Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

Harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Senin, 9 Maret 2026 seiring dengan penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global. Pada awal sesi perdagangan Asia, harga emas spot (XAU/USD) tercatat melemah dan bergerak di kisaran $5.075, setelah sebelumnya sempat menguat pada akhir pekan lalu saat sesi perdagangan Amerika Utara. Penguatan yang terjadi pada hari Jumat tersebut dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Namun demikian, tekanan eksternal dari penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih membatasi potensi kenaikan logam mulia tersebut.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan emas saat ini masih menunjukkan kecenderungan bearish, khususnya dalam pengamatan pada timeframe H1. Berdasarkan kombinasi pola candlestick yang terbentuk serta indikator Moving Average, tekanan jual terhadap emas terlihat semakin dominan. Hal ini menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi turun dan potensi pelemahan harga masih terbuka apabila tidak ada katalis positif yang mampu mendorong penguatan signifikan dalam waktu dekat.

Dari sisi fundamental, beberapa faktor global juga turut memengaruhi arah pergerakan emas. Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi di Amerika Serikat. Kondisi ini berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan. Suku bunga yang tinggi umumnya memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbasis bunga, sehingga investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan return lebih menarik.

Selain itu, perhatian pelaku pasar saat ini juga tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada pertengahan pekan. Data inflasi tersebut akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan. Mayoritas ekonom memperkirakan bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam pertemuan kebijakan yang akan berlangsung pada 17–18 Maret. Bahkan sejumlah analis menilai bahwa peluang penurunan suku bunga baru akan terbuka pada pertengahan tahun 2026, yakni sekitar bulan Juni atau Juli.

Di sisi lain, data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis sebelumnya memberikan sedikit dukungan bagi harga emas dalam jangka pendek. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan bahwa perekonomian AS mengalami penurunan lapangan kerja sekitar 92.000 pekerjaan pada Februari, jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya penambahan lapangan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat meningkat menjadi 4,4%, naik tipis dari 4,3% pada Januari. Data ini menunjukkan adanya perlambatan di sektor tenaga kerja yang berpotensi menekan kekuatan dolar AS dan memberikan ruang bagi penguatan harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas.

Meski demikian, tekanan terhadap emas masih cukup besar. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta penguatan dolar secara luas membuat harga emas diperkirakan akan mencatatkan penurunan mingguan yang cukup signifikan. Selain itu, data ekonomi lain seperti penjualan ritel AS yang mengalami kontraksi sebesar 0,2% secara bulanan juga menambah ketidakpastian terhadap kondisi ekonomi global, yang pada akhirnya memengaruhi sentimen investor di pasar komoditas.

Secara teknikal, Andy Nugraha memproyeksikan bahwa jika tekanan bearish terus berlanjut, maka harga emas berpotensi bergerak turun menuju area support di level 4960. Level tersebut dipandang sebagai titik penting yang dapat menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual semakin kuat. Namun demikian, apabila harga gagal melanjutkan penurunan dan justru mengalami koreksi naik, maka potensi penguatan terdekat diperkirakan berada di sekitar level resistance 5139.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor teknikal dan fundamental yang memengaruhi pasar saat ini, pergerakan emas diperkirakan akan tetap volatil dalam jangka pendek dengan kecenderungan melemah. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global yang dapat memicu perubahan sentimen di pasar keuangan dan komoditas, khususnya emas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KA Siliwangi Angkut Hampir 5 ribu Pelanggan dalam Sehari, Tertinggi Selama Periode Liburan Sekolah

    KA Siliwangi Angkut Hampir 5 ribu Pelanggan dalam Sehari, Tertinggi Selama Periode Liburan Sekolah

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Senin, 6 Juli 2026 KA Siliwangi Angkut Hampir 5 ribu Pelanggan dalam Sehari, Tertinggi Selama Periode Liburan Sekolah Bandung (Jawa Barat), 6 Juli 2026 – Kereta Api (KA) Siliwangi kembali membuktikan perannya sebagai moda transportasi andalan masyarakat di wilayah Cianjur dan sekitarnya selama masa liburan sekolah. Pada Minggu (5/7), KA Siliwangi […]

  • Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

    Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group, Bank Raya terus memperkuat inovasi produk dan layanan digital melalui Aplikasi Raya untuk mewujudkan visi sebagai Bank Digital Utama yang memberikan akses terluas bagi masyarakat di Indonesia. Upaya tersebut tercermin melalui berbagai pencapaian yang berhasil diraih Bank Raya, di antaranya menempati peringkat ke-32 dalam Top 100 […]

  • Mudik Aman dan Nyaman Bersama Keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dengan Asuransi dari BRI Life

    Mudik Aman dan Nyaman Bersama Keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dengan Asuransi dari BRI Life

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Tradisi mudik Lebaran merupakan momentum penting bagi masyarakat Indonesia, untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Sebagai tradisi tahunan, mudik menjadi salah satu pergerakan mobilitas terbesar di Indonesia sekaligus menghadirkan kesempatan berharga bagi masyarakat untuk merayakan kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi. Untuk mendukung perjalanan mudik yang aman dan nyaman, BRI Life menghadirkan solusi […]

  • Telkom AI Center Padang Tegaskan AI sebagai Mitra Transformasi Fesyen dan Kriya Tanpa Menghilangkan Nilai Karya

    Telkom AI Center Padang Tegaskan AI sebagai Mitra Transformasi Fesyen dan Kriya Tanpa Menghilangkan Nilai Karya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, pertanyaan tentang nilai karya khususnya di sektor fesyen, kriya, dan aneka menjadi semakin relevan. Apakah teknologi akan menggerus makna karya, atau justru membuka ruang transformasi baru? Isu inilah yang diangkat dalam AI Connect Offline Series: Fesyen, Kriya, dan Aneka di Era AI: Nilai yang Terancam atau Bertransformasi? yang diselenggarakan […]

  • Tren Bersepeda Terus Tumbuh, Pengiriman Sepeda KAI Logistik Meningkat 30 Persen

    Tren Bersepeda Terus Tumbuh, Pengiriman Sepeda KAI Logistik Meningkat 30 Persen

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Minat masyarakat terhadap aktivitas bersepeda kian tinggi. Tidak lagi sekadar menjadi olahraga, bersepeda kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, alternatif transportasi yang ramah lingkungan, hingga aktivitas rekreasi yang semakin diminati. Seiring meningkatnya aktivitas komunitas pesepeda dan penyelenggaraan berbagai event cycling di berbagai daerah, kebutuhan akan layanan pengiriman sepeda yang aman dan praktis pun […]

  • PTPN Group melalui PTPN IV PalmCo Bawa Kisah Petani Sukses ke Hadapan Ribuan Mahasiswa

    PTPN Group melalui PTPN IV PalmCo Bawa Kisah Petani Sukses ke Hadapan Ribuan Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Pekanbaru – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memuji petani sawit binaan PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara), Setiyono sebagai contoh petani sukses di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Pujian tersebut disampaikan Amran disela-sela kuliah umum rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta’aruf UMRI 2026, yang […]

expand_less