Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » APINDO: ION, Solusi Percepat Digitalisasi UMKM

APINDO: ION, Solusi Percepat Digitalisasi UMKM

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

JAKARTA— Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani menilai Indonesia Open Network (ION) dapat menjadi solusi untuk mempercepat digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperluas akses pasar, serta menurunkan biaya yang harus ditanggung pelaku usaha ketika masuk ke dalam ekosistem perdagangan digital.

Shinta mengatakan, sebagai representasi dunia usaha nasional, APINDO bekerja sama dengan ION untuk memperluas partisipasi pelaku usaha sekaligus mempercepat penggunaan jaringan digital terbuka di berbagai sektor industri. “Interoperabilitas merupakan kunci menuju tahap berikutnya dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia,” kata Shinta dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/07/2026).

ION adalah program nasional yang diluncurkan di Jakarta, Selasa (07/07/2026), dan menjadi salah satu agenda strategis dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 7–8 Juli 2026. Peluncuran tersebut disambut Presiden Prabowo Subianto dan Narendra Modi sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis Indonesia–India dalam bidang ekonomi digital.

ION merupakan implementasi dari nota kesepahaman kerja sama pengembangan digital yang ditandatangani Indonesia dan India pada Januari 2025. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan Digital Public Infrastructure, kecerdasan buatan, dan inovasi digital.

Dalam pernyataan bersama pada Selasa (07/07/2026), kedua pemimpin menyambut peluncuran ION yang dikembangkan berdasarkan arsitektur Open Network for Digital Commerce atau ONDC dari India. Jaringan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi UMKM Indonesia dalam ekonomi digital melalui sistem perdagangan yang terbuka, inklusif, dan tidak bergantung pada satu ekosistem digital tertentu.

Meski mengacu pada pengalaman ONDC, ION dikembangkan dengan menyesuaikan karakteristik ekonomi, kebutuhan nasional, prioritas pembangunan, dan kerangka kelembagaan Indonesia. ION menjadi teknologi digital milik Indonesia, bukan India.

Managing Director dan CEO ONDC sekaligus anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network, T Koshy, mengatakan keberhasilan jaringan digital terbuka tidak terletak pada upaya meniru model negara lain. Menurut dia, prinsip-prinsip yang telah terbukti harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Indonesia dinilai telah mengembangkan pendekatan sendiri yang mencerminkan kondisi ekonomi, institusi, dan cita-cita pembangunan nasional.

Menghapus Fragmentasi

Shinta, yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat Indonesia Open Network, menjelaskan bahwa ION menghadirkan infrastruktur digital bersama yang memungkinkan berbagai pelaku dalam ekosistem perdagangan terhubung tanpa harus bergantung pada satu platform tertentu. “ION membangun infrastruktur bersama yang menurunkan hambatan inovasi, mengurangi biaya usaha, dan membuka peluang bagi perusahaan dari berbagai skala untuk berkembang dalam perdagangan digital,” ujarnya.

Menurut Shinta, keterhubungan antarsistem menjadi penting karena digitalisasi UMKM selama ini masih dihadapkan pada fragmentasi marketplace, biaya integrasi teknologi, keterbatasan akses logistik dan pembiayaan, serta mahalnya biaya untuk mendapatkan pelanggan. Melalui jaringan terbuka, pelaku usaha dari berbagai skala dapat memperoleh biaya transaksi yang lebih rendah, akses pasar yang lebih luas, serta konektivitas digital yang lebih baik. Sistem ini juga membuka kesempatan bagi marketplace, perusahaan logistik, perbankan, penyedia pembayaran, dan aplikasi bisnis untuk berkolaborasi di atas infrastruktur yang sama.

ION merupakan infrastruktur perdagangan digital terbuka berskala nasional yang dirancang untuk menghubungkan pelaku usaha, marketplace, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, dan berbagai layanan digital dalam satu jaringan yang interoperabel. Berbeda dengan marketplace konvensional, ION bukan platform perdagangan elektronik baru. ION berfungsi sebagai infrastruktur bersama yang memungkinkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, marketplace, perusahaan logistik, sistem pembayaran, perbankan, serta penyedia layanan digital saling terhubung dalam satu ekosistem nasional.

Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha hanya perlu melakukan satu kali integrasi agar dapat terhubung dengan berbagai platform dan layanan. Prinsip yang diusung adalah “Join Once. Sell Everywhere”, atau bergabung sekali untuk berjualan di berbagai jaringan. Model tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya integrasi teknologi, mendorong inovasi, menciptakan persaingan yang sehat, dan memberikan pilihan yang lebih luas kepada pelaku usaha maupun konsumen.

Implementasi Awal untuk UMKM

Sebagai bagian dari implementasi awal ION, SMESCO Indonesia dan PT Chairos International Ventures menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk memperluas partisipasi digital UMKM. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan akses pasar, penguatan inklusi keuangan, serta pengembangan kapasitas usaha melalui berbagai program implementasi dan pengembangan ekosistem.

ION juga bekerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah untuk memperkuat program nasional SAPA UMKM melalui PASAR SAPA. Program tersebut dikembangkan sebagai lapisan perdagangan digital interoperabel yang menghubungkan UMKM dengan berbagai layanan pendukung usaha.

Melalui jaringan tersebut, UMKM yang telah terdaftar diharapkan memperoleh akses lebih luas kepada pembeli, penyedia jasa logistik, sistem pembayaran digital, pembiayaan, asuransi, serta berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Selasa (07/07/2026), mengatakan pemerintah ingin memastikan setiap UMKM Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital tanpa dibatasi ukuran ataupun lokasi usahanya. “Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, layanan logistik, pembiayaan, layanan publik yang terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan,” katanya.

Menurut Maman, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa Digital Public Infrastructure dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Hingga saat ini, terdapat 14,9 juta usaha mikro telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) atau sekitar 96,9 persen dari seluruh NIB yang telah diterbitkan. Namun, dibandingkan dengan sekitar 56 juta pelaku usaha mikro di Indonesia, masih terdapat sekitar 40 juta UMKM yang belum memiliki legalitas usaha dan perlu difasilitasi agar dapat masuk ke sektor formal.

Mengatasi Fragmentasi Ekonomi Digital

Kehadiran ION dilatarbelakangi masih besarnya hambatan yang dihadapi jutaan UMKM, petani, koperasi, pasar tradisional, dan pelaku usaha informal dalam memasuki ekonomi digital. Fragmentasi marketplace membuat pelaku usaha harus melakukan integrasi secara terpisah dengan berbagai platform. Di sisi lain, sistem logistik yang belum sepenuhnya terhubung, kebutuhan investasi teknologi, keterbatasan akses pembiayaan, serta tingginya biaya memperoleh pelanggan masih menjadi tantangan, terutama bagi pelaku usaha di daerah.

ION berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan memisahkan fungsi infrastruktur digital dari aplikasi komersial. Dengan demikian, perusahaan dapat membangun aplikasi dan layanan baru di atas jaringan yang sama tanpa harus menciptakan ekosistem tertutup.

ION juga mengembangkan konsep ION Hyperlokal yang akan menghubungkan desa, kecamatan, koperasi, petani, pasar tradisional, serta berbagai penyedia layanan lokal ke dalam ekosistem ekonomi digital berbasis wilayah.

Melalui model tersebut, transaksi perdagangan dan distribusi logistik dapat dipenuhi dari dalam komunitas setempat, sekaligus membuka akses produk lokal menuju pasar yang lebih luas di tingkat nasional.

Kementerian Komunikasi dan Digital turut mendukung pengembangan ekosistem ION dengan mendorong keterlibatan komunitas inovasi digital, pengembang aplikasi, perusahaan rintisan, dan penyedia layanan digital Indonesia.

ION diperkenalkan sebagai Digital Public Infrastructure (DPI) pada 5 Februari 2026 dalam soft launching ION yang dipimpin Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dan dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurachman. ION berbasis jaringan terbuka yang menghubungkan UMKM, aplikasi pembeli, sistem penjual, penyedia logistik, dan layanan pembayaran lintas platform tanpa bergantung pada satu ekosistem digital tertentu.

Inisiatif ini bertujuan memperluas akses pasar, menekan biaya transaksi, meningkatkan transparansi, serta memperkuat daya saing sekitar 64,2 juta UMKM Indonesia dalam ekonomi digital. Nezar Patria menegaskan bahwa infrastruktur digital terbuka menjadi fondasi penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan melampaui US$130 miliar.

Didukung Google.org dan Mitra Teknologi

Pengembangan ION memperoleh dukungan Google.org untuk fase inkubasi infrastruktur perdagangan digital terbuka nasional. Dukungan tersebut ditujukan untuk mempercepat perdagangan digital yang inklusif, khususnya bagi usaha mikro dan wirausahawan di wilayah perdesaan.

Networks for Humanity juga bergabung sebagai mitra pengetahuan dengan membawa pengalaman internasional dalam pengembangan ekosistem digital yang terbuka, interoperabel, dan inklusif. Mitra pendiri ekosistem ION antara lain Indosat Ooredoo Hutchison, Protean e-Gov Technologies, Pidge, Remiges, Bajaj-Maxride, PlaceOrder, Haqdarshak, Integra Microsystems, Moving Tech Innovations, Infinys, ThoughtLine, Ayantram, dan Blitz.

Chief Executive Officer PT Chairos International Ventures Sachin Gopalan mengatakan ION bukan sekadar platform e-commerce, melainkan infrastruktur digital bersama yang memungkinkan marketplace, perusahaan logistik, penyedia pembayaran, perbankan, dan aplikasi bisnis saling terhubung. Dengan memisahkan infrastruktur dari aplikasi, kata dia, Indonesia sedang membangun ekonomi digital yang menjadikan kolaborasi sebagai sumber inovasi.

Menurut Sachin, Chairos berperan mempertemukan pemerintah, dunia usaha, mitra teknologi, dan para ahli internasional agar ION berkembang menjadi ekosistem nasional yang pada akhirnya dimiliki dan dikelola untuk kepentingan Indonesia.

Kehadiran ION diharapkan menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi digital menuju Indonesia Emas 2045. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk menggantikan fragmentasi dengan interoperabilitas, mengurangi eksklusivitas antarsistem, serta memperluas peluang bagi jutaan UMKM untuk tumbuh dalam ekosistem digital nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Aset Jadi Solusi: Cara Baru Menghadapi Kebutuhan Dana Tanpa Kehilangan Kepemilikan

    Ketika Aset Jadi Solusi: Cara Baru Menghadapi Kebutuhan Dana Tanpa Kehilangan Kepemilikan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Pembiayaan berbasis aset bukan berarti tanpa risiko, tetapi dapat menjadi alternatif yang lebih terukur dibandingkan dengan menjual aset secara terburu-buru atau mengambil pinjaman dengan beban jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi yang semakin tidak menentu, kebutuhan akan likuiditas kerap datang di saat yang tidak terduga. Tidak sedikit masyarakat yang menghadapi dilema klasik: membutuhkan dana cepat, […]

  • Yulius Selvanus Terima Emblem Adat, Diakui sebagai Putra Kebanggaan Minahasa

    Yulius Selvanus Terima Emblem Adat, Diakui sebagai Putra Kebanggaan Minahasa

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Jakarta, ReputasiPlus.com – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menerima kehormatan besar dari tanah kelahirannya. Pada Kamis (30/7/2025), ia resmi disematkan Emblem Adat Minahasa oleh para tetua adat, sebagai bentuk pengakuan bahwa dirinya adalah putra kebanggaan Minahasa. Acara penuh makna ini berlangsung di Jakarta, dipimpin oleh tokoh adat Romel Rumambi, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti mantan […]

  • Hadapi Tantangan Suku Bunga, BRI Finance Perkuat Fundamental Bisnis

    Hadapi Tantangan Suku Bunga, BRI Finance Perkuat Fundamental Bisnis

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta, 29 Juni 2026 – Kondisi suku bunga yang masih berada pada level tinggi mendorong pelaku industri pembiayaan untuk semakin adaptif dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan profitabilitas. Bagi perusahaan multifinance, tantangan tidak hanya berasal dari meningkatnya biaya pendanaan (cost of fund), tetapi juga dari kebutuhan untuk mempertahankan kualitas pembiayaan di tengah dinamika ekonomi. […]

  • Sanct, Sosial Media yang Pertemanannya Dimulai dari Bertemu Langsung, Rilis Film Pendek tentang Perantau yang Belum Bisa Pulang

    Sanct, Sosial Media yang Pertemanannya Dimulai dari Bertemu Langsung, Rilis Film Pendek tentang Perantau yang Belum Bisa Pulang

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, merilis episode ketiga dari seri film pendeknya di YouTube. Film ini bercerita tentang Keisha, perantau yang bekerja di Singapura, yang harus mengabari keluarganya di Jakarta bahwa ia belum bisa pulang, dan tentang cara keluarga itu tetap menghabiskan malam bersama. Film ini membuka […]

  • Arief Nasrudin Paparkan Transformasi Air Jakarta di Forum PBB, New York

    Arief Nasrudin Paparkan Transformasi Air Jakarta di Forum PBB, New York

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Kehadiran Arief sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia yang diminta untuk memaparkan perspektif dalam forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman PAM JAYA ke dalam diskusi bersama para pemimpin bisnis global. Dalam kesempatan yang sama, PAM JAYA melakukan penjajakan awal mengenai creative financing dengan sejumlah pemimpin bisnis sebagai salah satu alternatif pendekatan untuk mendukung kebutuhan investasi […]

  • Manajemen KAI Daop 4 Pastikan Awak KA Menoreh Korban Temperan di Cirebon Mendapatkan Penanganan Medis dengan Baik

    Manajemen KAI Daop 4 Pastikan Awak KA Menoreh Korban Temperan di Cirebon Mendapatkan Penanganan Medis dengan Baik

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KAI Daop 4 Semarang dipimpin oleh Deputy Daop 4 Teguh Triyono melakukan kunjungan dan penjengukan kepada Masinis dan Asisten Masinis KA Menoreh yang mengalami musibah ditemper oleh sebuah truck di wilayah Cirebon beberapa waktu lalu saat menjalankan tugas. KAI Daop 4 Semarang dipimpin oleh Deputy Daop 4 Teguh Triyono melakukan kunjungan dan penjengukan kepada Masinis […]

expand_less