melaksanakan program rutin peningkatan keselamatan perjalanan kereta api melalui perbaikan geometri di sejumlah perlintasan […]

  • Daftar Konflik Global 2026 yang Perlu Dipantau Trader dan Investor

    Daftar Konflik Global 2026 yang Perlu Dipantau Trader dan Investor

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pergerakan pasar keuangan global tidak hanya dipengaruhi oleh data ekonomi atau kebijakan bank sentral. Konflik geopolitik juga sering menjadi faktor utama yang memicu volatilitas harga di berbagai instrumen seperti emas, minyak, indeks saham, hingga mata uang. Bagi trader dan investor, memahami dinamika konflik internasional sangat penting untuk mengantisipasi perubahan sentimen pasar. Gejolak geopolitik biasanya memicu […]

  • CLEAR Men Ultra Jangkau 65,7 Juta Penggemar Sepak Bola Selama Kampanye  FIFA World Cup 2026™

    CLEAR Men Ultra Jangkau 65,7 Juta Penggemar Sepak Bola Selama Kampanye FIFA World Cup 2026™

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    ● Melalui kampanye FIFA World Cup 2026™, CLEAR Men Ultra menginspirasi laki-laki untuk tampil percaya diri dengan rambut dan kulit kepala yang sehat serta bebas ketombe ● FIFA World Cup 2026™ menjadi turnamen terbesar dengan sejumlah catatan rekor Keterangan foto: CLEAR bersama Ganindra Bimo, Tio Prasetyo, serta konsumen CLEAR menyaksikan pertandingan quarter final Belgia vs […]

  • OSL Indonesia Resmikan Kantor Baru, Perkuat Komitmen Kepatuhan Berstandar Global di Indonesia

    OSL Indonesia Resmikan Kantor Baru, Perkuat Komitmen Kepatuhan Berstandar Global di Indonesia

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 28 September 2026 – OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmikan kantor barunya. Tandakan komitmen jangka panjang pada pertumbuhan dan pemberdayaan industri aset keuangan digital di Indonesia berbasis standar kepatuhan global. Kehadiran kantor fisik ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan dengan […]

expand_less