Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 59 menit yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

Lokakarya “Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Bagi Para Petani di Kawasan Candi Cetho” berhasil diselenggarakan pada 19–20 Juni 2026 di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menggali, mendokumentasikan, serta memperkuat kembali nilai-nilai eco-teologi Jawa Kuno yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat agraris lereng Gunung Lawu.

Lokakarya dilaksanakan melalui penyampaian materi, Focused Group Discussion (FGD), observasi lapangan, praktik budaya, serta pemetaan ruang-ruang sakral yang berkaitan dengan sistem pertanian tradisional. Sebanyak 30 petani dari kawasan Candi Cetho terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan dan membagikan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu temuan utama dari lokakarya ini adalah bahwa masyarakat Dusun Cetho masih mempertahankan berbagai ritual agraris yang menjadi bagian dari sistem eco-teologi Jawa Kuno. Ritual seperti Wiwitan Tandur, Wiwitan Panen, Madasia, Dawuhan, hingga Limolasan masih dijalankan sebagai bentuk penghormatan kepada tanah, air, padi, gunung, leluhur, serta kekuatan ilahi yang dipercaya menjaga keseimbangan alam.

Diskusi bersama para petani juga mengungkap bahwa setiap sesaji yang digunakan dalam ritual memiliki makna filosofis yang mendalam. Cok Bakal, Panggang Ayam Jawa, bundel dedaunan, dan sesaji lainnya bukan dipahami sebagai simbol seremonial semata, melainkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, Dewata, Danyang, Mbok Dewi Pratima dan leluhur sekaligus pengingat akan tanggung jawab manusia untuk menjaga keseimbangan alam.

Selain mendokumentasikan ritual, tim lokakarya juga melakukan pemetaan lanskap budaya Dusun Cetho. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kawasan Candi Cetho masih mempertahankan struktur ruang sakral yang utuh, meliputi kawasan candi sebagai pusat spiritual, petirtaan sebagai sumber penyucian dan kehidupan, lahan pertanian sebagai ruang penghidupan, permukiman sebagai ruang sosial budaya, serta makam leluhur sebagai penghubung antargenerasi. Keseluruhan unsur tersebut membentuk sistem kosmologi yang mencerminkan kesinambungan nilai-nilai Jawa Kuno dan praktik eco-teologi yang masih hidup hingga saat ini.

Temuan lapangan juga menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Cetho sesungguhnya bukan sedang menghidupkan kembali peradaban Jawa Kuno, melainkan masih menjalaninya hingga hari ini. Berbagai ritual, tata ruang sakral, penghormatan kepada alam, serta sistem pengetahuan tradisional yang tetap diwariskan menjadikan Dusun Cetho sebagai salah satu komunitas warisan budaya hidup (living heritage) yang sangat penting di Pulau Jawa.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno yang telah berhasil menggali kembali pengetahuan, tradisi, dan identitas Kampung Jawa Kuno di kawasan Candi Cetho. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa Dusun Cetho menyimpan potensi luar biasa sebagai warisan budaya hidup yang perlu dijaga bersama. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut, baik dalam upaya pelestarian tradisi, revitalisasi Kampung Jawa Kuno, maupun pengembangan kawasan sebagai destinasi budaya, pendidikan, dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Inilah salah satu langkah yang dibutuhkan Kabupaten Karanganyar untuk memperkuat identitas budayanya sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang.” — Yopi Eko Jati Wibowo, S.Sos., M.M. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar

Di sisi lain, lokakarya juga mengidentifikasi adanya tantangan berupa pergeseran sebagian praktik budaya akibat proses adaptasi dan akulturasi dengan tradisi lain. Perubahan tersebut terlihat pada penggunaan istilah keagamaan, bentuk sesaji, perubahan nama Wasi, hingga busana pemimpin upacara keagamaan. Oleh karena itu, peserta lokakarya memandang bahwa penguatan identitas budaya Jawa Kuno menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan pengetahuan lokal yang telah diwariskan sejak masa akhir Majapahit.

Berdasarkan hasil lokakarya, peserta merekomendasikan agar Dusun Cetho dikembangkan sebagai pusat studi Eco-Teologi Jawa Kuno di Jawa Tengah sekaligus menjadi Cetho Living Museum, yaitu museum hidup yang menghadirkan pengalaman langsung mengenai hubungan antara budaya, spiritualitas, pertanian, dan lingkungan melalui praktik budaya yang masih dijalankan masyarakat. Konsep ini diharapkan menjadi ruang pendidikan, penelitian, dan pelestarian budaya yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Selain itu, berbagai ritual agraris yang masih hidup, seperti Wiwitan Tandur, Wiwitan Panen, Madasia, Dawuhan, dan Limolasan, dinilai memiliki potensi untuk ditata bersama masyarakat sebagai bagian dari kalender budaya Kabupaten Karanganyar. Dengan tetap menjaga nilai kesakralannya, ritual-ritual tersebut dapat berkembang menjadi agenda cultural tourism dan ecotourism berbasis masyarakat yang memperkuat pelestarian budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Lokakarya ini diprakarsai oleh Cilik Tripamungkas, pemerhati budaya Jawa Kuno, yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Turut hadir sebagai narasumber Wasi Putu Sari Galung, pemuka agama Siwa Jawa Kuno, serta I Nyoman Subrata, Jero Bandesa Desa Adat Geriana Kauh, Karangasem, Bali, yang membagikan pengalaman mengenai pelestarian sembilan ritual adat pertanian yang hingga kini masih dijalankan oleh masyarakat adat di desanya. Pertemuan antara tradisi Jawa dan Bali ini menjadi ruang dialog untuk saling berbagi pengetahuan mengenai pelestarian warisan budaya agraris Nusantara sekaligus memperkaya perspektif dalam upaya revitalisasi eco-teologi Jawa Kuno.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya, penguatan pengetahuan tradisional, serta revitalisasi nilai-nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

Lokakarya ini menjadi langkah awal untuk menegaskan bahwa pengetahuan ekologis masyarakat Jawa Kuno bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan sebuah sistem pengetahuan yang masih hidup dan tetap relevan dalam menjawab tantangan pelestarian lingkungan, ketahanan budaya, dan pembangunan berkelanjutan. Pengalaman masyarakat Dusun Cetho menunjukkan bahwa harmoni antara manusia, alam, leluhur, dan Yang Ilahi bukan hanya dapat dipelajari dari naskah maupun tinggalan arkeologi, tetapi masih dapat disaksikan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari warisan budaya hidup Indonesia.

***

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Daop 2 Bandung Imbau Masyarakat Rencanakan Mudik Lebaran 2026 Sejak Dini dan Waspadai Penipuan Tiket

    KAI Daop 2 Bandung Imbau Masyarakat Rencanakan Mudik Lebaran 2026 Sejak Dini dan Waspadai Penipuan Tiket

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 71
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik Lebaran 2026 sejak jauh-jauh hari dengan menggunakan moda transportasi kereta api. Imbauan ini disampaikan untuk memberikan kemudahan, kepastian perjalanan, serta meningkatkan kenyamanan pelanggan pada momen libur Hari Raya Idul Fitri yang diprediksi akan mengalami lonjakan volume penumpang. KAI Daop 2 […]

  • Pelatihan Kopi Bagi Jurnalis, Ubah Penikmat Jadi Pengusaha

    Pelatihan Kopi Bagi Jurnalis, Ubah Penikmat Jadi Pengusaha

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan kedai kopi skala kecil di berbagai daerah terus berkembang. Tidak hanya di kota besar, usaha kopi rumahan hingga gerai sederhana kini semakin mudah ditemui dan mampu menjangkau pasar di tingkat lokal. Tren ini tidak hanya didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi, tetapi juga karena terbukanya peluang usaha di sektor […]

  • Kota Bandung Bersiap Layani Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Lebih dari 92 Ribu Pelanggan KA Jarak Jauh Akan Berangkat dari Stasiun Bandung dan Kiaracondong

    Kota Bandung Bersiap Layani Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Lebih dari 92 Ribu Pelanggan KA Jarak Jauh Akan Berangkat dari Stasiun Bandung dan Kiaracondong

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 2 Maret 2026 – Kota Bandung bersiap melayani lonjakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 menggunakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dari wilayah Daop 2 Bandung. Melalui layanan yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, berbagai persiapan telah dilakukan guna memastikan perjalanan pelanggan berlangsung aman, […]

  • KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Atur Waktu Perjalanan Mudik H1 Lebaran

    KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Atur Waktu Perjalanan Mudik H1 Lebaran

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa ketersediaan tempat duduk kereta api jarak jauh reguler pada masa Angkutan Lebaran 2026 masih mencukupi, khususnya untuk sejumlah tanggal keberangkatan yang relatif belum padat. Hingga Rabu (4/2), total pemesanan tiket KA reguler keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir tercatat 228.506 tiket. Meski […]

  • Intel Lampaui Ekspektasi Q4, Tapi Saham Tertekan oleh Outlook 2026

    Intel Lampaui Ekspektasi Q4, Tapi Saham Tertekan oleh Outlook 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Saham Intel Corporation (INTC) mengalami tekanan pasar signifikan setelah rilis laporan keuangan kuartal IV tahun fiskal 2025. Meskipun hasil pendapatan dan laba per saham melampaui ekspektasi analis, panduan perusahaan untuk kuartal pertama 2026 dianggap kurang menggembirakan, memicu aksi jual kuat di pasar saham Amerika Serikat. Dalam laporan Q4 2025, Intel mencatat pendapatan sekitar US$13,7 miliar, […]

  • Elevated EV Experience at EVOLUXE 2026 PIK Avenue

    Elevated EV Experience at EVOLUXE 2026 PIK Avenue

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    PIK Avenue kembali menghadirkan lifestyle experience yang modern dan inovatif melalui EVOLUXE 2026, sebuah event bertema luxury mobility dan automotive lifestyle yang berlangsung pada 20–24 Mei 2026 di main atrium. PIK Avenue kembali menghadirkan lifestyle experience yang modern dan inovatif melalui EVOLUXE 2026, sebuah event bertema luxury mobility dan automotive lifestyle yang berlangsung pada 20–24 […]

expand_less