Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BRI Finance Catat Kinerja 2025 yang Adaptif di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

BRI Finance Catat Kinerja 2025 yang Adaptif di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar

Jakarta, 7 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) membukukan kinerja keuangan tahun 2025 dengan tetap menjaga fundamental bisnis yang solid di tengah tantangan industri pembiayaan yang dinamis. Sepanjang periode tersebut, Perseroan mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp90,88 miliar.

Capaian ini mencerminkan upaya perusahaan dalam melakukan penyesuaian strategi bisnis secara prudent, seiring dengan dinamika pasar dan tekanan pada sisi pendapatan. Secara tahunan (year-on-year/YoY), laba tercatat mengalami penurunan sebesar 12,53% dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp103,90 miliar.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan, “Di tengah dinamika industri pembiayaan, kami tetap fokus pada pengelolaan risiko yang prudent dan peningkatan kualitas portofolio. Berbagai penyesuaian strategi bisnis kami lakukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.”

Dari sisi top line, total pendapatan BRI Finance tahun 2025 tercatat sebesar Rp1,23 triliun, atau turun 12,76% YoY dari Rp1,41 triliun pada tahun sebelumnya. Struktur pendapatan Perseroan tetap ditopang oleh portofolio pembiayaan yang terdiversifikasi, dengan kontribusi utama berasal dari pembiayaan multiguna sebesar Rp546,57 miliar, diikuti pendapatan sewa operasi senilai Rp375,74 miliar, serta pembiayaan investasi sebesar Rp175,91 miliar.

Selain itu, BRI Finance juga mencatatkan pendapatan dari pembiayaan modal kerja sebesar Rp13,30 miliar, pendapatan bunga Rp11 miliar, serta keuntungan atas penjualan aset sewa operasi sebesar Rp46,11 miliar. Pendapatan lainnya, termasuk komisi dan pendapatan lain-lain, turut memberikan kontribusi sebesar Rp63,51 miliar.

Di sisi efisiensi, Perseroan berhasil menjaga pengendalian beban secara optimal. Total beban tercatat sebesar Rp1,11 triliun, menurun 12,59% YoY dari Rp1,27 triliun pada tahun sebelumnya. Beban pendanaan menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp335,30 miliar, diikuti beban depresiasi dan amortisasi sebesar Rp293,58 miliar, serta beban gaji dan tunjangan sebesar Rp198,96 miliar.

Lebih lanjut, Wahyudi menambahkan, “Kami secara konsisten memperkuat struktur permodalan dan melakukan optimalisasi liabilitas untuk meningkatkan fleksibilitas keuangan. Hal ini menjadi fondasi penting bagi BRI Finance dalam menangkap peluang pertumbuhan ke depan.”

Dari sisi neraca, BRI Finance menunjukkan penguatan struktur permodalan. Total ekuitas tercatat tumbuh 6,33% YoY menjadi Rp1,51 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan Rp1,42 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Perseroan secara strategis menurunkan liabilitas sebesar 37,6% YoY menjadi Rp3,90 triliun dari Rp6,25 triliun.

Sejalan dengan penyesuaian tersebut, total aset BRI Finance tercatat sebesar Rp5,41 triliun, turun 29,46% YoY dari Rp7,67 triliun pada tahun sebelumnya. Langkah ini mencerminkan fokus Perseroan dalam menjaga kualitas aset serta memperkuat posisi keuangan secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Blusukan ke Empat Daerah, Gubernur Yulius Pastikan Stabilitas Harga Pangan di Sulut

    Blusukan ke Empat Daerah, Gubernur Yulius Pastikan Stabilitas Harga Pangan di Sulut

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle editor reputasi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    REPUTASIPLUS.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperketat pengawasan distribusi bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah titik krusial. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan. ​Guna memastikan intervensi harga berjalan efektif, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus meninjau langsung pelaksanaan GPM […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Dukung Ketahanan Pangan, PTPN I Masuk Bisnis Singkong dan Jagung

    Holding Perkebunan Nusantara Dukung Ketahanan Pangan, PTPN I Masuk Bisnis Singkong dan Jagung

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    JAKARTA — Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui subholding Supporting Co, PTPN I, perusahaan mendapat mandat untuk masuk ke bisnis komoditas tanaman pangan semusim, khususnya singkong dan jagung. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap isu stabilitas harga, kontinuitas pasokan, serta pemberdayaan petani yang masih menjadi tantangan pada […]

  • Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan

    Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA — Permintaan emas terus meningkat secara global. Melihat tren ini, pebisnis pertambangan nasional perlu memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan logam mulia dalam negeri. Menurut data World Gold Council, total permintaan emas kuartal I, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), naik 2% secara tahunan menjadi 1.231 ton. Kenaikan volume dipandang sangat solid […]

  • Mengenal Konsep Market Structure dalam Trading Forex

    Mengenal Konsep Market Structure dalam Trading Forex

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Dalam trading forex, memahami arah pasar merupakan kunci untuk mengambil keputusan yang tepat. Salah satu konsep yang banyak digunakan oleh trader profesional adalah market structure, yaitu cara membaca pola pergerakan harga untuk mengetahui apakah pasar sedang berada dalam tren naik, tren turun, atau fase konsolidasi. Market structure membantu trader melihat bagaimana harga bergerak secara alami […]

  • Bitcoin Terkoreksi Hingga Ke .000, Bittime Bitcoin Pizza Day Jadi Kesempatan Buy The Deep?

    Bitcoin Terkoreksi Hingga Ke $76.000, Bittime Bitcoin Pizza Day Jadi Kesempatan Buy The Deep?

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Mei 2026 – Bitcoin, aset kripto utama tercatat terkoreksi hingga ke level $76.00 per-hari ini (18 Mei 2026) pada perdagangan di Bittime. Bertepatan dengan ini Bittime menggelar kampanye Bittime Road to Bitcoin Pizza Day bertajuk “Trade Any Coins and Earn BTC!” bagi investor aset kripto Indonesia yang dapat menjadi kesempatan “Buy The Deep”. […]

  • Layanan Prima dan Infrastruktur Andal, Tol Batang Semarang Jadi Pilihan Pengguna Jalan.

    Layanan Prima dan Infrastruktur Andal, Tol Batang Semarang Jadi Pilihan Pengguna Jalan.

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Layanan Prima dan Infrastruktur Andal, Tol Batang Semarang Jadi Pilihan Pengguna Jalan. Semarang(20/01) PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) terus berkomitmen menghadirkan layanan prima dan infrastruktur jalan tol yang andal bagi para pengguna Jalan Tol Batang–Semarang. Upaya tersebut dilakukan melalui pemeliharaan rutin dan berkala guna memastikan kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran perjalanan masyarakat. Sebagai bagian dari kegiatan […]

expand_less