Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bittime Raih Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK

Bittime Raih Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Bittime resmi meluncurkan layanan Bittime Futures setelah memperoleh izin dari CFX, menjadikannya PAKD pertama yang memperoleh izin penuh di era pengawasan OJK. Kehadiran layanan ini melengkapi ekosistem investasi Bittime yang kini mencakup Spot, Staking, dan Futures, sekaligus memperluas pilihan investasi digital yang aman, teregulasi, dan transparan bagi masyarakat Indonesia.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akan meluncurkan layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital pada 15 Juli 2026. 

Peluncuran ini dilakukan setelah Bittime memperoleh izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). Ini menjadikan Bittime sebagai pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin melalui proses perizinan secara penuh di bawah era pengawasan OJK.

Penyebutan “pertama” mengacu pada proses perizinan yang sejak awal berlangsung sepenuhnya di bawah kerangka regulasi OJK. Seperti diketahui, pengaturan dan pengawasan aset kripto resmi beralih dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK.

Dengan hadirnya layanan ini, Bittime kini menawarkan portofolio investasi kripto 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures. Kehadiran ketiga layanan tersebut memberikan lebih banyak cara bagi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar aset kripto sekaligus memperkuat posisi Bittime sebagai gerbang masyarakat Indonesia menuju berbagai aset global.

Regulasi OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital

Peluncuran layanan ini sejalan dengan semakin kuatnya fondasi regulasi industri aset keuangan digital di Indonesia. Melalui POJK Nomor 23 Tahun 2025, OJK memperluas ruang lingkup perdagangan aset keuangan digital dengan memasukkan derivatif aset keuangan digital sebagai bagian dari ekosistem yang diatur secara resmi, sekaligus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui penyusunan Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026–2031. Hingga Juli 2026, OJK telah memberikan izin kepada 26 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), dengan jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto mencapai 22,4 juta. Data tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap industri aset keuangan digital yang didukung oleh kepastian regulasi.

CFX Dukung Pendalaman Pasar Aset Keuangan Digital

Direktur PT Central Finansial X (CFX), Lukas Lauw, menjelaskan bahwa peluncuran perdagangan derivatif aset keuangan digital ini merupakan langkah strategis dalam upaya pendalaman pasar dan perluasan use case industri di Indonesia. Sebagai pionir bursa aset kripto berizin di Indonesia, CFX terus mendorong hadirnya inovasi produk yang mematangkan ekosistem, namun tetap berada di dalam koridor pengawasan dan regulasi yang berlaku. 

“Instrumen derivatif merupakan bagian penting untuk pendalaman pasar, karena memberikan opsi manajemen risiko dan strategi investasi yang lebih komprehensif bagi konsumen. Kami menyambut baik langkah inovatif dari anggota bursa dan berharap peluncuran layanan derivatif oleh Bittime ini dapat meningkatkan adopsi derivatif secara domestik, tentunya dengan tetap menjadikan tata kelola, integritas pasar, dan pelindungan konsumen sebagai prioritas utama,” tegas Lukas. 

Bittime Hadirkan Lebih Banyak Cara Berinvestasi

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan peluncuran layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperluas pilihan layanan investasi sekaligus menjawab kebutuhan trader Indonesia terhadap platform futures yang teregulasi.

“Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital yang terdaftar dan diawasi OJK, kami ingin menghadirkan alternatif platform futures yang aman, patuh terhadap regulasi, dan kompetitif. Dengan hadirnya Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform, Bittime memberikan lebih banyak cara bagi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar aset kripto,” ujar Ryan.

Menurut Ryan, langkah tersebut juga memperkuat positioning Bittime sebagai gerbang masyarakat Indonesia menuju berbagai aset global melalui ekosistem investasi digital yang terintegrasi.

Pada tahap awal peluncuran, Bittime Futures menghadirkan 49 trading pair aset kripto populer. Pengguna dapat membuka posisi long maupun short, menggunakan leverage hingga 25x, serta memilih Cross Margin atau Isolated Margin sesuai strategi dan preferensi manajemen risiko masing-masing.

Seluruh pengguna wajib mengikuti knowledge test sebelum dapat mengakses fitur futures. Bittime juga menyediakan berbagai materi edukasi agar pengguna memahami karakteristik dan risiko perdagangan derivatif aset keuangan digital sebelum mulai bertransaksi.

“Dengan jumlah konsumen aset keuangan digital yang telah mencapai 22,4 juta, kami melihat kebutuhan terhadap pilihan investasi digital akan terus berkembang. Karena itu, Bittime akan terus menghadirkan inovasi yang dibangun di atas fondasi kepatuhan, edukasi, dan pelindungan konsumen agar semakin banyak masyarakat dapat berinvestasi dengan percaya diri,” tambah Ryan.

Prospek Dinilai Semakin Menjanjikan

Crypto Influencer Kimiko menilai hadirnya layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital Bittime menjadi perkembangan positif bagi komunitas trader Indonesia yang selama ini banyak mengakses perdagangan derivatif melalui platform luar negeri.

“Selama ini banyak trader Indonesia memilih platform luar negeri karena akses terhadap produk derivatif sudah lebih dulu tersedia. Dengan semakin berkembangnya regulasi di Indonesia dan hadirnya futures dalam ekosistem yang diawasi regulator, saya melihat semakin banyak trader yang akan mempertimbangkan menggunakan platform dalam negeri,” jelas Kimiko.

Menurut Kimiko, semakin jelasnya regulasi, bertambahnya pilihan produk, serta meningkatnya literasi investor akan menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan perdagangan derivatif aset keuangan digital di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Ia menilai kehadiran platform seperti Bittime yang mengedepankan edukasi dan kepatuhan terhadap regulasi dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya industri aset keuangan digital yang lebih sehat.

Melalui peluncuran layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital ini, Bittime menegaskan komitmennya sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital yang terdaftar dan diawasi OJK untuk terus menghadirkan inovasi yang sejalan dengan perkembangan regulasi, memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi digital yang aman dan transparan, serta mendukung pengembangan ekosistem aset keuangan digital Indonesia yang semakin kuat, berintegritas, dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Micron Naikkan Dividen 30%, Sinyal Optimisme di Tengah Lonjakan Permintaan Chip AI

    Micron Naikkan Dividen 30%, Sinyal Optimisme di Tengah Lonjakan Permintaan Chip AI

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Kenaikan dividen Micron mencerminkan optimisme terhadap permintaan chip AI global di tengah investasi besar sektor teknologi dan pusat data. Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Micron Technology, mengumumkan kenaikan dividen sebesar 30%, mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang di tengah meningkatnya permintaan global terhadap chip memori. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi investor, terutama […]

  • Saham AI Mulai Terkoreksi, Investor Uji Kekuatan Reli Teknologi AS

    Saham AI Mulai Terkoreksi, Investor Uji Kekuatan Reli Teknologi AS

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Pasar saham Amerika Serikat mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan tekanan di zona merah setelah mengalami reli panjang yang sebelumnya didorong oleh penguatan sektor teknologi dan semikonduktor. Pergerakan pasar kali ini mencerminkan perubahan sentimen investor yang mulai mengambil langkah hati-hati dengan melakukan aksi ambil untung (profit taking) terhadap sejumlah saham yang telah mencatatkan kenaikan signifikan. Tekanan […]

  • Imbauan Datang Lebih Awal, KAI Daop 1 Pastikan Perjalanan Kereta Jarak Jauh Tetap Lancar di Tengah Cuaca Ekstrem

    Imbauan Datang Lebih Awal, KAI Daop 1 Pastikan Perjalanan Kereta Jarak Jauh Tetap Lancar di Tengah Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 69
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengimbau para pelanggan kereta api jarak jauh untuk datang lebih awal ke stasiun keberangkatan, khususnya Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, serta stasiun-stasiun wilayah Daop 1 Jakarta seperti Bekasi, Jatinegara, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Imbauan ini disampaikan seiring dengan tingginya curah hujan yang berpotensi menimbulkan genangan […]

  • Motor Premium Kian Terjangkau, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Kompetitif untuk Touring

    Motor Premium Kian Terjangkau, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Kompetitif untuk Touring

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 Mei 2026 – Tren touring motor di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, seiring berkembangnya gaya hidup berkendara jarak jauh yang mengedepankan pengalaman, eksplorasi, dan konektivitas. Aktivitas ini kini tidak hanya menjadi bagian dari komunitas otomotif, tetapi juga semakin diminati oleh masyarakat urban dan profesional muda. Secara industri, pasar sepeda motor nasional tetap menunjukkan daya […]

  • Dengan Lebih Dari 20 Juta Pengguna, Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Adopsi Kripto Regional di Tengah Lonjakan Pengguna

    Dengan Lebih Dari 20 Juta Pengguna, Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Adopsi Kripto Regional di Tengah Lonjakan Pengguna

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Permintaan institusional global dan pertumbuhan domestik mendorong transformasi struktural industri kripto. Jakarta, Indonesia —22 April 2026  Indonesia dinilai berada pada titik penting dalam evolusi industri kripto global, seiring dengan meningkatnya partisipasi investor domestik dan perubahan struktural yang terjadi di tingkat internasional. Dalam wawancara terbaru bersama CNBC Indonesia, Founder & CEO FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan bahwa pasar kripto saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai pasar yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari ekosistem keuangan global yang semakin terintegrasi dengan dinamika makro, termasuk pergerakan suku bunga, likuiditas global, serta ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi perilaku investor di berbagai kelas aset. Menurutnya, apa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir bukanlah penurunan fundamental, melainkan proses penyesuaian harga yang mencerminkan perubahan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi global, di mana investor kini semakin mempertimbangkan faktor-faktor eksternal dalam pengambilan keputusan terkait aset digital. Interview ini bisa ditonton sepenuhnya di Channel YouTube CNBC Indonesia. Dalam konteks global, salah satu perubahan paling signifikan yang mendorong arah industri adalah meningkatnya keterlibatan institusi besar dalam ekosistem kripto. Berbeda dengan siklus sebelumnya yang didominasi oleh partisipasi ritel, saat ini semakin banyak asset manager, investment bank, perbankan, hingga perusahaan global yang mulai mengalokasikan dana ke Bitcoin, baik sebagai aset utama maupun sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio mereka. Pergeseran ini tidak hanya meningkatkan legitimasi aset kripto sebagai bagian dari lanskap investasi yang lebih luas, tetapi juga memperkuat struktur pasar dari sisi likuiditas dan stabilitas jangka panjang. Yudhono menekankan bahwa institusi tidak bergerak berdasarkan sentimen jangka pendek, melainkan mempertimbangkan faktor-faktor seperti struktur pasar, kedalaman likuiditas, serta potensi pertumbuhan jangka panjang, sehingga kehadiran mereka menjadi salah satu indikator penting bahwa industri ini sedang bergerak menuju fase yang lebih matang dan berkelanjutan.  Di sisi domestik, Indonesia menunjukkan perkembangan yang tidak kalah signifikan. Dengan lebih dari 20 juta investor kripto yang tercatat, serta keberadaan lebih dari 20 pelaku industri yang telah beroperasi dalam kerangka regulasi yang semakin jelas, Indonesia telah melampaui fase awal adopsi dan mulai membangun fondasi sebagai pasar yang lebih terstruktur. Pertumbuhan ini juga didukung oleh peningkatan pengawasan dan kejelasan regulasi, yang tidak hanya memberikan rasa aman bagi investor, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pelaku industri untuk berkembang secara berkelanjutan. Dalam perspektif ini, Indonesia tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan tinggi, tetapi sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjadi pusat adopsi kripto di kawasan Asia, terutama dengan karakteristik demografis yang didominasi oleh populasi digital-native serta meningkatnya penetrasi teknologi finansial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.  Sejalan dengan perkembangan tersebut, FLOQ mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas melalui pendekatan yang menitikberatkan pada kesederhanaan produk, edukasi, serta kolaborasi lintas industri. Dalam waktu kurang dari 10 bulan sejak peluncuran, FLOQ telah mencapai lebih dari 2 juta pengguna, mencerminkan tingginya kebutuhan akan platform yang mampu menjembatani antara kompleksitas teknologi kripto dengan kebutuhan pengguna yang lebih luas, khususnya bagi mereka yang baru memasuki dunia aset digital. Selain penguatan produk, FLOQ […]

  • KAI Bandara Dorong Pemberdayaan SDM melalui Keterlibatan sebagai Dosen Tamu di Universitas Indonesia

    KAI Bandara Dorong Pemberdayaan SDM melalui Keterlibatan sebagai Dosen Tamu di Universitas Indonesia

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KAI Bandara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah keterlibatan sebagai dosen tamu pada mata kuliah Komunikasi Pemasaran di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia pada 10/04 di Ruang Kelas Vokasi UI Kampus Depok. Dalam kesempatan ini, KAI Bandara diwakili […]

expand_less