Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar

Lokakarya “Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Bagi Para Petani di Kawasan Candi Cetho” berhasil diselenggarakan pada 19–20 Juni 2026 di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menggali, mendokumentasikan, serta memperkuat kembali nilai-nilai eco-teologi Jawa Kuno yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat agraris lereng Gunung Lawu.

Lokakarya dilaksanakan melalui penyampaian materi, Focused Group Discussion (FGD), observasi lapangan, praktik budaya, serta pemetaan ruang-ruang sakral yang berkaitan dengan sistem pertanian tradisional. Sebanyak 30 petani dari kawasan Candi Cetho terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan dan membagikan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu temuan utama dari lokakarya ini adalah bahwa masyarakat Dusun Cetho masih mempertahankan berbagai ritual agraris yang menjadi bagian dari sistem eco-teologi Jawa Kuno. Ritual seperti Wiwitan Tandur, Wiwitan Panen, Madasia, Dawuhan, hingga Limolasan masih dijalankan sebagai bentuk penghormatan kepada tanah, air, padi, gunung, leluhur, serta kekuatan ilahi yang dipercaya menjaga keseimbangan alam.

Diskusi bersama para petani juga mengungkap bahwa setiap sesaji yang digunakan dalam ritual memiliki makna filosofis yang mendalam. Cok Bakal, Panggang Ayam Jawa, bundel dedaunan, dan sesaji lainnya bukan dipahami sebagai simbol seremonial semata, melainkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, Dewata, Danyang, Mbok Dewi Pratima dan leluhur sekaligus pengingat akan tanggung jawab manusia untuk menjaga keseimbangan alam.

Selain mendokumentasikan ritual, tim lokakarya juga melakukan pemetaan lanskap budaya Dusun Cetho. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kawasan Candi Cetho masih mempertahankan struktur ruang sakral yang utuh, meliputi kawasan candi sebagai pusat spiritual, petirtaan sebagai sumber penyucian dan kehidupan, lahan pertanian sebagai ruang penghidupan, permukiman sebagai ruang sosial budaya, serta makam leluhur sebagai penghubung antargenerasi. Keseluruhan unsur tersebut membentuk sistem kosmologi yang mencerminkan kesinambungan nilai-nilai Jawa Kuno dan praktik eco-teologi yang masih hidup hingga saat ini.

Temuan lapangan juga menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Cetho sesungguhnya bukan sedang menghidupkan kembali peradaban Jawa Kuno, melainkan masih menjalaninya hingga hari ini. Berbagai ritual, tata ruang sakral, penghormatan kepada alam, serta sistem pengetahuan tradisional yang tetap diwariskan menjadikan Dusun Cetho sebagai salah satu komunitas warisan budaya hidup (living heritage) yang sangat penting di Pulau Jawa.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno yang telah berhasil menggali kembali pengetahuan, tradisi, dan identitas Kampung Jawa Kuno di kawasan Candi Cetho. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa Dusun Cetho menyimpan potensi luar biasa sebagai warisan budaya hidup yang perlu dijaga bersama. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut, baik dalam upaya pelestarian tradisi, revitalisasi Kampung Jawa Kuno, maupun pengembangan kawasan sebagai destinasi budaya, pendidikan, dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Inilah salah satu langkah yang dibutuhkan Kabupaten Karanganyar untuk memperkuat identitas budayanya sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang.” — Yopi Eko Jati Wibowo, S.Sos., M.M. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar

Di sisi lain, lokakarya juga mengidentifikasi adanya tantangan berupa pergeseran sebagian praktik budaya akibat proses adaptasi dan akulturasi dengan tradisi lain. Perubahan tersebut terlihat pada penggunaan istilah keagamaan, bentuk sesaji, perubahan nama Wasi, hingga busana pemimpin upacara keagamaan. Oleh karena itu, peserta lokakarya memandang bahwa penguatan identitas budaya Jawa Kuno menjadi langkah penting untuk menjaga kesinambungan pengetahuan lokal yang telah diwariskan sejak masa akhir Majapahit.

Berdasarkan hasil lokakarya, peserta merekomendasikan agar Dusun Cetho dikembangkan sebagai pusat studi Eco-Teologi Jawa Kuno di Jawa Tengah sekaligus menjadi Cetho Living Museum, yaitu museum hidup yang menghadirkan pengalaman langsung mengenai hubungan antara budaya, spiritualitas, pertanian, dan lingkungan melalui praktik budaya yang masih dijalankan masyarakat. Konsep ini diharapkan menjadi ruang pendidikan, penelitian, dan pelestarian budaya yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Selain itu, berbagai ritual agraris yang masih hidup, seperti Wiwitan Tandur, Wiwitan Panen, Madasia, Dawuhan, dan Limolasan, dinilai memiliki potensi untuk ditata bersama masyarakat sebagai bagian dari kalender budaya Kabupaten Karanganyar. Dengan tetap menjaga nilai kesakralannya, ritual-ritual tersebut dapat berkembang menjadi agenda cultural tourism dan ecotourism berbasis masyarakat yang memperkuat pelestarian budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Lokakarya ini diprakarsai oleh Cilik Tripamungkas, pemerhati budaya Jawa Kuno, yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Turut hadir sebagai narasumber Wasi Putu Sari Galung, pemuka agama Siwa Jawa Kuno, serta I Nyoman Subrata, Jero Bandesa Desa Adat Geriana Kauh, Karangasem, Bali, yang membagikan pengalaman mengenai pelestarian sembilan ritual adat pertanian yang hingga kini masih dijalankan oleh masyarakat adat di desanya. Pertemuan antara tradisi Jawa dan Bali ini menjadi ruang dialog untuk saling berbagi pengetahuan mengenai pelestarian warisan budaya agraris Nusantara sekaligus memperkaya perspektif dalam upaya revitalisasi eco-teologi Jawa Kuno.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya, penguatan pengetahuan tradisional, serta revitalisasi nilai-nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

Lokakarya ini menjadi langkah awal untuk menegaskan bahwa pengetahuan ekologis masyarakat Jawa Kuno bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan sebuah sistem pengetahuan yang masih hidup dan tetap relevan dalam menjawab tantangan pelestarian lingkungan, ketahanan budaya, dan pembangunan berkelanjutan. Pengalaman masyarakat Dusun Cetho menunjukkan bahwa harmoni antara manusia, alam, leluhur, dan Yang Ilahi bukan hanya dapat dipelajari dari naskah maupun tinggalan arkeologi, tetapi masih dapat disaksikan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari warisan budaya hidup Indonesia.

***

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari C-Suite ke Founder Posthinks Agency: Kenapa Semakin Banyak Eksekutif Senior Pilih Bangun Agency Sendiri di Usia Produktif?

    Dari C-Suite ke Founder Posthinks Agency: Kenapa Semakin Banyak Eksekutif Senior Pilih Bangun Agency Sendiri di Usia Produktif?

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Ada momen di mana saya duduk di ruangan yang nyaman, jabatan yang tertulis jelas di kartu nama, dan gaji yang masuk otomatis setiap tanggal satu lalu bertanya: seberapa lama saya mau terus begini? Pertanyaan itu bukan muncul karena tidak bahagia. Justru sebaliknya saya sedang di titik terbaik karier korporat saya. Chief Sales & Marketing Officer, […]

  • FLOQ Gandeng Smartfren, Pelanggan Bisa Tukar SmartPoin dengan Saldo Kripto Senilai Rp25.000

    FLOQ Gandeng Smartfren, Pelanggan Bisa Tukar SmartPoin dengan Saldo Kripto Senilai Rp25.000

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kolaborasi platform FLOQ dan Smartfren mendorong adaptasi Aset Kripto dan Web3 melalui program loyalitas SmartPoin Rewards. Jakarta, 28 Maret 2026 – Platform jual beli aset kripto FLOQ mengumumkan kolaborasi dengan perusahaan telekomunikasi Smartfren untuk menghadirkan program reward bagi pengguna melalui layanan SmartPoin Rewards.  Melalui kolaborasi ini, pengguna Smartfren dapat menukarkan poin yang mereka miliki di program SmartPoin Rewards untuk mendapatkan saldo gratis senilai Rp25.000 dalam bentuk USDT di akun FLOQ. Saldo tersebut dapat digunakan untuk mencoba berbagai fitur di platform, termasuk membeli dan memperdagangkan aset kripto.  Program ini menjadi bagian dari upaya FLOQ untuk memperluas akses masyarakat terhadap aset digital sekaligus menghadirkan cara baru bagi pengguna loyalty program untuk memanfaatkan poin yang mereka miliki.  SmartPoin Rewards merupakan program loyalitas yang diberikan kepada pelanggan Smartfren sebagai bentuk apresiasi atas penggunaan layanan mereka. Pelanggan dapat mengumpulkan poin dari berbagai aktivitas seperti pembelian paket data atau penggunaan layanan Smartfren, yang kemudian dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah dan voucher menarik.   Melalui kolaborasi dengan FLOQ, SmartPoin kini dapat ditukarkan menjadi reward berupa saldo di platform perdagangan aset kripto. Bentuk kolaborasi ini memperluas opsi pemanfaatan poin loyalitas sekaligus membuka pintu bagi pengguna untuk mengenal ekosistem aset digital.  Pengguna dapat mengikuti langkah berikut untuk mendapatkan reward dari program ini:  Masuk ke platform atau katalog reward SmartPoin Rewards milik Smartfren.  Tukarkan 100 SmartPoin dengan reward saldo FLOQ senilai Rp25.000.  Ikuti instruksi klaim yang tersedia untuk menerima saldo di akun FLOQ.  Setelah saldo masuk, pengguna dapat langsung menggunakan saldo tersebut untuk bertransaksi di aplikasi FLOQ.  Program ini memberikan kesempatan bagi pelanggan Smartfren untuk mencoba pengalaman baru di platform perdagangan aset kripto melalui reward yang mereka miliki. Inisiatif ini juga mencerminkan tren yang semakin berkembang di industri digital, di mana program loyalty mulai terhubung dengan layanan keuangan berbasis teknologi.  “Kolaborasi dengan Smartfren menjadi langkah penting bagi kami dalam memperluas akses terhadap aset kripto melalui ekosistem digital yang sudah dekat dengan masyarakat. Dengan basis pengguna yang luas dan kuat di sektor telekomunikasi, kami melihat peluang besar untuk menghadirkan pengalaman baru yang lebih mudah diakses oleh pengguna sehari-hari,” ujar Yudhono Rawis, Founder FLOQ.  “Melalui integrasi dengan SmartPoin Rewards, kami ingin memberikan cara yang lebih sederhana bagi pengguna untuk mulai mengenal dan mencoba aset kripto. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas industri seperti ini dapat mempercepat inklusi keuangan digital serta mendorong adopsi kripto yang lebih luas di Indonesia,” tambahnya.  Bagi FLOQ, kerjasama dengan Smartfren menjadi bagian dari strategi untuk memperluas kolaborasi lintas industri, termasuk dengan sektor telekomunikasi dan platform […]

  • 50 Mahasiswa Papua Ikuti AI Connect Series tentang Produktivitas Mahasiswa Berbasis AI

    50 Mahasiswa Papua Ikuti AI Connect Series tentang Produktivitas Mahasiswa Berbasis AI

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Telkom AI Connect Papua menggelar AI Connect Online Series yang diikuti 50 mahasiswa untuk mempelajari pemanfaatan AI dalam meningkatkan produktivitas akademik, literasi digital, dan penggunaan AI secara etis. Sebanyak 50 mahasiswa mengikuti “AI Connect Online Series: AI untuk Produktivitas Mahasiswa” yang diselenggarakan oleh Telkom AI Connect Papua secara daring melalui Zoom pada Rabu, 29 April […]

  • Transformasi Inspeksi Aset Migas Menggunakan Drone Thermal

    Transformasi Inspeksi Aset Migas Menggunakan Drone Thermal

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Inspeksi aset di sektor minyak dan gas menuntut tingkat ketelitian dan keselamatan yang tinggi, terutama pada fasilitas dengan potensi risiko operasional. Pemantauan suhu menjadi salah satu aspek penting untuk mengidentifikasi indikasi awal gangguan teknis sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Pemanfaatan drone thermal memungkinkan proses inspeksi dilakukan secara lebih aman dan akurat dengan mendeteksi […]

  • Pempengaruh Malaysia Meneroka Produk Eropah Premium

    Pempengaruh Malaysia Meneroka Produk Eropah Premium

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur, Malaysia – 17 Ogos 2026 – Untuk Siaran Segera Sebagai sebahagian daripada kempen Premium European Products (PEP) di Malaysia, satu penghantaran media eksklusif telah diagihkan kepada beberapa pempengaruh terpilih di Malaysia, membolehkan mereka meneroka pilihan produk makanan dan minuman premium dari Greece dan Latvia. Kempen ini bertujuan memperkenalkan kepada pengguna Malaysia produk Eropah […]

  • BRI Finance Tawarkan Beragam Promo Pembiayaan di Mini Expo Kendaraan untuk Karyawan dan Nasabah BRI

    BRI Finance Tawarkan Beragam Promo Pembiayaan di Mini Expo Kendaraan untuk Karyawan dan Nasabah BRI

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali menghadirkan berbagai solusi pembiayaan kendaraan melalui mini expo yang diselenggarakan khusus bagi karyawan dan nasabah BRI di area Kantor Pusat BRI Sudirman, Jakarta, pada 10 Juni – 31 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan kendaraan roda dua maupun roda […]

expand_less