Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Internship di Hong Kong, Mahasiswa BINUS @Bekasi Asah Pengalaman Global

Internship di Hong Kong, Mahasiswa BINUS @Bekasi Asah Pengalaman Global

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar

Bekasi, 2 April 2026 – Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin global, pengalaman internasional menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kesiapan karier generasi muda. Tidak hanya kompetensi akademik, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki exposure lintas budaya, kemampuan adaptasi tinggi, serta pengalaman profesional di lingkungan global.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University melalui program enrichment menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalani internship di berbagai perusahaan dan institusi internasional. Salah satunya diwujudkan melalui pengalaman Govitty Nellycia, mahasiswa Business Hotel Management BINUS @Bekasi, yang menjalani internship di Mandarin Oriental Hong Kong.

Selama enam bulan, Govitty berkesempatan bergabung di divisi Front Office, Department Guest Relations, sebagai Guest Relations Trainee. Dalam peran ini, ia tidak hanya mempelajari standar pelayanan hotel internasional, tetapi juga terlibat langsung dalam operasional profesional yang menuntut ketelitian, komunikasi, serta service excellence di level global.

Beradaptasi dengan ritme kerja di Hong Kong menjadi tantangan tersendiri. Sebagai trainee, Govitty dituntut untuk belajar dengan cepat, proaktif dalam setiap tugas, serta mampu mengikuti jadwal kerja yang terstruktur. Selain itu, pengalaman tinggal jauh dari keluarga turut membentuk kemandirian dan ketahanan mental yang lebih kuat.

Selama menjalani internship, Govitty memperoleh banyak pembelajaran berharga, baik dalam memahami standar industri global maupun dalam membangun kesiapan diri menghadapi dunia kerja profesional.

“Pengalaman internship ini membuka wawasan saya tentang bagaimana bisnis hospitality dijalankan secara global, terutama dalam memberikan service excellence kepada tamu dari berbagai latar belakang. “Saya juga belajar bagaimana teknologi dan sistem operasional mendukung kualitas layanan di hotel internasional. Pengalaman ini benar-benar mencerminkan pembelajaran di BINUS @Bekasi sebagai kampus Business, Service, and Technology yang mempersiapkan saya untuk siap bersaing di industri global,” ujar Govitty.

Perjalanan ini tidak terlepas dari peran aktif BINUS @Bekasi dalam mendukung mahasiswa. Mulai dari membantu proses pencarian koneksi industri, pengiriman CV, hingga pendampingan selama proses seleksi dan masa internship berlangsung, BINUS memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman yang optimal.

Melalui positioning sebagai kampus Business, Service, and Technology atau yang dikenal sebagai kampus BEKEN, BINUS @Bekasi terus menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka akses mahasiswa terhadap peluang global.

Dengan dukungan ekosistem pendidikan dan industri yang kuat, BINUS @Bekasi terus membuka peluang bagi mahasiswa untuk melangkah lebih jauh, merasakan pengalaman internasional, dan mempersiapkan diri menjadi talenta unggul yang siap berkarier di tingkat global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • Dukung Pertamina Implementasi B50 Nasional, Elnusa Petrofin Gelar Go Live Penyaluran Perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal IBT Pulau Laut

    Dukung Pertamina Implementasi B50 Nasional, Elnusa Petrofin Gelar Go Live Penyaluran Perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal IBT Pulau Laut

    • calendar_month 16 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Kotabaru, 2 Juli 2026 – PT Elnusa Petrofin (EPN), anak perusahaan PT Elnusa Tbk. (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, turut mendukung implementasi program mandatori B50 nasional melalui penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, kepada sektor industri. Momentum ini menjadi bagian penting dari langkah […]

  • One Way Lokal di Tol Semarang Masih Berlaku, Lalu Lintas Terpantau Lancar dan Terkendali

    One Way Lokal di Tol Semarang Masih Berlaku, Lalu Lintas Terpantau Lancar dan Terkendali

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Semarang (19/03) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyampaikan bahwa hingga siang hari ini, rekayasa lalu lintas berupa one way lokal masih diberlakukan di Jalan Tol Semarang Seksi A, B, dan C atas diskresi Kepolisian. Penerapan one way lokal saat ini berlangsung mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung Jalan Tol Batang–Semarang hingga KM 459 […]

  • Pengamat Sebut MIND ID Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang

    Pengamat Sebut MIND ID Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penerapan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara inklusif dan berkelanjutan kini bukan lagi sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen vital dalam melindungi aset manusia serta meningkatkan daya saing global. Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai telah berhasil memosisikan diri sebagai tolok ukur (barometer) konkret dalam transformasi budaya keselamatan tambang di tanah air. […]

  • KAI Logistik Siapkan Langkah Optimalisasi Operasional Hadapi Potensi Lonjakan Pengiriman Motor di Yogyakarta

    KAI Logistik Siapkan Langkah Optimalisasi Operasional Hadapi Potensi Lonjakan Pengiriman Motor di Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Memasuki periode libur panjang perguruan tinggi dan tahun ajaran baru yang umumnya berlangsung pada Juni hingga Juli, KAI Logistik melalui layanan pengiriman retail melakukan berbagai langkah antisipatif guna menghadapi potensi peningkatan volume pengiriman sepeda motor di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan terbesar di Indonesia. Manajer Wilayah Tengah KAI Logistik, Yudhi […]

  • Difference Between Business Visa and Work Permit in Indonesia

    Difference Between Business Visa and Work Permit in Indonesia

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Difference Between Business Visa and Work Permit in Indonesia Indonesia remains one of the most attractive destinations for foreign investors, professionals, and international business travelers. However, one of the most common compliance issues faced by foreign nationals and companies is misunderstanding the difference between a Business Visa Indonesia and a Work Permit Indonesia. This misunderstanding […]

expand_less