Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS terhadap Pergerakan Harga Kripto

Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS terhadap Pergerakan Harga Kripto

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

Bittime menyoroti pengaruh data ekonomi Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed terhadap pergerakan pasar kripto. Bittime juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik, leverage, dan risiko produk aset digital, terutama di tengah tingginya aktivitas perdagangan derivatif global.

Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai perkembangan ekonomi global menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor untuk memahami pergerakan pasar aset kripto.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada 11 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$76.695, melemah 1,88% dalam 24 jam terakhir dan 5,00% dalam sepekan. Sementara itu, Ethereum berada di sekitar US$2.452, terkoreksi 0,51% dalam 24 jam dan 2,16% dalam sepekan.

Pergerakan tersebut berlangsung ketika investor masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Mengapa Data Makro Diperhatikan Investor?

Data seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payrolls (NFP), dan keputusan Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah suku bunga. Ketika data ekonomi berbeda dari perkiraan pasar, investor dapat menyesuaikan kembali pandangan mereka terhadap kebijakan moneter.

Perubahan ekspektasi tersebut kemudian dapat memengaruhi imbal hasil obligasi, nilai dolar AS, dan minat investor terhadap aset berisiko. Riset International Monetary Fund (IMF) pada 2023 yang berjudul “The Crypto Cycle and US Monetary Policy” menunjukkan bahwa pengetatan kebijakan moneter AS dapat memengaruhi pasar kripto melalui perubahan risk appetite investor. IMF juga menemukan bahwa meningkatnya keterkaitan pasar kripto dengan pasar saham terjadi seiring masuknya investor institusional ke pasar kripto.

Dengan demikian, reaksi pasar terhadap suatu data tidak selalu bergantung pada apakah angkanya naik atau turun. Investor juga melihat bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya serta apa dampaknya terhadap kebijakan moneter ke depan.

“Investor perlu memahami bahwa pasar tidak hanya bereaksi terhadap apakah suatu data ekonomi naik atau turun, tetapi juga bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi dan apa artinya terhadap kebijakan moneter ke depan. Karena itu, data makro juga menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi,” ujar Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn.

Pergerakan Pasar Kripto

Investor dan trader global tidak hanya mencermati data makroekonomi Amerika Serikat, tetapi juga perkembangan aktivitas perdagangan aset kripto di pasar spot dan derivatif. Pasar derivatif merupakan salah satu bagian dari aktivitas perdagangan aset kripto global.

Berdasarkan laporan CoinMarketCap berjudul August Exchange Monthly Report, 11 bursa yang dipantau mencatat total volume perdagangan spot dan derivatif sekitar US$4,23 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,3% dibandingkan Juli 2026. Dari total tersebut, perdagangan spot menyumbang sekitar 13,8%, sedangkan perdagangan derivatif mencapai sekitar 86,2%, atau setara dengan US$3,65 triliun.

Laporan tersebut juga mencatat volume perdagangan derivatif sekitar 6,25 kali dari volume perdagangan spot pada Agustus 2026. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai komposisi aktivitas perdagangan aset kripto pada bursa yang dipantau CoinMarketCap selama periode tersebut.

Data tersebut menggambarkan bahwa pasar derivatif memiliki aktivitas perdagangan yang besar sekaligus memiliki risiko yang perlu dipahami oleh pelaku pasar. Perubahan harga yang cepat dapat memengaruhi posisi futures, terutama pada transaksi yang menggunakan leverage. Karena itu, pemahaman terhadap mekanisme produk dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum melakukan transaksi.

“Setiap produk aset digital memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, investor perlu memahami cara kerja produk, termasuk penggunaan leverage dan pengelolaan posisi, sebelum melakukan transaksi. Pemahaman tersebut dapat membantu investor menyesuaikan penggunaan produk dengan kebutuhan dan tingkat pemahamannya,” pungkas Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus

    Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Gerakan edukasi kesehatan usus BioMom kini sampai ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Program bertajuk ‘Sehat Dimulai dari Usus: Usus Sehat, Keluarga Sehat, Kupang Sehat’ pada 6-10 Juli 2026 ini dimulai dari Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, dilanjutkan ke posyandu dan puskemas dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas masyarakat. Program itu dipimpin langsung oleh […]

  • Rekomendasi Itinerary Musim Panas di Hokkaido

    Rekomendasi Itinerary Musim Panas di Hokkaido

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Wisata Muslim-Friendly Menyusuri Keindahan Alam dan Tradisi Hokkaido di Musim Panas Kami memperkenalkan event lari maraton unik yang bisa dinikmati di Hokkaido saat musim semi. Mulai dari Festival Pelabuhan Hakodate hingga keindahan alam Danau Tōya, sampai budaya urban Sapporo, ini adalah rencana perjalanan efisien untuk menjelajahi destinasi terbaik musim panas di Hokkaido. Sepanjang perjalanan, berbagai […]

  • Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Solusi Jangka Panjang Sungai Cidurian

    Kementerian PU Tangani Banjir Tol Tangerang–Merak KM 50, Siapkan Solusi Jangka Panjang Sungai Cidurian

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 88
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan penanganan sementara pascabanjir yang menggenangi ruas Jalan Tol Tangerang–Merak KM 50. Penanganan itu dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Marga Mandalasakti. Selain penanganan darurat pada jalan tol, Kementerian PU juga tengah menyiapkan desain tanggul permanen sebagai solusi […]

  • KOI NATION LUNCURKAN JPD SHOW SERIES 2026–2027: RANGKAIAN SHOW KHUSUS SHOWA DOITSU DENGAN HADIAH TRIP ALL JAPAN KOI SHOW 2028

    KOI NATION LUNCURKAN JPD SHOW SERIES 2026–2027: RANGKAIAN SHOW KHUSUS SHOWA DOITSU DENGAN HADIAH TRIP ALL JAPAN KOI SHOW 2028

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Koi Nation merilis JPD Show Series 2026-2027, liga kompetisi eksklusif 210 Showa Doitsu. Lelang all-in via Master Koi Bot dimulai 13 Mei 2026. Kumpulkan poin pameran dan menangkan hadiah utama full trip ke All Japan Koi Show 2028. Batu, Jawa Timur – Koi Nation resmi mengumumkan gelaran JPD Show Series 2026–2027, sebuah rangkaian event show […]

  • Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat, Capai 5,2 Juta Pengguna di Awal 2026

    Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat, Capai 5,2 Juta Pengguna di Awal 2026

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 98
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang di awal 2026, dengan total 5,2 juta penumpang dan rata-rata 88 ribu penumpang per hari. LRT Jabodebek mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang terus bertumbuh. Sepanjang periode 1 Januari hingga 28 Februari 2026, layanan ini telah melayani 5,2 juta penumpang atau rata-rata 88 ribu penumpang per hari. […]

  • Kenapa Banyak Proyek Gagal Karena Salah Pilih IWF? Ini Penyebabnya

    Kenapa Banyak Proyek Gagal Karena Salah Pilih IWF? Ini Penyebabnya

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Dalam proyek konstruksi, IWF bukan sekadar besi berbentuk H. Ia adalah tulang utama struktur. Salah memilih spesifikasi IWF bisa berakibat fatal: balok melendut, struktur retak, hingga pembengkakan biaya karena harus perkuatan ulang. Di lapangan, kegagalan struktur bukan selalu karena pemasangan yang buruk. Sering kali akar masalahnya adalah salah pilih ukuran dan spesifikasi IWF sejak awal. […]

expand_less