Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Telkom AI Connect Makassar Dukung Penyelenggaraan Webinar Beyond the Black Box, Kupas Urgensi Explainable AI

Telkom AI Connect Makassar Dukung Penyelenggaraan Webinar Beyond the Black Box, Kupas Urgensi Explainable AI

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Webinar ini membedah mengapa akurasi tinggi saja tidak cukup membuat produk AI dipercaya dan diadopsi industri, sekaligus membekali peserta strategi membangun transparansi AI sejak tahap perancangan, bukan sebagai tambahan di akhir.

Makassar, 21 Juli 2026 – Webinar bertajuk Beyond the Black Box: Why Industry Needs Explainable AI (XAI)? sukses diselenggarakan melalui kolaborasi Humannext dan Telkom AI Connect Makassar pada Selasa (21/7) secara daring melalui Google Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Tanjung Pinang, Aceh, Bali, hingga Makassar yang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pembahasan Explainable AI (XAI).

Persoalan yang diangkat berangkat dari fenomena black box dalam kecerdasan buatan: model yang hasilnya bisa sangat akurat, bahkan menembus 98 persen, namun cara ia sampai pada suatu keputusan tidak dapat ditelusuri. Muhammad Risal, Strategic Research Consultant & Managing Director of HumanNext, membuka sesi dengan menegaskan bahwa prinsip human-centered AI mendorong kecerdasan buatan untuk augmentation, bukan menggantikan manusia dan salah satu syaratnya adalah AI harus bisa menjelaskan dirinya sendiri.

Dalam sesi pemaparan, Fhatiah Adiba, S.Pd., M.Cs., Associate Partner of Humannext, dosen Universitas Negeri Makassar, sekaligus Ph.D. Candidate in Explainable AI, mengajak peserta menelaah tiga kasus nyata kegagalan model black box. Kasus tersebut meliputi sistem penilaian risiko residivisme COMPAS yang terbukti bias terhadap warga kulit hitam di Amerika Serikat, model radiologi yang keliru mengenali kata portable pada citra X-ray sebagai indikator pneumonia, serta BreezoMeter yang menyatakan kualitas udara aman saat kebakaran hutan California pada 2018. Menurut Fhatiah, ketiga kasus tersebut menunjukkan benang merah yang sama, yakni minimnya transparansi dalam model AI sehingga kesalahan sulit dideteksi sebelum menimbulkan dampak nyata.

Fhatiah juga membagikan riset doktoralnya sebagai contoh penerapan Explainable AI yang dirancang sejak tahap pengembangan model. Dalam penelitiannya, ia mengembangkan model hibrida yang menggabungkan spiking neural network dengan belief rule base untuk mendeteksi malnutrisi melalui citra postur tubuh, sehingga setiap hasil prediksi dapat ditelusuri dasar pengambilan keputusannya. Pendekatan tersebut berhasil menyederhanakan 2.916 aturan awal menjadi 279 aturan terstruktur tanpa mengurangi kemampuan interpretasinya.

Meski demikian, Fhatiah menegaskan bahwa tantangan Explainable AI tidak hanya terletak pada aspek teknis. Berdasarkan tinjauannya terhadap 62 studi Explainable AI pada sistem pendukung keputusan klinis, hanya 29 persen yang melibatkan klinisi sejak tahap perancangan. Menurutnya, rendahnya keterlibatan pengguna domain menjadi salah satu celah kepercayaan yang masih perlu dijembatani dalam pengembangan AI di industri.

Pembahasan tersebut mendapat respons dari Tri Mulia Darma, dosen Universitas Jabal Ghafur Sigli, Aceh, yang pernah terlibat dalam penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit. Menurutnya, tantangan implementasi AI di sektor kesehatan justru lebih banyak berasal dari aspek sumber daya manusia dibandingkan teknologi. “Tantangan terbesarnya justru dari sisi SDM, baik tenaga kesehatan maupun dokter, karena di jam-jam sibuk mereka harus memeriksa pasien sambil menjelaskan sistem itu sendiri,” ungkapnya, menggarisbawahi bahwa kendala adopsi AI di lapangan seringkali bukan soal teknologi, melainkan soal manusia yang harus menjalankannya di tengah keterbatasan waktu.

Menanggapi hal tersebut, Fhatiah menegaskan pentingnya melibatkan pakar domain sejak tahap awal pengembangan AI, bukan hanya sebagai validator di akhir proses.  “Dokter yang kuliahnya puluhan tahun, tiba-tiba kita klaim ilmu yang mereka pelajari itu bisa direkam dalam AI yang dibangun paling cepat satu tahun. Kita tidak bisa semena-mena mengklaim itu sudah setara pakar,” tegasnya, mengingatkan bahwa kepercayaan terhadap AI dibangun lewat kolaborasi dengan manusia yang punya keahlian, bukan lewat klaim algoritma semata.

Sesi tanya jawab turut memperkaya diskusi, dari pertanyaan Brion K. Sudarman soal etika kolaborasi manusia dan AI, hingga masukan Muhammad Risal di penghujung acara bahwa Explainable AI juga perlu diterjemahkan lewat conversation design yang tepat agar pesannya benar-benar sampai ke pengguna, bukan hanya benar secara teknis. Webinar ini menegaskan bahwa transparansi AI bukan sekadar isu etika, melainkan kebutuhan bisnis yang menentukan apakah sebuah produk AI benar-benar dipercaya dan dipakai. Ke depan, Telkom AI Center of Excellence Makassar dan HumanNext akan terus menghadirkan ruang diskusi serupa melalui rangkaian AI Connect Series, mendorong talenta digital di berbagai kota membangun solusi AI yang tidak hanya cerdas, tapi juga bisa dipertanggungjawabkan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur YSK dan GM FKPPI Jalin Sinergi Strategis untuk Sulut, Usung Konsep Inovatif “Wisata Bela Negara

    Gubernur YSK dan GM FKPPI Jalin Sinergi Strategis untuk Sulut, Usung Konsep Inovatif “Wisata Bela Negara

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jakarta, ReputasiPlus.com – Awal pekan ini menjadi momentum penting bagi Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) menerima kunjungan kehormatan Ketua Umum Generasi Muda FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri), Dwi Rianta Soerbakti, MBA, di Rumah Dinas Gubernur Sulut, Senin (4/8/2025). Pertemuan tersebut bukan hanya silaturahmi biasa, tetapi menandai langkah strategis memperkuat sinergi antara pemerintah […]

  • Antusiasme Mudik Lebaran Terus Meningkat, 149.442 Tiket Keberangkatan 11–18 Maret dari Daop 1 Jakarta Telah Terjual

    Antusiasme Mudik Lebaran Terus Meningkat, 149.442 Tiket Keberangkatan 11–18 Maret dari Daop 1 Jakarta Telah Terjual

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 76
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik menggunakan kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026. Hingga update 1 Februari 2026, total 149.442 tiket keberangkatan tanggal 11 Maret hingga 18 Maret 2026 dari wilayah Daop 1 Jakarta telah terjual. Capaian penjualan tersebut menunjukkan bahwa kereta api […]

  • Libur Panjang Tahun Baru Imlek, 46.128 Penumpang Gunakan KA di Wilayah Daop Semarang pada Sabtu

    Libur Panjang Tahun Baru Imlek, 46.128 Penumpang Gunakan KA di Wilayah Daop Semarang pada Sabtu

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KAI Daop 4 Semarang mencatat volume penumpang yang cukup tinggi pada periode libur panjang memperingati Tahun Baru Imlek 2026, 13 hingga 17 Februari 2026. KAI Daop 4 Semarang mencatat volume penumpang yang cukup tinggi pada periode libur panjang memperingati Tahun Baru Imlek 2026, 13 hingga 17 Februari 2026. Pada Sabtu ini (14/2), hingga pukul 07.00 […]

  • Mobilitas Meningkat saat Libur Sekolah 2026, BRI Finance Siapkan Solusi Dana Tunai

    Mobilitas Meningkat saat Libur Sekolah 2026, BRI Finance Siapkan Solusi Dana Tunai

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Juli 2026 – Memasuki periode libur sekolah pada akhir Juni hingga Juli 2026, mobilitas masyarakat diperkirakan mengalami peningkatan signifikan. InJourney Airports memproyeksikan sebanyak 5,46 juta penumpang akan melakukan perjalanan melalui 37 bandara selama periode 29 Juni–11 Juli 2026, meningkat hampir 10 persen dibandingkan hari normal. Peningkatan ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan […]

  • Harga Emas Tertekan, Dupoin Futures Waspadai Penurunan XAUUSD

    Harga Emas Tertekan, Dupoin Futures Waspadai Penurunan XAUUSD

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Harga emas atau XAUUSD masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari Rabu (9/9). Berdasarkan analisis Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame Daily masih menunjukkan tekanan bearish. Kondisi tersebut terlihat dari terbentuknya pola Head & Shoulder yang membuka peluang bagi harga emas untuk bergerak menuju area support terdekat di level 4.281 hingga […]

  • Kompetisi Nasional Pertama di Indonesia yang Mengangkat Oleh-Oleh sebagai Media Cerita Destinasi Umumkan Pemenang

    Kompetisi Nasional Pertama di Indonesia yang Mengangkat Oleh-Oleh sebagai Media Cerita Destinasi Umumkan Pemenang

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Agustus 2026 –  Oleh-oleh selama ini identik sebagai buah tangan yang membawa pulang kenangan perjalanan. Namun di balik produk yang dibawa wisatawan ke berbagai penjuru dunia, kisah tentang destinasi, budaya, dan masyarakat yang melahirkannya sering kali tidak ikut tersampaikan. Melihat peluang tersebut, Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026 hadir untuk mendorong lahirnya cara […]

expand_less