Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dupoin Futures Ungkap Alasan Harga Emas Berpotensi Turun ke Area Support 3.873

Dupoin Futures Ungkap Alasan Harga Emas Berpotensi Turun ke Area Support 3.873

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas pada perdagangan hari Rabu (15/7) diperkirakan masih berada dalam tekanan setelah berbagai indikator teknikal dan fundamental belum menunjukkan sinyal perubahan tren yang berarti. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa kecenderungan pelemahan masih menjadi skenario utama selama harga belum mampu menembus sejumlah level resistance penting. Meski volatilitas pasar masih berpotensi meningkat akibat rilis data ekonomi Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik global, Dupoin Futures melihat peluang penurunan harga emas masih lebih besar dibandingkan potensi penguatan dalam jangka pendek.

Menurut analisis Dupoin Futures, pada grafik time frame Daily, struktur pergerakan emas masih memperlihatkan dominasi tren bearish. Harga hingga kini belum berhasil mencatatkan penutupan perdagangan di atas kisaran resistance 4.102 hingga 4.179, sehingga belum ada konfirmasi teknikal yang mengindikasikan perubahan arah menuju tren naik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan dari pihak penjual masih relatif kuat dan mampu membatasi setiap upaya pemulihan harga yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa kegagalan harga menembus area resistance tersebut membuat peluang pembalikan tren masih cukup terbatas. Oleh karena itu, setiap kenaikan yang terjadi dalam waktu dekat masih berpotensi bersifat sementara atau hanya menjadi bagian dari secondary trend, sebelum harga kembali melanjutkan tren penurunan yang menjadi arah utama pasar saat ini.

Lebih lanjut, Dupoin Futures menyoroti posisi harga yang masih bergerak di bawah Moving Average (MA) 21 dan Moving Average (MA) 34. Kedua indikator tersebut masih berfungsi sebagai dynamic resistance, yang terus menjadi penghalang bagi laju penguatan emas. Selama harga belum mampu bergerak dan bertahan di atas area tersebut, Dupoin Futures menilai struktur bearish masih tetap valid dan belum menunjukkan indikasi perubahan yang signifikan.

Selain itu, indikator Stochastic Oscillator juga masih menggambarkan momentum pelemahan yang cukup kuat. Menurut pengamatan Dupoin Futures, indikator tersebut belum memperlihatkan sinyal bullish reversal yang dapat menjadi dasar perubahan tren. Hal ini semakin memperkuat pandangan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga emas dalam jangka pendek hingga menengah.

Dengan mempertimbangkan berbagai sinyal teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support di level 3.981. Apabila tekanan jual semakin meningkat dan level tersebut berhasil ditembus, maka peluang penurunan menuju support berikutnya di kisaran 3.873 akan semakin terbuka. Area tersebut dipandang sebagai level penting yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar dalam menentukan strategi transaksi berikutnya.

Di sisi fundamental, Dupoin Futures melihat bahwa prospek emas masih dibayangi oleh sentimen yang cenderung negatif. Salah satu faktor utama berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat yang masih didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Kebijakan tersebut membuat aset berbasis dolar tetap menarik di mata investor dan secara bersamaan mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen investasi yang tidak memberikan imbal hasil.

Menurut Dupoin Futures, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor lain yang memberikan tekanan terhadap harga emas. Ketika yield obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan tingkat pengembalian lebih kompetitif dibandingkan emas. Kondisi ini menyebabkan permintaan terhadap logam mulia berpotensi menurun sehingga ruang kenaikan harga menjadi semakin terbatas.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa dinamika pasar global tetap perlu dicermati karena dapat mengubah sentimen sewaktu-waktu. Rilis data inflasi Amerika Serikat, laporan ketenagakerjaan, perkembangan aktivitas ekonomi, hingga komentar dari pejabat Federal Reserve akan menjadi faktor penting yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar AS maupun harga emas. Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan atau bank sentral mulai memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih longgar, tekanan terhadap emas dapat berkurang dan membuka peluang terjadinya pemulihan harga.

Selain faktor ekonomi, Dupoin Futures juga menilai bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik atau munculnya risiko baru terhadap perekonomian global masih dapat mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Namun, selama penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi tetap mendominasi sentimen pasar, potensi kenaikan emas diperkirakan masih akan terbatas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menegaskan bahwa prospek harga emas masih cenderung bearish. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area resistance 4.102–4.179, serta masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan Moving Average 34, tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi pasar.

Berdasarkan kombinasi analisis teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area support 3.981 hingga 3.873, meskipun pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi potensi volatilitas yang dipicu oleh perkembangan data ekonomi Amerika Serikat maupun dinamika geopolitik global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Local Nation Meriahkan Agustus di Mall @ Alam Sutera dengan Ragam Pengalaman dari Otomotif hingga Komunitas

    Local Nation Meriahkan Agustus di Mall @ Alam Sutera dengan Ragam Pengalaman dari Otomotif hingga Komunitas

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Alam Sutera, 19 Agustus 2026 — Memasuki bulan Agustus, Mall @ Alam Sutera menghadirkan rangkaian acara bertajuk “Local Nation” yang berlangsung sepanjang 1–30 Agustus 2026. Mengangkat semangat kebersamaan dan keberagaman aktivitas, Local Nation menghadirkan berbagai pengalaman bagi pengunjung, mulai dari otomotif, komunitas, seni dan budaya, hingga festival yang meramaikan suasana mall sepanjang bulan kemerdekaan. Mulai […]

  • Dupoin Futures Ungkap Proyeksi Harga Emas (XAUUSD) Pekan Depan, Bearish Masih Jadi Skenario Utama

    Dupoin Futures Ungkap Proyeksi Harga Emas (XAUUSD) Pekan Depan, Bearish Masih Jadi Skenario Utama

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada pekan depan di tengah kombinasi sinyal teknikal yang belum menunjukkan perubahan tren serta sentimen fundamental yang masih cenderung mendukung penguatan dolar Amerika Serikat. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, prospek emas (XAUUSD) dalam jangka pendek hingga menengah masih didominasi oleh skenario bearish, meskipun peluang terjadinya […]

  • School of Accounting BINUS UNIVERSITY dan IAPI Perkuat Integritas serta Kesiapan Profesi Akuntan Masa Depan di Era AI

    School of Accounting BINUS UNIVERSITY dan IAPI Perkuat Integritas serta Kesiapan Profesi Akuntan Masa Depan di Era AI

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Melalui rangkaian CPA Days 2026, BINUS University dan Institut Akuntan Publik Indonesia menghadirkan ruang kolaborasi antara regulator, organisasi profesi, akademisi, praktisi, mahasiswa dan teknologi untuk membahas tata kelola teknologi serta pemanfaatan AI dalam riset akuntansi dan audit TANGERANG, 19 Agustus 2026 – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital terus bergerak mengubah cara organisasi bekerja, […]

  • Lintasarta Perkuat Solusi AI Terintegrasi untuk Menjawab Tantangan Implementasi Industri

    Lintasarta Perkuat Solusi AI Terintegrasi untuk Menjawab Tantangan Implementasi Industri

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 70
    • 0Komentar

    JAKARTA, 18 Februari 2026 – Seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor, banyak perusahaan menghadapi tantangan nyata dalam mengintegrasikan solusi AI ke dalam sistem operasional mereka. Kompleksitas integrasi, keterbatasan infrastruktur, proses implementasi yang memakan waktu, hingga kebutuhan keamanan dan kedaulatan data menjadi tantangan utama dalam mempercepat adopsi teknologi. Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta menegaskan […]

  • BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Tetap Bertumbuh Hingga Akhir 2026

    BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Tetap Bertumbuh Hingga Akhir 2026

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 Juli 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memastikan wacana penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara 2026 belum berdampak terhadap permintaan pembiayaan alat berat. Di tengah proses revisi RKAB yang mulai berjalan pada Juli 2026, Perseroan masih melihat aktivitas investasi dan pengadaan alat berat dari sektor-sektor produktif berlangsung normal. Pemerintah […]

  • Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15% Diversifikasi Strategi di Tengah Gejolak Pasar Global

    Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15% Diversifikasi Strategi di Tengah Gejolak Pasar Global

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 Februari 2026 –  Kondisi ekonomi global saat ini sedang berada dalam fase yang penuh dengan tantangan akibat munculnya tiga risiko utama yang saling berkaitan atau yang dikenal sebagai triple threat. Menghadapi ini, Bittime, platform crypto exchange yang telah memperoleh izin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan alternatif fitur investasi jangka panjang, Staking […]

expand_less