Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Sektor pertambangan Indonesia dinilai perlu segera membuka babak baru melalui penerapan hilirisasi yang terintegrasi. Langkah strategis ini krusial agar Indonesia tidak terus terjebak dalam pola lama, yaitu mengekspor kekayaan alam dalam bentuk mentah, dan mampu mendorong penciptaan nilai di dalam negeri sehingga manfaat pertambangan dapat dirasakan lebih optimal bagi kedaulatan Indonesia.
Dorongan ini disampaikan oleh Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI), Ali Ahmudi.
Hilirisasi, menurutnya, wajib mengoptimalkan manfaat kekayaan mineral batu bara nasional serta mencoiptakan ekosistem industri yang menyambungkan hulu ke hilir, mulai dari mulut tambang, proses pengolahan dan manufaktur, hingga bermuara pada produk akhir yang siap diserap pasar domestik maupun global.
“Hilirisasi itu bukan hanya membangun smelter. Harus ada kepastian suplai dari hulu, kemudian hasil olahannya juga harus tersambung ke industri hilir sampai menjadi produk akhir,” tegas Ali saat dihubungi, Selasa (1/9/2026).
Selama ini, praktik ekspor bahan mentah membuat nilai ekonomi yang diraup Indonesia sangat terbatas dan tidak sebanding dengan melimpahnya kekayaan mineral di dalam negeri. 
Padahal, nilai jual sebuah komoditas bisa melonjak drastis apabila disentuh proses pengolahan dan industri manufaktur tingkat lanjut.
“Kalau tidak dihilirisasi, itu tidak akan memberikan nilai tambah apa-apa, hanya menjadi bahan mentah. Tapi dengan hilirisasi, nilai tambahnya pasti berlipat-lipat,” ujarnya.
Di atas kertas, Indonesia memiliki modal sumber daya besar untuk memuluskan transformasi ini. Mengacu data Badan Geologi, Indonesia tercatat menguasai sekitar 42 persen cadangan nikel global. 
Selain itu, posisi Indonesia sangat strategis sebagai pemilik cadangan timah terbesar di dunia, terbesar keempat untuk bauksit dan emas, peringkat keenam untuk batu bara, serta peringkat kesembilan untuk tembaga.
Meski sebagian besar cadangan tersebut telah dikuasai negara melalui BUMN Holding Pertambangan, MIND ID, sebagian cadangan strategis lainnya masih dikuasai oleh perusahaan asing. 
Optimalisasi manfaatnya bagi Indonesia dapat ditempuh melalui peningkatan kepemilikan nasional sebagaimana diatur dalam regulasi pertambangan, sehingga nilai tambah dari kekayaan alam tersebut dapat lebih maksimal dirasakan oleh rakyat.
Dengan begitu, mandat konstitusi dalam UUD 1945 Pasal 33 Ayat (3) yang berbunyi bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, akan dapat ditunaikan secara lebih optimal.
Dia kembali mengingatkan bahwa kehadiran fasilitas pemurnian atau smelter hanyalah titik tengah (midstream) dari panjangnya rantai industri. Oleh sebab itu, operasional smelter mutlak membutuhkan jaminan pasokan bahan baku dari hulu, sekaligus kesiapan industri lanjutan di hilir yang akan menyerap hasil olahannya.
“Problem kita bukan hilirisasinya, akan tetapi proses terjadinya hilirisasi itu yang kita permasalahkan,” imbuh Ali.
Senada dengan visi tersebut, Sekretaris Jenderal Satuan Tugas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Ahmad Erani Yustika, memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan dua tujuan utama dalam program hilirisasi nasional: menggenjot nilai tambah kekayaan alam, dan memangkas ketergantungan Indonesia terhadap barang impor.
“Yang pertama kita harus menaikkan nilai tambah sumber daya alam kita sehingga harus diolah di sini, itu yang paling utama. Yang kedua kita justru harus mendorong supaya ketergantungan impornya itu berkurang,” kata Erani.
Erani mencontohkan pengadaan kabel bawah laut yang selama ini banyak mengandalkan pasokan dari luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki cadangan tembaga yang besar dan semestinya mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri.
Ia melanjutkan, kebutuhan bahan baku industri strategis semacam ini sudah saatnya dipenuhi oleh kapasitas produksi dalam negeri. Langkah ini akan memperkuat industri nasional sekaligus menekan laju impor.
“Kalau dulu misalnya kabel bawah laut itu kita harus impor, maka kita produksi sendiri. Dulu baru dicukupi dulu. Kalau nanti ada sisanya baru kita berpikir yang lain, misalnya ekspor,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Multi Terminal Catat Pertumbuhan Bongkar Muat Nonpetikemas di Branch Gresik

    Pelindo Multi Terminal Catat Pertumbuhan Bongkar Muat Nonpetikemas di Branch Gresik

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Gresik, April 2026 — PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Gresik mencatatkan peningkatan kinerja produksi yang positif pada Triwulan I tahun 2026. Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, capaian arus nonpetikemas tercatat mencapai 1.137.736 ton/m3, meningkat 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 1.056.975 ton/m3. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan aktivitas operasional serta meningkatnya […]

  • Midweek Volatility: Strategi Aman Menghadapi Rilis Data Ekonomi Berdampak Tinggi

    Midweek Volatility: Strategi Aman Menghadapi Rilis Data Ekonomi Berdampak Tinggi

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Memasuki pertengahan pekan, dinamika pasar keuangan internasional sering kali berada pada tingkat volatilitas tertinggi. Hari Rabu biasanya menjadi jadwal rutin rilis berbagai indikator ekonomi utama, mulai dari laporan cadangan energi mingguan, data ketenagakerjaan, hingga keputusaan kebijakan moneter dan suku bunga dari bank sentral global. Bagi para pelaku pasar, pengumuman data makroekonomi ini bagaikan pedang bermata […]

  • Siapkan Infrastruktur PPemesanan Tiket Lebaran, KAI Lakukan Migrasi Sistem

    Siapkan Infrastruktur PPemesanan Tiket Lebaran, KAI Lakukan Migrasi Sistem

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 65
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan melakukan migrasi dan penguatan kapasitas Rail Ticketing System (RTS) pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Langkah ini mencakup seluruh sistem pemesanan tiket, baik Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) maupun KA Lokal (KAI & KAI Commuter), guna memastikan keandalan layanan menjelang masa Angkutan Lebaran. Siapkan Infrastruktur […]

  • Rahasia Kontraktor Hemat: Bukan di Harga, Tapi di Pemilihan Material

    Rahasia Kontraktor Hemat: Bukan di Harga, Tapi di Pemilihan Material

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Dalam dunia konstruksi, ada sebuah “rahasia umum” yang sering membedakan antara bangunan yang berumur panjang dengan bangunan yang terus-menerus membutuhkan perbaikan. Banyak orang mengira bahwa menjadi kontraktor atau pemilik proyek yang hemat berarti mencari harga material paling murah di toko besi. Padahal, strategi tersebut sering kali menjadi jalan pintas menuju biaya perawatan yang membengkak. Efisiensi […]

  • Kuliner Kereta Hadirkan Berbagai Sajian Menu Baru di Angleb 2026

    Kuliner Kereta Hadirkan Berbagai Sajian Menu Baru di Angleb 2026

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Jakarta, 16 Maret 2026 – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada penumpang kereta api dalam masa Angkutan Lebaran 2026, Kuliner Kereta menghadirkan aneka produk makanan baru untuk para penumpang. Sajian sepertii Ayam Taliwang, Sate Ayam, hingga Nasi Ikan Bumbu Bali mulai tanggal 11 Maret 2026 bisa dipesan penumpang di Kereta Makan. Tidak hanya itu, varian menu […]

  • Lewat Program Ikonik, Pertamina Foundation Nyalakan Semangat Menjaga Bumi

    Lewat Program Ikonik, Pertamina Foundation Nyalakan Semangat Menjaga Bumi

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    JAKARTA, 22 April 2026 — Bertema “Our Power, Our Planet”, Hari Bumi 2026 menekankan pentingnya peran masyarakat, komunitas, dan partisipasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini selaras dengan yang dilakukan oleh Pertamina melalui Pertamina Foundation (PF) dalam program PFlestari (Lingkungan) dan PFseries (pemberdayaan masyarakat) dengan melibatkan mahasiswa peneliti hingga wirausaha perempuan. “Pertamina meyakini bahwa […]

expand_less