Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Masih Lesu, Analis Dupoin Futures Prediksi Turun ke 4.446

Harga Emas Masih Lesu, Analis Dupoin Futures Prediksi Turun ke 4.446

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas dunia masih dibayangi tekanan jual pada perdagangan hari Rabu (3/6). Meskipun pasar sempat menunjukkan fase konsolidasi dalam beberapa sesi terakhir, sinyal teknikal maupun fundamental mengindikasikan bahwa tren pelemahan masih menjadi skenario yang lebih dominan dalam jangka pendek.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD pada timeframe daily belum memperlihatkan tanda-tanda pemulihan yang cukup kuat untuk mengubah arah tren utama. Harga emas masih bergerak di bawah sejumlah level teknikal penting yang selama ini menjadi acuan pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kegagalan harga emas menembus area resistance di level 4.545. Dalam beberapa kali percobaan, harga belum mampu bertahan di atas level tersebut, yang menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup kuat untuk menahan laju kenaikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan belum memiliki keyakinan yang cukup untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

Selain itu, pergerakan harga juga membentuk pola candlestick Doji. Pola ini umumnya muncul ketika pasar sedang berada dalam kondisi seimbang antara tekanan beli dan tekanan jual. Artinya, baik buyer maupun seller sama-sama belum mampu mengambil kendali penuh terhadap arah pergerakan harga.

Namun, karena pola Doji tersebut muncul di tengah tren yang masih cenderung turun, sinyal yang dihasilkan belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan arah menuju tren bullish. Sebaliknya, pola tersebut lebih menggambarkan bahwa pasar sedang menunggu sentimen baru yang dapat menjadi pemicu pergerakan berikutnya.

Dari sisi indikator teknikal, posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 50 juga memperkuat pandangan bearish. Kedua indikator tersebut masih berfungsi sebagai area resistance dinamis yang membatasi ruang penguatan harga emas. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih dinilai cukup terbatas.

Sementara itu, indikator stochastic belum menunjukkan arah yang tegas. Pergerakannya yang relatif datar menggambarkan bahwa momentum pasar masih lemah dan belum ada dorongan kuat yang mampu mengubah arah tren. Meski demikian, munculnya tekanan jual pada awal perdagangan menjadi petunjuk bahwa pelaku pasar masih lebih condong mengambil posisi jual dibandingkan membeli.

Dalam proyeksi jangka pendek, area support terdekat yang menjadi perhatian berada di level 4.446. Level ini diperkirakan akan menjadi titik uji penting bagi harga emas dalam beberapa sesi perdagangan ke depan. Jika area tersebut tidak mampu menahan tekanan jual, maka peluang penurunan menuju support berikutnya di level 4.365 akan semakin terbuka.

Dari sisi fundamental, kondisi pasar juga masih belum sepenuhnya mendukung penguatan harga emas. Salah satu faktor utama yang menekan pergerakan logam mulia adalah masih kuatnya dolar Amerika Serikat. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga berpotensi mengurangi permintaan global terhadap aset tersebut.

Selain faktor dolar, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield juga menjadi tantangan bagi harga emas. Ketika obligasi menawarkan tingkat pengembalian yang menarik, sebagian investor cenderung mengalihkan dana mereka ke instrumen tersebut dibandingkan menyimpan aset pada emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap.

Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan kebijakan Federal Reserve. Hingga saat ini, ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi masih cukup kuat. Jika data ekonomi Amerika Serikat, terutama inflasi dan pasar tenaga kerja, tetap menunjukkan kinerja yang solid, maka peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat akan semakin kecil.

Situasi tersebut berpotensi menjaga penguatan dolar AS dan mempertahankan tekanan terhadap harga emas. Di sisi lain, sentimen pasar global yang relatif stabil juga membuat minat terhadap aset safe haven belum mengalami peningkatan yang signifikan.

Secara keseluruhan, prospek harga emas masih cenderung bearish dalam jangka pendek. Kombinasi tekanan teknikal dan fundamental membuat ruang kenaikan masih terbatas, sementara risiko penurunan tetap perlu diwaspadai. Selama harga belum mampu menembus area resistance utama di 4.545 dan masih bergerak di bawah MA 21 serta MA 50, peluang pelemahan menuju area 4.446 hingga 4.365 diperkirakan masih terbuka.

Karena itu, investor dan trader disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan Federal Reserve, serta pergerakan dolar AS yang dapat menjadi faktor penentu arah harga emas dalam beberapa waktu mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap

    Lebih dari Sekadar Mal: ASHTA District 8 sebagai Destinasi Gaya Hidup Lengkap

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Dirancang untuk para urban tastemaker, ASHTA menjadi ruang di mana gaya, wellness, dan self-care berpadu secara harmonis dalam satu destinasi yang dikurasi dengan cermat ASHTA District 8 menghadirkan definisi baru destinasi gaya hidup urban yang melampaui konsep pusat perbelanjaan dan kuliner. Dirancang untuk para urban tastemaker, ASHTA menjadi ruang di mana gaya, wellness, dan self-care […]

  • Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 22 Persen di Triwulan I 2026

    Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 22 Persen di Triwulan I 2026

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mencatat peningkatan 22% pengguna pada Triwulan I 2026, dengan 7.754.946 pengguna, dan Stasiun Dukuh Atas, Harjamukti, Pancoran, Kuningan, dan Cikoko sebagai stasiun paling favorit. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tren positif pengguna LRT Jabodebek sepanjang triwulan I tahun 2026, yang melayani 7.754.946 pengguna LRT Jabodebek. Angka ini meningkat 1.403.663 pengguna dibandingkan periode […]

  • Peringati Hari Kartini, Pekerja Pria dan Wanita BRI Branch Office Segitiga Senen Kompak Kenakan Pakaian Nasional

    Peringati Hari Kartini, Pekerja Pria dan Wanita BRI Branch Office Segitiga Senen Kompak Kenakan Pakaian Nasional

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja pria dan wanita BRI Branch Office Segitiga Senen tampil kompak mengenakan pakaian nasional saat menjalankan aktivitas kerja. Nuansa budaya yang kental terlihat di lingkungan kantor, mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini. Beragam busana adat dari berbagai daerah di Indonesia dikenakan dengan anggun dan rapi oleh […]

  • MoraRepublic Tegaskan Komitmen terhadap Ekosistem Digital Indonesia

    MoraRepublic Tegaskan Komitmen terhadap Ekosistem Digital Indonesia

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    MoraRepublic membagikan visinya dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia untuk menghadirkan konektivitas yang lebih luas, andal, dan relevan untuk mendukung pertumbuhan digital masyarakat dan bisnis di Indonesia. MoraRepublic membagikan visinya untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui sinergi MyRepublic Indonesia dan Moratelindo dalam program CNN Business di CNN Indonesia. Pembahasan tersebut menyoroti pentingnya konektivitas dalam mendukung pertumbuhan […]

  • Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah

    Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Memasuki tiga tahun operasional, LRT Jabodebek memperingatinya dengan kegiatan yang memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat. Pada Jumat (28/8), sebanyak 123 pohon Pule ditanam di 10 stasiun, sementara kegiatan donor darah digelar di Stasiun Jatimulya dan memberikan 300 kopi gratis kepada pengguna di Stasiun Bekasi Barat. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan […]

  • Pengguna LRT Jabodebek Meningkat Seiring Kebutuhan untuk Mobilitas Masyarakat

    Pengguna LRT Jabodebek Meningkat Seiring Kebutuhan untuk Mobilitas Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Penggunaan transportasi publik di wilayah Jabodebek menunjukkan peningkatan dengan pola perjalanan yang semakin beragam. Hal tersebut terlihat dari jumlah pengguna LRT Jabodebek periode Januari–Juli 2026 yang mencapai 19.079.347 pengguna, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 15.772.638 pengguna. Pertumbuhan terjadi pada hari kerja maupun akhir pekan, dengan periode Januari–Juli 2026, rata-rata pengguna LRT […]

expand_less