Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kolaborasi FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal dalam Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai yang Berkelanjutan

Kolaborasi FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal dalam Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai yang Berkelanjutan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

Surabaya, Mei 2026 – FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan agar semakin berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Mengangkat semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, kolaborasi ini berfokus pada penguatan keterampilan praktis sekaligus peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Pada tahap kedua program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya dengan target lebih dari 100 peserta ibu-ibu rumah tangga penerima manfaat. Kegiatan kick-off sendiri diikuti oleh lebih dari 150 peserta.

Program ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat ekonomi Surabaya tumbuh 5,87% pada 2025 dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan sebagai kontributor terbesar terhadap perekonomian kota. Di sisi lain, geliat UMKM juga terus berkembang. Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM di kota tersebut telah mencapai lebih dari 106 ribu unit usaha dan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui program kolaborasi ini, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan tempe fresh yang higienis sesuai dengan standart Halal dan berbagai produk inovasi berbasis kedelai, pelatihan pembukuan sederhana, desain kemasan produk, pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi Halal hingga memasuki pasar modern. Peserta tahap pertama juga dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga proses pembelajaran dapat terus berlanjut di masyarakat.

VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menyampaikan bahwa FKS Empower Tahap 2 dirancang sebagai langkah nyata untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM.

“Melalui FKS Empower, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan. Program ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang, mereka dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitarnya,” ujar Beatrice.

Senada itu VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri menyampaikan harapan agar program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat hingga pada akhirnya dapat berkembang secara mandiri dan memberi dampak positif ke sekitarnya.

“Program ini menjadi wujud nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sebagai bagian dari wilayah kerja kami, sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan, sehingga komunitas yang telah mendapat manfaat dapat turut serta memberi inovasi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya masing-masing,” ujar Zulhendri.

Kolaborasi FKS Group dan Pelindo Multi Terminal telah berjalan sejak 2024. Pada tahap pertama di tahun 2024, objektif program ditujukan untuk mendampingi masyarakat di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik, yaitu Kel. Romokalisari, Kel. Tambak Osowilangun, Kel. Tambak Sarioso, dan Kel. Karangkiring.

Selama program berlangsung, sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan selama satu tahun. Dari program tersebut, total pendapatan kelompok tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta. Beragam produk inovatif juga berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga berbagai produk turunan kedelai lainnya.

Selain mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga diarahkan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas melalui pemanfaatan bahan pangan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tren pertumbuhan UMKM di Surabaya yang semakin terdorong oleh inovasi produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik kehadiran program yang sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kapasitas UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing. “Kolaborasi antara pemerintah dengan BUMN dan sektor swasta seperti ini menjadi sangat penting untuk mendorong pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi dan jejaring pasar yang lebih luas. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Surabaya dan membuka lebih banyak peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar Eri Cahyadi.

Salah satu peserta UMKM, Dessy Intan Normalasari, mengaku program ini memberikan banyak manfaat dalam pengembangan usahanya. “Dari program ini saya jadi belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pahami, mulai dari cara mengelola usaha, membuat kemasan produk yang lebih menarik, sampai pentingnya legalitas usaha. Pendampingannya juga terasa dekat dan mudah dipahami, jadi kami lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha ke depannya,” kata Dessy.

Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, pada tahap kedua ini FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal juga memperkuat pendampingan bagi peserta tahap pertama agar produk UMKM binaan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern lokal di Surabaya. Hal ini diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya UMKM lokal yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Lewat Roadmap Net Zero Emission, Jasa Marga Wujudkan Komitmen ‘Saatnya Beraksi untuk Iklim’

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Lewat Roadmap Net Zero Emission, Jasa Marga Wujudkan Komitmen ‘Saatnya Beraksi untuk Iklim’

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta (06/06), Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional “Saatnya Beraksi untuk Iklim”, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program strategis pemerintah untuk mitigasi perubahan iklim. Langkah ini selaras dengan target nasional Indonesia dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar […]

  • Mengapa Biaya Makan dan Jajan Saat Traveling Sering Membengkak?

    Mengapa Biaya Makan dan Jajan Saat Traveling Sering Membengkak?

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Banyak orang sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum traveling, mulai dari tiket transportasi, penginapan, hingga itinerary perjalanan. Namun ketika liburan selesai, tidak sedikit yang terkejut melihat total pengeluaran yang ternyata jauh lebih besar dari perkiraan awal. Menariknya, salah satu penyebab yang paling sering membuat anggaran membengkak justru bukan tiket atau hotel, melainkan biaya makan dan jajan […]

  • Hobimu Terlalu Banyak Pengeluaran? Saatnya Atur Anggaran

    Hobimu Terlalu Banyak Pengeluaran? Saatnya Atur Anggaran

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Memiliki hobi adalah hal yang menyenangkan. Bagi sebagian orang, hobi menjadi cara untuk melepas penat setelah bekerja atau beraktivitas seharian. Mulai dari mengoleksi barang, olahraga, traveling, fotografi, bermain gim, hingga berburu barang edisi terbatas, semuanya dapat memberikan kepuasan tersendiri. Namun seiring waktu, tidak sedikit orang yang mulai menyadari bahwa hobi juga bisa menjadi salah satu […]

  • BRI Finance Optimalkan Strategi Pendanaan,  Jaga Stabilitas Cost of Fund Kuartal I-2026

    BRI Finance Optimalkan Strategi Pendanaan, Jaga Stabilitas Cost of Fund Kuartal I-2026

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah tren kenaikan suku bunga dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi yang masih membayangi industri jasa keuangan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi industri multifinance yang saat ini masih mengandalkan pendanaan dari sektor […]

  • Perkuat Dukungan Infrastruktur Air Krakatau Pipe Resmi Memulai Pengiriman Perdana Proyek Karian

    Perkuat Dukungan Infrastruktur Air Krakatau Pipe Resmi Memulai Pengiriman Perdana Proyek Karian

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Cilegon, 28 April 2026 – PT Krakatau Pipe Industries (Krakatau Pipe) sebagai salah satu anak usaha Krakatau Steel Group bersama PT Bakrie Pipe Industries menyelenggarakan seremoni pengiriman perdana untuk pipa Proyek Construction of Karian Dam – Serpong Water Conveyance System (Proyek Karian) Paket 2 dan 3 pada akhir minggu lalu. Adapun acara ini dihadiri oleh […]

  • Bebas Overthinking, Ini Cara Lacak dan Amankan Kirim Paket Ke Luar Negeri

    Bebas Overthinking, Ini Cara Lacak dan Amankan Kirim Paket Ke Luar Negeri

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Sering cemas saat paket tidak bergerak di sistem? Pahami arti status tracking dan amankan proses kirim paket ke luar negeri Anda dari awal hingga akhir. Mengapa Rasa Cemas Sering Muncul Setelah Mengirim Paket? Mengirimkan barang berharga, baik secara nominal maupun sentimental, ke belahan dunia yang jaraknya ribuan kilometer memang sering kali memicu rasa cemas berlebih […]

expand_less