Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

Harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Senin, 9 Maret 2026 seiring dengan penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global. Pada awal sesi perdagangan Asia, harga emas spot (XAU/USD) tercatat melemah dan bergerak di kisaran $5.075, setelah sebelumnya sempat menguat pada akhir pekan lalu saat sesi perdagangan Amerika Utara. Penguatan yang terjadi pada hari Jumat tersebut dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Namun demikian, tekanan eksternal dari penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih membatasi potensi kenaikan logam mulia tersebut.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan emas saat ini masih menunjukkan kecenderungan bearish, khususnya dalam pengamatan pada timeframe H1. Berdasarkan kombinasi pola candlestick yang terbentuk serta indikator Moving Average, tekanan jual terhadap emas terlihat semakin dominan. Hal ini menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi turun dan potensi pelemahan harga masih terbuka apabila tidak ada katalis positif yang mampu mendorong penguatan signifikan dalam waktu dekat.

Dari sisi fundamental, beberapa faktor global juga turut memengaruhi arah pergerakan emas. Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi di Amerika Serikat. Kondisi ini berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan. Suku bunga yang tinggi umumnya memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbasis bunga, sehingga investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan return lebih menarik.

Selain itu, perhatian pelaku pasar saat ini juga tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada pertengahan pekan. Data inflasi tersebut akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan. Mayoritas ekonom memperkirakan bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam pertemuan kebijakan yang akan berlangsung pada 17–18 Maret. Bahkan sejumlah analis menilai bahwa peluang penurunan suku bunga baru akan terbuka pada pertengahan tahun 2026, yakni sekitar bulan Juni atau Juli.

Di sisi lain, data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis sebelumnya memberikan sedikit dukungan bagi harga emas dalam jangka pendek. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan bahwa perekonomian AS mengalami penurunan lapangan kerja sekitar 92.000 pekerjaan pada Februari, jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya penambahan lapangan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat meningkat menjadi 4,4%, naik tipis dari 4,3% pada Januari. Data ini menunjukkan adanya perlambatan di sektor tenaga kerja yang berpotensi menekan kekuatan dolar AS dan memberikan ruang bagi penguatan harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas.

Meski demikian, tekanan terhadap emas masih cukup besar. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta penguatan dolar secara luas membuat harga emas diperkirakan akan mencatatkan penurunan mingguan yang cukup signifikan. Selain itu, data ekonomi lain seperti penjualan ritel AS yang mengalami kontraksi sebesar 0,2% secara bulanan juga menambah ketidakpastian terhadap kondisi ekonomi global, yang pada akhirnya memengaruhi sentimen investor di pasar komoditas.

Secara teknikal, Andy Nugraha memproyeksikan bahwa jika tekanan bearish terus berlanjut, maka harga emas berpotensi bergerak turun menuju area support di level 4960. Level tersebut dipandang sebagai titik penting yang dapat menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual semakin kuat. Namun demikian, apabila harga gagal melanjutkan penurunan dan justru mengalami koreksi naik, maka potensi penguatan terdekat diperkirakan berada di sekitar level resistance 5139.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor teknikal dan fundamental yang memengaruhi pasar saat ini, pergerakan emas diperkirakan akan tetap volatil dalam jangka pendek dengan kecenderungan melemah. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global yang dapat memicu perubahan sentimen di pasar keuangan dan komoditas, khususnya emas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hotel Business dengan  Konsep leisure di jantung Kuta

    Hotel Business dengan Konsep leisure di jantung Kuta

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Salah satu brand dari Swiss-Belhotel International adalah Swiss-Belhotel Rainforest Kuta Bali. Lokasinya strategis di jantung Kuta, dekat dengan bandara, dan dekat dengan tempat wisata dan hiburan populer seperti mal, restoran, klub pantai, dan taman hiburan. Hotel ini memiliki nuansa kamar modern yang nyaman, pusat kebugaran, dan spa. Latarnya alami dan mengingatkan pada hutan hujan Indonesia. […]

  • Bittime PayDay GainDay, Manfaatkan Momen Gajian untuk Memaksimalkan Potensi Investasi Aset Kripto Pengguna

    Bittime PayDay GainDay, Manfaatkan Momen Gajian untuk Memaksimalkan Potensi Investasi Aset Kripto Pengguna

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Jakarta 22 Januari 2026 – Setiap momen gajian sejatinya dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun kebiasaan investasi yang lebih disiplin dan berkelanjutan. Melihat ini hal ini Bittime, platform pertukaran aset kripto terdepan dan berlisensi di Indonesia menghadirkan kampanye bertajuk PayDay GainDay yang dirancang khusus untuk memberikan apresiasi lebih bagi setiap pengguna setianya. Melalui […]

  • Tak Hanya Bangun Jembatan dan Huntara, PTPP Kembali Salurkan 5 Program  Strategis untuk Korban Banjir Aceh

    Tak Hanya Bangun Jembatan dan Huntara, PTPP Kembali Salurkan 5 Program Strategis untuk Korban Banjir Aceh

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 Februari 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia kembali bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Provinsi Aceh melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan ini merupakan rangkaian dari komitmen respons cepat Perseroan yang sebelumnya bersama dengan Kementerian PU […]

  • Perkuat Konektivitas Yogyakarta, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Semester I 2026

    Perkuat Konektivitas Yogyakarta, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Semester I 2026

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) terus memperkuat perannya sebagai penghubung utama transportasi publik di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui layanan Kereta Api Bandara YIA Public Service Obligation (PSO). Selama periode Januari hingga Juni 2026, layanan KA Bandara YIA PSO telah melayani 865.187 penumpang, menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel yang aman, nyaman, tepat […]

  • Perluas Solusi MiiTel di Indonesia, RevComm Perkuat Kolaborasi dengan Mitra

    Perluas Solusi MiiTel di Indonesia, RevComm Perkuat Kolaborasi dengan Mitra

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 Maret 2026 – Perusahaan teknologi komunikasi berbasis AI asal Jepang, RevComm, menggelar acara eksklusif bertajuk MiiTel Exclusive Partner’s Dinner di Plataran Menteng, Jakarta (4/3).  Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan bisnis dari berbagai perusahaan mitra MiiTel, seperti Telkom, Cisco, Metrodata, dan berbagai perusahaan lainnya yang berasal dari sektor telekomunikasi, Business Process Outsourcing (BPO), System Integrator (SI), omnichannel, hingga penyedia layanan telephony. […]

  • Saham Apple Bersiap Hadapi Kejutan September, iPhone Lipat Jadi Katalis Baru

    Saham Apple Bersiap Hadapi Kejutan September, iPhone Lipat Jadi Katalis Baru

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Saham Apple Inc. (AAPL) memasuki September 2026 dengan perhatian investor yang semakin besar. Perusahaan dijadwalkan menggelar acara peluncuran produk pada 9 September dengan tema “Surprise and Shine”. Meski Apple belum mengungkap seluruh produk yang akan diperkenalkan, investor dan pasar menaruh ekspektasi tinggi terhadap kehadiran lini iPhone terbaru, termasuk potensi iPhone lipat pertama Apple. Menurut laporan […]

expand_less