Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Mengupas Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud di Era Digital melalui Akuntansi Forensik

Mengupas Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud di Era Digital melalui Akuntansi Forensik

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar

Di era transformasi digital yang serba cepat, integritas organisasi menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Praktik kecurangan atau fraud kini tidak hanya terbatas pada manipulasi fisik, tetapi telah merambah ke ruang siber dengan skema yang lebih canggih. Menghadapi dinamika ini, profesional di bidang keuangan dan tata kelola dituntut untuk memiliki kompetensi strategis dalam mengidentifikasi, mencegah, serta menindaklanjuti anomali secara efektif. Sebagai institusi yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat, terutama dalam melangkah menuju perjalanan 45 tahun BINUS, BINUS terus berupaya membekali sivitas akademika dan praktisi dengan wawasan mutakhir guna membangun ekosistem profesional yang berintegritas.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, BINUS kembali menyelenggarakan BINUS Book Review, sebuah forum diskusi akademik yang menghadirkan dialog mendalam mengenai literasi terkini. Kali ini, fokus diskusi tertuju pada aspek krusial dalam dunia audit dan hukum melalui bedah buku berjudul Akuntansi Forensik dan Pemeriksaan Kecurangan. Acara ini menjadi ruang bagi para peserta untuk menerjemahkan teori konseptual menjadi keahlian praktis yang aplikatif di lapangan.

Kegiatan BINUS Book Review ini dilaksanakan secara hybrid, memberikan akses luas bagi peserta untuk hadir secara onsite di Recreation Room LKC, Lantai 1, BINUS @Kemanggisan Kampus Anggrek, maupun bergabung secara online melalui Zoom. Penyelenggaraan acara ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Library and Knowledge Center (LKC), Knowledge Management & Innovation (KMI), BINUS Publishing, dan BINUS Research. Sinergi lintas unit ini mencerminkan upaya berkelanjutan BINUS dalam membina budaya literasi dan inovasi di lingkungan akademik.

Acara dibuka oleh MC yang menekankan pentingnya penguasaan teknik forensik sebagai instrumen perlindungan aset dan reputasi organisasi di tengah ketidakpastian global. Selanjutnya, moderator Annisa, S.Sos., selaku Senior Reference Librarian BINUS University, memandu jalannya diskusi dengan menggarisbawahi bahwa pemahaman mengenai fraud bukan hanya kebutuhan auditor, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen organisasi demi terciptanya tata kelola yang baik (good corporate governance).

Sesi utama menghadirkan narasumber sekaligus penulis buku, Bambang Leo Handoko, S.E., M.M., M.Si., Cert.DA, CCFA, CTA, ACPA., yang merupakan Subject Content Coordinator Auditing di BINUS University. Dalam pemaparannya, Bapak Bambang menjelaskan bahwa buku ini dirancang sebagai panduan komprehensif yang tidak hanya membahas aspek teoritis, tetapi juga evolusi teori fraud dari model klasik hingga kontemporer. Beliau menyoroti berbagai bentuk kecurangan, mulai dari manipulasi keuangan hingga pelanggaran etika organisasi yang dilakukan di berbagai tingkatan manajemen.

Salah satu poin menarik yang dibahas adalah integrasi teknologi modern dalam pendeteksian kecurangan. “Buku ini mengupas bagaimana kita bisa memanfaatkan artificial intelligence (AI), big data analytics, hingga blockchain untuk mendeteksi anomali secara real-time. Ini adalah bekal strategis bagi generasi profesional agar mampu menjadi garda terdepan dalam memerangi kecurangan di era digital,” jelas Bapak Bambang. Beliau juga membedah proses hukum yang terlibat, baik pidana maupun perdata, serta peran lembaga otoritas seperti KPK, OJK, dan BPK dalam penanganan kasus di Indonesia.

Keunggulan lain dari buku ini adalah formatnya yang interaktif. Dikemas dalam bentuk interactive e-book, pembaca tidak hanya disuguhi teks, tetapi juga video pembelajaran, simulasi kasus, hingga teka-teki silang yang mendorong pembaca untuk berpikir kritis dan menguji pemahaman secara aktif. Pendekatan yang multidisipliner dan aplikatif ini membuat materi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami dan menyenangkan untuk dipelajari oleh mahasiswa maupun praktisi umum.

Selama sesi tanya jawab (Q&A), antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berkembang mengenai tantangan implementasi etika profesi dan teknik audit investigatif di perusahaan. Melalui penyelenggaraan BINUS Book Review, BINUS kembali menegaskan perannya sebagai world-class university yang berkontribusi nyata dalam membina dan memberdayakan bangsa. Dalam semangat menyambut usia 45 tahun, BINUS percaya bahwa transformasi menuju masyarakat yang transparan dan akuntabel hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang konsisten dan penyediaan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Experience Japan Through Sake: byFood and KOKUBU Launch Exclusive Brewery Journey for International Travelers

    Experience Japan Through Sake: byFood and KOKUBU Launch Exclusive Brewery Journey for International Travelers

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    A rare cultural experience combining a 200-year-old sake brewery, chef-crafted cuisine, and immersive storytellingTokyo, Japan — As international travel to Japan reaches unprecedented levels, a new premium experience is inviting global travelers to discover Japan through one of its most iconic cultural traditions: sake. Tablecross Inc., the company behind the global food tourism platform byFood, […]

  • Mengapa Anak Kita Harus Siap Belajar Teknologi untuk Menghadapi Era 5.0

    Mengapa Anak Kita Harus Siap Belajar Teknologi untuk Menghadapi Era 5.0

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    ReputasiPlus.com – Dunia terus berubah. Teknologi berkembang cepat, dan kita kini memasuki Era Society 5.0 — sebuah era di mana manusia dan teknologi hidup berdampingan secara harmonis. Di sinilah tantangan besar hadir bagi orang tua: apakah anak kita siap bersaing di dunia yang semakin digital ini? Apa Itu Era Society 5.0? Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Society […]

  • BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Multiguna 44,74% pada Semester I 2026

    BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Multiguna 44,74% pada Semester I 2026

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Juli 2026 – Di tengah berbagai kebutuhan finansial masyarakat yang semakin beragam, akses terhadap pembiayaan yang cepat, aman, dan fleksibel menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung berbagai rencana, mulai dari renovasi rumah, biaya pendidikan, pengembangan usaha, hingga kebutuhan konsumtif lainnya. Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat layanan […]

  • Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

    Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah tantangan pengelolaan data yang semakin kompleks, banyak perusahaan masih terjebak dalam pengumpulan data tanpa pemanfaatan yang jelas. Kondisi “data-rich but insight-poor” ini membuat potensi pertumbuhan bisnis sering terlewatkan. Menjawab kebutuhan tersebut, transcosmos Indonesia (TCID) berkolaborasi dengan MoEngage menyelenggarakan sesi berbagi strategi bertajuk “Monetizing Customer Data: Turning Insights into […]

  • EFEK 78%: Bersih-Bersih Hutang, Karpet Merah VVIP, dan Menangnya Nalar Warga Nyiur Melambai

    EFEK 78%: Bersih-Bersih Hutang, Karpet Merah VVIP, dan Menangnya Nalar Warga Nyiur Melambai

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle reputasi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Media Reputasi.com ​Di dunia politik praktis, ada satu aturan tak tertulis yang diam-diam dianut banyak kepala daerah: kalau mau aman dan disukai, rajin-rajinlah bikin proyek mercusuar dan sebar anggaran. Urusan dari mana uangnya apalagi kalau harus gali lubang tutup lubang pakai hutang daerah itu urusan belakangan. Biar pemimpin berikutnya yang pusing. ​Namun, mengamati lanskap politik […]

  • Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko

    Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pasar finansial sering kali diibaratkan sebagai lautan yang tenang namun bisa berubah menjadi badai dalam sekejap. Ketidakstabilan pasar, baik dipicu oleh rilis data ekonomi yang tak terduga maupun ketegangan geopolitik, memaksa investor untuk beralih dari mode spekulasi ke mode proteksi. Dalam kondisi volatilitas tinggi, keputusan yang diambil secara emosional sering kali menjadi penyebab utama kerugian. […]

expand_less