Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Faculty of Humanities BINUS University Siapkan Talenta Global di Era AI, Menjawab Kekhawatiran Orang Tua akan Masa Depan Karier Anak

Faculty of Humanities BINUS University Siapkan Talenta Global di Era AI, Menjawab Kekhawatiran Orang Tua akan Masa Depan Karier Anak

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar

Jakarta 20 Juni 2026 – Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengubah lanskap dunia kerja.

Sejumlah pekerjaan teknis mulai terdampak otomatisasi, tetapi kebutuhan terhadap human-centric skills atau kemampuan yang berpusat pada manusia justru semakin meningkat karena dinilai tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

Laporan Future of Jobs Report 2025 yang dirilis World Economic Forum, Selasa (7/1/2025), menyebutkan bahwa keterampilan manusia, seperti analytical thinking, kepemimpinan, kolaborasi, dan creative thinking, akan tetap menjadi kompetensi yang paling dibutuhkan hingga 2030.

Laporan tersebut juga memprediksi sekitar 39 persen keterampilan kerja akan mengalami perubahan akibat disrupsi teknologi.

Temuan serupa diungkapkan dalam riset Deloitte Human Capital Trends. Sebanyak 89 persen eksekutif menilai kemampuan manusia, seperti empati, komunikasi, dan kepemimpinan, akan semakin penting di era AI dan otomatisasi.

Menanggapi fenomena tersebut, Dean of Faculty of Humanities BINUS University Dr Elisa Carolina Marion, SS, MSi menegaskan bahwa teknologi tidak akan bisa mengambil alih peran manusia sepenuhnya, terutama dalam aspek emosional dan kognitif yang kompleks.

“Di tengah perkembangan AI, kemampuan manusia, seperti komunikasi, empathy, critical thinking, dan cross-cultural understanding justru menjadi semakin relevan karena tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Salah satu contohnya adalah AI tidak hanya membutuhkan orang yang paham teknologi, tetapi juga orang yang bisa berkomunikasi dengan jelas,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (3/6/2026).

“Kita perlu tahu bagaimana menyusun pertanyaan, memberi konteks, menjelaskan tujuan, dan mengarahkan AI agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan kita. Di sinilah ilmu bahasa dan humaniora menjadi sangat relevan,” imbuh Elisa.

Menurutnya, kemampuan memahami manusia, komunikasi, budaya, dan perspektif global akan tetap menjadi pilar utama yang dibutuhkan oleh industri internasional.

Talenta human-centric jadi incaran perusahaan global

CAPTION: Ilustrasi interaksi dua mahasiswi Faculty of Humanities BINUS University. (Dok. BINUS University)

Perubahan lanskap dunia kerja membuat perusahaan multinasional menggeser prioritas dalam proses rekrutmen.

Berdasarkan data LinkedIn Global Talent Trends yang dipublikasikan pada Oktober 2024, kemampuan komunikasi dan interpersonal kini menjadi kompetensi yang paling banyak dicari oleh perusahaan di tingkat global.

Perusahaan multinasional semakin memprioritaskan kandidat yang mampu berkomunikasi secara efektif, beradaptasi dengan perbedaan budaya, dan memiliki pemahaman lintas budaya yang kuat.

Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian Humaniora BINUS University yang menunjukkan bahwa kemampuan bekerja di lingkungan multikultural dan memahami perbedaan budaya menjadi faktor penting dalam mendukung kesuksesan perusahaan multinasional.

Kebutuhan perusahaan terhadap talenta yang memiliki kemampuan komunikasi internasional, adaptasi budaya, dan kolaborasi global juga diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan tenaga kerja global.

Mengutip laporan Reuters pada 25 Mei 2026 mengenai Global Capability Centers (GCC), jumlah pusat bisnis global milik perusahaan multinasional diproyeksikan mencapai lebih dari 2.100 pusat dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 2,36 juta orang pada 2026.

BINUS University perkuat pendidikan human-centered

CAPTION: Faculty of Humanities BINUS University. (Dok. BINUS University)

Menjawab kebutuhan industri tersebut, Faculty of Humanities BINUS University menghadirkan pendekatan edukasi yang berfokus pada pendidikan, bahasa, budaya, hukum, komunikasi, dan perilaku manusia dengan perspektif global.

“Perguruan tinggi perlu mempersiapkan mahasiswa tidak hanya dengan pemahaman teknologi, tetapi juga kemampuan memahami manusia, dapat berinteraksi dan bernegosiasi di komunitas global lintas budaya yang terus berkembang,” kata Elisa.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, kurikulum dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi global, komunikasi lintas budaya, serta kesiapan bersaing di lingkungan internasional.

Upaya BINUS University diperkuat melalui program enrichment yang membuka berbagai peluang pengalaman internasional dan pengembangan karier global bagi mahasiswa.

Program tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata sebelum lulus melalui berbagai aktivitas, seperti internship, research, student exchange, entrepreneurship, community development, hingga program lain yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan lingkungan internasional.

Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman tersebut dinilai mampu membantu mahasiswa membangun kesiapan karier yang relevan dengan perkembangan dunia kerja global.

Elisa meyakini bahwa kombinasi antara penguasaan akademik dan pengalaman lapangan akan menjadi salah satu kunci kesuksesan generasi mendatang.

“Di masa depan, kemampuan beradaptasi, berkolaborasi lintas budaya, dan memiliki perspektif global akan menjadi fondasi penting dalam dunia profesional,” ungkapnya.

Elisa menjelaskan, Faculty of Humanities memiliki kerja sama erat dengan rekanan strategis seperti universitas dan industri di luar negeri, antara lain di Jepang, China, Taiwan, Korea, USA, Belanda, dan Australia.

Tak hanya di luar negeri, kerja sama strategis tersebut juga dilakukan dengan industri kelas global lainnya yang berada di Tanah Air. Berkat kerja sama ini, mahasiswa Faculty of Humanities sudah memiliki 100 persen pengalaman internasional sebelum lulus.

“Dari data survei alumni yang kami lakukan di Februari 2026, satu dari tiga lulusan program Japanese Popular Culture telah berhasil membangun karier mereka yang tersebar di 14 prefektur di seluruh negara Jepang,” ungkap Elisa.

Hal tersebut, kata dia, semakin membuktikan bahwa di masa depan, kemampuan beradaptasi, berkolaborasi lintas budaya, dan memiliki perspektif global akan menjadi fondasi penting dalam dunia profesional.

Raih pengakuan internasional

Kualitas pendidikan Faculty of Humanities BINUS University juga mendapat pengakuan internasional melalui pemeringkatan QS World University Rankings by Subject.

Dalam pemeringkatan tersebut, bidang Law yang mencakup Business Law menempati peringkat 251–300 dunia dan masuk lima besar di Indonesia.

Sementara itu, bidang Social Science & Management meliputi International Relations, Primary Teacher Education (PGSD), dan Business Law berada di peringkat 341 dunia dan masuk empat besar di Indonesia.

Adapun bidang Arts & Humanities mencakup Global Business Chinese, Creative Digital English, dan Japanese Popular Culture menempati peringkat 451–500 dunia dan masuk lima besar di Indonesia.

Pencapaian tersebut memperkuat posisi Faculty of Humanities BINUS University sebagai fakultas yang relevan dengan kebutuhan global saat ini.

Faculty of Humanities BINUS University menaungi sejumlah program studi yang selaras dengan kebutuhan industri global, yakni Creative Digital English, Japanese Popular Culture, Global Business Chinese, Business Law, International Relations, Psychology, Primary Teacher Education (PGSD) dan Digital Psychology.

Melalui pendekatan yang berpusat pada manusia serta konektivitas global, fakultas tersebut berupaya memastikan lulusannya tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga berkembang di tengah dinamika dunia kerja internasional yang terus berubah.

Informasi lebih lanjut mengenai program dan strategi Faculty of Humanities BINUS University dapat diakses melalui situs resmi https://humanities.binus.ac.id/.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Region 6 Perkuat Kesiapsiagaan Krisis MelaluiTraining of Trainer Business Continuity Management (BCM)

    BRI Region 6 Perkuat Kesiapsiagaan Krisis MelaluiTraining of Trainer Business Continuity Management (BCM)

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga keberlangsungan operasional dan stabilitas bisnis, BRI Region 6 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Training of Trainer (TOT) Business Continuity Management (BCM). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan ORD Group dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi berbagai potensi risiko dan […]

  • Centang Biru WhatsApp Barantum Bantu Tingkatkan Kepercayaan

    Centang Biru WhatsApp Barantum Bantu Tingkatkan Kepercayaan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. WhatsApp kini menjadi salah satu channel utama komunikasi bisnis dengan pelanggan. Namun di tengah maraknya akun palsu dan penipuan digital, banyak customer […]

  • Gubernur Yulius Selvanus Dukung Game Lokal “Wardeka”, Sulut Jadi Tuan Rumah Turnamen Esport Nasional Pertama di Indonesia

    Gubernur Yulius Selvanus Dukung Game Lokal “Wardeka”, Sulut Jadi Tuan Rumah Turnamen Esport Nasional Pertama di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com – Dunia esport tanah air tengah mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, sebuah turnamen nasional yang sepenuhnya menggunakan game buatan anak bangsa resmi digelar di Sulawesi Utara. Ajang ini bertajuk Warbiasa Governor League Esport Competition, dan mendapat dukungan langsung dari Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, bersama Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas […]

  • Inspeksi Thermal Otomatis Aset PLTU dengan DJI Dock 3

    Inspeksi Thermal Otomatis Aset PLTU dengan DJI Dock 3

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Inspeksi aset di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) membutuhkan akurasi tinggi dan frekuensi yang konsisten. Anomali panas pada komponen kritis seperti turbin, boiler, dan jalur transmisi sering kali tidak terdeteksi secara visual, dan jika tidak diidentifikasi lebih awal dapat menyebabkan kegagalan aset serta gangguan operasional yang tidak terjadwal. DJI Dock 3 hadir sebagai sistem drone-in-a-box […]

  • Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

    Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    PT Dupoin Futures Indonesia menggelar kegiatan edukasi bertajuk Market Hunt with Dupoin Futures 2026 di Pastis Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). Mengangkat tema Smart Money Concept, kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Market Hunt 2026 yang akan diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas edukasi mengenai industri perdagangan berjangka kepada […]

  • Kenapa Pengajuan Pinjaman Ditolak? Ini Penyebab yang Sering Terjadi

    Kenapa Pengajuan Pinjaman Ditolak? Ini Penyebab yang Sering Terjadi

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Pengajuan pinjaman yang ditolak biasanya dipengaruhi oleh hasil analisis kredit, kelengkapan data, hingga penilaian kemampuan bayar. Dalam layanan keuangan resmi, setiap pengajuan memang perlu melalui proses evaluasi untuk memastikan pinjaman diberikan sesuai profil risiko dan kapasitas finansial pengguna. Banyak orang mengira pengajuan pinjaman hanya soal memenuhi syarat administrasi. Padahal, proses penilaian di bank dan layanan […]

expand_less