Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Mengapa Bisnis Bisa “Untung”, tetapi Tetap Kehabisan Cash?

Mengapa Bisnis Bisa “Untung”, tetapi Tetap Kehabisan Cash?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Krisis arus kas akibat keterlambatan pembayaran piutang masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha di seluruh dunia. Salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi ini adalah operasional bisnis yang belum berjalan secara optimal. Lantas, bagaimana pendekatan operasional yang lebih efektif dapat membantu UMKM menjaga arus kas tetap sehat dan stabil secara berkelanjutan?

Pada era ekonomi dewasa ini, bayangkan sebuah situasi di mana bisnis Anda mencatatkan penjualan yang terus melesat. Di atas kertas, laporan menunjukkan angka hijau, pesanan terus ada, dan proyek terselesaikan tepat waktu.

Namun, ketika tiba waktunya membayar sewa kantor, gaji tim, hingga invoice pemasok, saldo di rekening perusahaan justru kondisinya kritis.

“Kalau bisnis ini untung, kenapa rasanya selalu pas-pasan?”

Pertanyaan tersebut menjadi pemantik diskusi kecil bertajuk “Making Money vs. Having Money” yang digelar di Kuala Lumpur pada 23 September 2026 lalu. Fenomena ini bukan sekadar teori, melainkan pola sistematis yang dialami hampir semua pemilik usaha yang menerapkan sistem pembayaran tempo (credit terms)—mulai dari skala mikro hingga menengah di berbagai sektor industri.

Pola Sistematis di Balik Lemahnya Arus Kas

Dalam operasional harian, jurang antara “pendapatan tercatat” (accural revenue) dan “uang tunai riil” (cash in) biasanya terbentuk melalui siklus berulang yang tampak wajar:

1. Pekerjaan Tuntas: Barang dikirim atau jasa diselesaikan dengan baik.

2. Faktur Terbit: Penjualan diakui secara akuntansi sebagai pendapatan (revenue).

3. Masa Penundaan: Pelanggan membutuhkan waktu berpekan-pekan hingga berbulan-bulan untuk mencairkan pembayaran.

4. Kewajiban Tetap Berjalan: Beban operasional seperti gaji, sewa, dan kewajiban vendor tetap memiliki tanggal jatuh tempo yang tidak bisa ditawar.

Ketika dua variabel tersebut dibiarkan berjarak terlalu lama, bisnis yang terlihat sehat secara performa penjualan tetap dapat mengalami krisis likuiditas mendadak.

Melihat Kesenjangan dari Kacamata Data Regional

Perasaan “selalu pas-pasan” di kalangan pemilik bisnis memiliki angka yang cukup mengkhawatirkan jika dibedah di tingkat regional:

Malaysia: Menurut data Experian Malaysia (State of Credit 2025) dan Malaysian Micro Business Association (Mamba), rata-rata keterlambatan pembayaran bagi UMKM mencapai 64 hari. Sektor mikro bahkan harus menunggu hingga 120 hari untuk pekerjaan yang telah selesai. Di sektor transportasi dan logistik, UMKM menunggu rata-rata 26 hari lebih lama dibandingkan korporasi besar.

Indonesia: Riset B2B Payment Practices Trends 2026 dari Atradius Collections menunjukkan bahwa 9 dari 10 perusahaan B2B di Indonesia mengalami keterlambatan pembayaran, di mana rata-rata sepertiga (33%) dari total piutang usaha berstatus menunggak (overdue). Keterlambatan ini dipicu oleh tekanan likuiditas pelanggan, di mana bisnis menengah (mid-sized firms) menjadi kelompok yang paling rentan. Sejalan dengan itu, data Credit Bureau Indonesia (CBI) mencatat bahwa 6 dari 10 UKM di Indonesia mengalami masalah keterlambatan pembayaran, dan sebagian besar enggan melakukan penagihan secara tegas karena mengedepankan hubungan baik (relasi) dengan klien.

Amerika Serikat & Inggris: Studi U.S. Bank (via SCORE) mengungkapkan 82% kegagalan bisnis dipicu oleh masalah manajemen arus kas. Sementara itu, Federation of Small Businesses di Inggris mencatat sekitar 50.000 bisnis tutup setiap tahun akibat keterlambatan pembayaran piutang.

Biaya Tersembunyi: Ketika Pemilik Usaha Menjadi “Mesin Penagih”

Di luar angka-angka tersebut, ada dampak operasional yang kerap luput dari pencatatan yaitu beban mental dan waktu.

Pada mayoritas UMKM, pemilik usaha adalah satu-satunya pihak yang memegang rekam jejak riwayat piutang—siapa yang menunggak, kapan tanggal jatuh temponya, hingga kapan harus di-follow up kembali. Hal ini menyita fokus strategis yang seharusnya dapat dialokasikan untuk pengembangan produk atau ekspansi pasar.

Mengapa Aplikasi Belum Tentu Menjawab Masalah Ini?

Solusi konvensional yang kerap ditawarkan adalah adopsi teknologi: sistem pengingat otomatis, dashboard keuangan yang rapi, atau fitur penagihan dalam satu klik. Namun, tingkat adopsi perangkat lunak ini sering membentur tembok kepercayaan.

Dalam salah satu riset pasar, seorang pemilik usaha catering yang mengelola sekitar 200 faktur secara manual menolak menggunakan aplikasi penagihan otomatis.

Alasannya sederhana: menyerahkan data pelanggan dan arus uang ke alat yang belum sepenuhnya dipercaya terasa jauh lebih berisiko dibanding menjalankan cara manual yang sudah ia pahami.

Temuan ini sejalan dengan whitepaper Xero bertajuk “E-Invoicing Readiness Among SMEs in Malaysia” (2025), yang mengungkapkan bahwa 47% UMKM menganggap keamanan dan privasi data sebagai hambatan utama adopsi software keuangan baru. Penghalang utamanya bukan keterbatasan teknologi, melainkan isu kepercayaan (trust) dan kurva pembelajaran (learning curve).

“Banyak pemilik usaha sebenarnya tidak membutuhkan dashboard atau software baru yang rumit untuk dipelajari. Yang mereka butuhkan adalah kepastian bahwa proses penagihan piutang dieksekusi secara konsisten setiap hari tanpa merusak hubungan baik dengan pelanggan,” ucap Adha Gozali, Founder Dayaly Ops dalam event Making Money vs Having Money di Kuala Lumpur akhir September kemarin

Solusi Eksekusi Operasional: Framework SENT → PAID

Alih-alih memaksa pemilik usaha berpindah ke aplikasi atau sistem baru yang rumit, diskusi di Kuala Lumpur menyoroti pentingnya pendekatan yang menggabungkan konsistensi proses manusia dengan disiplin operasional.

Startup operations-as-a-service asal Indonesia, Dayaly Ops, merumuskan kerangka kerja operasional penagihan bertajuk SENT → PAID:

SENT (Tahap Persiapan & Penagihan):

Scan: Meninjau secara menyeluruh daftar faktur dan struktur usianya.

Evaluate: Mengurutkan prioritas berdasarkan nilai piutang, usia faktur, serta probabilitas tertagih.

Nudge: Menjalankan eksekusi penagihan secara profesional dan multi-kanal (WhatsApp, email, hingga telepon).

Track: Mencatat secara sistematis setiap respons dan janji pembayaran pelanggan.

PAID (Tahap Resolusi & Penyelesaian):

Pursue, Agree, Invoice Check, Document: Mengawal proses hingga dana masuk secara penuh langsung ke rekening pemilik bisnis tanpa melalui pihak ketiga.

Pendekatan Layanan Dayaly Collect

Melalui kerangka kerja ini, Dayaly Ops menghadirkan layanan bertajuk Dayaly Collect. Berbeda dari perangkat lunak pasif, Dayaly Collect bertindak sebagai perpanjangan tim operasional (extended team) bagi pemilik usaha.

Prosesnya dirancang untuk meminimalkan beban adaptasi:

Pemilik usaha cukup memberikan daftar faktur tertunda beserta kontak pelanggan. Tim Dayaly Ops menjalankan eksekusi penagihan multi-kanal secara profesional. Dana pembayaran masuk langsung ke rekening pemilik usaha, menjaga keamanan dan kendali penuh atas arus kas. Seluruh rekam jejak penagihan disinkronkan kembali ke sistem pembukuan yang sudah digunakan bisnis tanpa perlu migrasi software.

Forum di Kuala Lumpur ini merupakan kelanjutan dari inisiatif regional Dayaly Ops. Sebelumnya, Dayaly Ops juga menggelar diskusi terbuka di Uluwatu, Bali dan Singapura, yang menghadirkan para pelaku bisnis internasional untuk membedah tantangan operasional harian—mulai dari beban administrasi, koordinasi lintas zona waktu, hingga strategi pendelegasian pekerjaan secara efektif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

    Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Kamis, 7 Mei 2026 Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan Bandung (Jawa Barat), 7 Mei 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pengoperasian KA Sangkuriang relasi Bandung – Ketapang PP. Dalam kurun waktu satu minggu sejak mulai beroperasi 1 […]

  • Masuk Top 10 SMA Berprestasi di Jawa Barat, BINUS SCHOOL Bekasi Cetak Penerima Beasiswa Garuda ke Perguruan Tinggi Terbaik

    Masuk Top 10 SMA Berprestasi di Jawa Barat, BINUS SCHOOL Bekasi Cetak Penerima Beasiswa Garuda ke Perguruan Tinggi Terbaik

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Bekasi, 17 Juni 2026 – Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti aula BINUS SCHOOL Bekasi saat merayakan kelulusan tahun ajaran 2025/2026 pada Rabu (17/6). Tawa dan tepuk tangan menggema dari para guru, orang tua, dan seluruh komunitas sekolah yang menyaksikan momen bersejarah ini dengan penuh kebanggaan. Perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi dari dedikasi panjang para […]

  • Panduan Membersihkan Kandang Kucing Dengan Benar

    Panduan Membersihkan Kandang Kucing Dengan Benar

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Kandang kucing adalah area paling krusial yang menentukan tingkat kenyamanan dan kesehatan anabul di dalam rumah Pawfriends. Memelihara hewan peliharaan bukan sekadar memberinya makan, tetapi juga memastikan lingkungan tempat tinggalnya tetap bersih, higienis, dan bebas dari sumber penyakit. Sering kali, pemilik anabul kurang menyadari bahwa kandang kucing yang jarang dibersihkan dapat memicu berbagai masalah serius, […]

  • itel POWER 80 Resmi Rilis! Tahan Benturan, Tahan Air, dan Bisa Rekam Video di Dalam Air

    itel POWER 80 Resmi Rilis! Tahan Benturan, Tahan Air, dan Bisa Rekam Video di Dalam Air

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    itel Indonesia resmi memperkenalkan itel POWER 80, smartphone terbaru yang dirancang untuk pengguna yang aktif dan selalu ingin memberikan dampak lebih dalam setiap aktivitas. Mengusung slogan “Power Your Impact”, itel POWER 80 hadir sebagai smartphone tangguh yang siap menemani berbagai momen, mulai dari bekerja, traveling, hingga berpetualang di alam terbuka. Tak hanya mengandalkan desain yang […]

  • PTPN Group Perkuat Kemampuan Membaca Pergerakan Harga CPO melalui Commodity Market Intelligence

    PTPN Group Perkuat Kemampuan Membaca Pergerakan Harga CPO melalui Commodity Market Intelligence

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta — Pelatihan Commodity Market Intelligence & Price Forecasting Strategy yang diselenggarakan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), memasuki hari kedua dengan pembahasan mengenai Peramalan Perubahan Harga (Return) CPO pada Pasar Spot Indonesia dan Futures CPO Internasional. Materi hari kedua membahas volatilitas harga CPO dan dampaknya terhadap […]

  • MAPID Catalyst 2026 “Maps That Think” Pertemukan Talenta Muda, Industri, dan Pemerintah dalam Ekosistem Geospasial Indonesia

    MAPID Catalyst 2026 “Maps That Think” Pertemukan Talenta Muda, Industri, dan Pemerintah dalam Ekosistem Geospasial Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 September 2026. MAPID, perusahaan teknologi geospasial Indonesia, menyelenggarakan MAPID Catalyst 2026 bertema “Maps That Think” pada 23 hingga 24 September 2026 di Jakarta. Acara ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pembina MAPID WebGIS Competition 2026. Selama dua hari, MAPID Catalyst 2026 mempertemukan talenta […]

expand_less