Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Hari Ini Diprediksi Masih Melemah, Dupoin Futures Soroti Level 3.938

Harga Emas Hari Ini Diprediksi Masih Melemah, Dupoin Futures Soroti Level 3.938

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas pada perdagangan hari Kamis (16/7) diperkirakan masih berada dalam tekanan, meskipun volatilitas berpotensi meningkat menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa tren utama logam mulia masih bergerak dalam fase bearish pada time frame harian. Selama harga belum mampu menembus level resistance yang menjadi batas penting, peluang pelemahan masih lebih besar dibandingkan potensi penguatan. Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya koreksi naik apabila data ekonomi AS memberikan sinyal perlambatan yang dapat menekan penguatan dolar Amerika Serikat.

Menurut analisis teknikal Dupoin Futures, pergerakan Gold pada time frame Daily masih mencerminkan dominasi tekanan jual. Hingga saat ini, harga belum mampu menembus area resistance di kisaran 4.079, sehingga struktur tren turun masih tetap terjaga. Kegagalan bertahan di atas level tersebut menunjukkan bahwa kekuatan buyer belum cukup besar untuk mengubah arah pergerakan pasar. Dalam kondisi seperti ini, Dupoin Futures memandang bahwa skenario bearish masih menjadi acuan utama bagi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa selama resistance tersebut belum berhasil ditembus, target pelemahan berikutnya masih mengarah ke area support Daily di level 3.938. Area tersebut menjadi level teknikal yang cukup penting karena berpotensi menjadi titik uji bagi pergerakan harga berikutnya. Apabila tekanan jual tetap mendominasi, bukan tidak mungkin harga akan kembali menguji level tersebut dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Dari sisi indikator teknikal, Dupoin Futures juga melihat bahwa sinyal pelemahan masih cukup kuat. Indikator Moving Average masih berada di atas pergerakan candlestick, yang mengindikasikan bahwa tren utama masih bergerak turun. Selama harga tetap berada di bawah garis Moving Average tersebut, setiap kenaikan yang terjadi diperkirakan hanya bersifat sementara dan belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan arah menjadi bullish.

Sementara itu, indikator Stochastic juga masih bergerak menuju area oversold. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut menunjukkan bahwa momentum bearish masih mendominasi pasar, meskipun pasar mulai memasuki wilayah jenuh jual. Situasi seperti ini memang dapat membuka peluang terjadinya technical rebound, tetapi peluang tersebut baru akan semakin kuat apabila harga berhasil menembus resistance di level 4.079. Sebelum ada konfirmasi tersebut, arah pergerakan emas masih cenderung mengikuti tren turun yang telah terbentuk.

Selain mempertimbangkan aspek teknikal, Dupoin Futures juga menilai bahwa faktor fundamental akan menjadi penentu utama arah harga emas pada perdagangan malam ini. Investor akan memusatkan perhatian pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, antara lain Core Retail Sales m/m, Retail Sales m/m, Philly Fed Manufacturing Index, serta Unemployment Claims. Rangkaian data tersebut diperkirakan akan memengaruhi pergerakan dolar AS sekaligus memberikan dampak langsung terhadap harga emas.

Menurut Dupoin Futures, perhatian pasar terutama tertuju pada data Retail Sales yang diproyeksikan tumbuh 0,2%, lebih rendah dibandingkan capaian sebelumnya sebesar 0,9%. Sementara itu, Core Retail Sales diperkirakan stagnan di 0,0%, setelah sebelumnya tumbuh 0,8%. Jika realisasi kedua data tersebut lebih rendah dari perkiraan, pasar dapat menilai bahwa konsumsi masyarakat Amerika Serikat mulai melambat. Kondisi tersebut berpotensi menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi harga emas untuk melakukan penguatan atau setidaknya koreksi naik menuju area resistance yang telah diidentifikasi oleh Dupoin Futures.

Sebaliknya, apabila data penjualan ritel menunjukkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi, sentimen terhadap dolar AS diperkirakan kembali menguat. Kinerja konsumsi yang solid akan memperkuat keyakinan pasar bahwa ekonomi Amerika Serikat masih berada dalam kondisi yang sehat. Hal tersebut juga dapat meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga dolar AS memperoleh dukungan tambahan. Dalam kondisi demikian, Dupoin Futures memperkirakan harga emas akan kembali menghadapi tekanan dan berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support 3.938, sesuai dengan proyeksi teknikal yang telah disusun.

Selain itu, Dupoin Futures turut menyoroti potensi pengaruh dari Philly Fed Manufacturing Index yang diperkirakan naik menjadi 12,7 dari sebelumnya 10,3. Jika angka tersebut melampaui ekspektasi, kondisi tersebut menunjukkan adanya perbaikan aktivitas manufaktur di Amerika Serikat dan berpotensi memperkuat dolar AS. Sebaliknya, data Unemployment Claims diproyeksikan meningkat tipis menjadi 216 ribu dari sebelumnya 215 ribu. Apabila jumlah klaim pengangguran meningkat lebih besar dari perkiraan, sentimen terhadap dolar AS dapat melemah karena mengindikasikan perlambatan pasar tenaga kerja. Situasi tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa prospek harga emas masih didominasi tren bearish, baik dari sisi teknikal maupun fundamental. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance 4.079, peluang penurunan menuju area support 3.938 masih menjadi skenario utama. Namun, tingginya potensi volatilitas akibat rilis data ekonomi Amerika Serikat membuat pelaku pasar perlu lebih cermat dalam mengelola risiko. Dupoin Futures merekomendasikan agar investor terus memantau perkembangan indikator ekonomi AS karena hasil yang berbeda dari ekspektasi berpotensi mengubah arah pergerakan emas dalam waktu singkat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • IDSurvey Group Berangkatkan 1.400 Pemudik ke 10 Kota Tujuan dalam Program Mudik Bersama BUMN 2026

    IDSurvey Group Berangkatkan 1.400 Pemudik ke 10 Kota Tujuan dalam Program Mudik Bersama BUMN 2026

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Wujud Komitmen IDSurvey dalam Mendukung Mudik Aman dan Nyaman Jakarta, 17 Maret 2026 – IDSurvey bersama tiga entitas usahanya, yakni PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT Sucofindo, dan PT Surveyor Indonesia, terus berpartisipasi aktif dari tahun ke tahun dalam Program Mudik Bersama BUMN sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Transisi Energi Bersih melalui Perdagangan Karbon PTPN IV PalmCo

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Transisi Energi Bersih melalui Perdagangan Karbon PTPN IV PalmCo

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partisipasi masyarakat dalam perdagangan karbon menunjukkan tren meningkat sepanjang 2025. Melalui platform IDX Carbon dan PTPN Carbon Hub, publik tercatat telah menyerap 5.202 ton setara karbon dioksida (tonCO₂e) dari proyek energi terbarukan milik PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara. Data perusahaan menunjukkan volume serapan tersebut berasal dari 335 transaksi yang dilakukan individu maupun […]

  • BP Tapera Perluas Akses KPR FLPP bagi Pekerja Non-Fixed Income, Penghuni New Bukit Tentrem Rasakan Manfaatnya

    BP Tapera Perluas Akses KPR FLPP bagi Pekerja Non-Fixed Income, Penghuni New Bukit Tentrem Rasakan Manfaatnya

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BP Tapera terus mendorong perluasan akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), termasuk pekerja dengan penghasilan tidak tetap (non-fixed income), melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Bantul, DIY, 5 Juni 2026 – BP Tapera terus mendorong perluasan akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), termasuk pekerja dengan penghasilan tidak tetap (non-fixed income), […]

  • BRI Finance Ajak Warga Kalimantan Manfaatkan Hari Terakhir BRI KKB Expo

    BRI Finance Ajak Warga Kalimantan Manfaatkan Hari Terakhir BRI KKB Expo

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Banjarmasin, 9 Juli 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mengajak masyarakat di Kalimantan memanfaatkan hari terakhir BRI KKB Expo 2026 yang berlangsung hingga 10 Juli 2026. Program ini digelar serentak di 131 Unit Kerja BRI di seluruh Indonesia, termasuk di KC Pontianak, KC Singkawang, KC Sintang, KC Banjarmasin Ahmad Yani, KC Palangkaraya, KC […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Tebar Manfaat Idul Adha, KPBN Unit Dumai Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

    Holding Perkebunan Nusantara Tebar Manfaat Idul Adha, KPBN Unit Dumai Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DUMAI – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui Unit Dumai melaksanakan kegiatan penyaluran hewan kurban sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan […]

  • Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati

    Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta, 25 Juni 2026 – Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), menilai hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan global dalam waktu dekat.  Ketidakpastian meningkat setelah Iran dilaporkan tidak menghadiri pertemuan di Swiss yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum untuk mencapai kesepakatan dengan […]

expand_less